Rig Veda - Mandala 6
BharadvajaPushanAshvins

Mandala 6

मण्डल 6

The Family Book of Bharadvaja

Mandala 6 adalah kitab keluarga Bharadvāja yang memuat 75 himne (762 mantra), ditandai oleh pujian Indra yang penuh daya, undangan kepada Soma, dan ideologi kerajaan yang siap tempur. Para penyairnya berulang kali memanggil Indra sebagai raja yang lincah dan purba untuk datang ke sesi pemerasan Soma, memohon perlindungan, ternak, dan kemenangan, sambil merayakan ujaran terilham (vā́c) yang dikuatkan oleh sang dewa. Di samping rangkaian himne Indra yang dominan, mandala ini juga melestarikan bahan penting tentang Varuṇa yang menekankan tatanan kosmis (ṛtá), sumpah, dan pengendalian moral, sehingga kitab ini memiliki bobot etiko-yuridis yang menonjol.

Suktas in Mandala 6

Sukta 1

Sukta 6.1

Himne pembuka Mandala Keenam ini memanggil Agni sebagai pembangkit pertama daya-ilham pemikiran (dhī) dan sebagai Hotṛ yang menakjubkan yang membuat kurban menjadi berhasil. Ia memuji kuasa Agni yang tak tertahankan serta kepemimpinan bercahayanya yang menuntun manusia menuju tatanan ilahi; dan ditutup dengan permohonan kepada api yang “raja” itu agar menganugerahkan kekayaan yang melimpah, beraneka rupa, beserta kesejahteraan.

13 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for RV 6.1) | Devata: Agni

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 2

Sukta 6.2

RV 6.2 adalah kidung singkat kepada Agni sebagai tuan rumah tangga yang teguh bagi keluarga yang menetap, serta daya bercahaya yang menambah kemasyhuran (śravas) dan kemakmuran/kelimpahan (puṣṭi). Kidung ini memuji kekuatan-Nya yang tampak—asap dan nyala api yang menjulang ke langit—dan ditutup dengan permohonan agar Agni berkata baik tentang pemuja di hadapan para dewa, serta menuntun mereka melintasi permusuhan, dosa, dan kemalangan menuju kesejahteraan dan tempat tinggal yang aman serta kokoh.

11 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for RV 6.2) | Devata: Agni

Chandas: Gāyatrī (likely; RV 6.2 is predominantly gāyatrī-style short verses)

Sukta 3

Sukta 6.3

Himne ini memuji Agni sebagai penjaga dan perwujudan ṛta (kebenaran/tatanan kosmis), daya yang menuntun sang pencari menuju “cahaya yang luas” serta melindungi insan fana dari kesesakan derita. Agni dirayakan baik sebagai kekuatan cepat nan berkilau yang melintas malam laksana burung, maupun sebagai terang benderang bak kilat yang dikuatkan oleh kidung-kidung pujian, bekerja selaras dengan Mitra–Varuṇa untuk menegakkan tatanan dan keselamatan.

8 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Agni (with Mitra-Varuṇa invoked as allied powers)

Chandas: Trishtubh (probable; verify)

Sukta 4

Sukta 6.4

Himne ini memanggil Agni sebagai Hotṛ dan “devatātā” (dia yang menempatkan para dewa pada tempatnya dalam ritus), memohon agar ia melaksanakan upacara bagi para penyaji kurban masa kini sebagaimana dahulu ia melakukannya bagi Manu, penggagas arketipal yajña. Agni dipuji sebagai cepat dan tak terkalahkan—melintasi malam-malam, mendahului kekuatan yang memusuhi (arāti), serta menuntun para pemuja pada jalan yang aman, bukan jalan yang melahap. Sukta ini berpuncak pada doa memohon perlindungan dari kesesakan, anugerah yang dermawan bagi para pelantun, dan umur panjang beserta keturunan yang gagah berani.

8 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) | Devata: Agni (Hotṛ, deva-tātā)

Chandas: Trishtubh (typical for Agni hymns in this section)

Sukta 5

Sukta 6.5

Himne Agni yang singkat ini memanggil “Putra Kekuatan” sebagai imam muda yang benar, yang bangkit dan menggerakkan segala kekayaan yang diidamkan. Himne ini memohon agar Agni melindungi para pemuja dengan membakar habis para penyerang, baik yang jauh maupun yang tersembunyi di dalam, dan ditutup dengan aspirasi yang diulang-ulang: meraih keinginan, memperoleh harta bersama putra-putra pahlawan, mendapatkan daya kemenangan (vāja), serta kemuliaan Agni yang tak binasa.

7 mantras | Devata: Agni

Sukta 6

Sukta 6.6

Himne ini memanggil Agni, “Putra Kekuatan,” sebagai Hotar ilahi yang membuka jalan bagi pemujaan dan menuntun pelaksana yajña menembus kegelapan menuju tatanan yang bercahaya. Agni dipuji sebagai daya pemurni yang gemilang; energinya “membajak” dan menyiapkan ladang duniawi, menggerakkan ritus maju dan meluaskan cahayanya. Sukta ini berpuncak pada permohonan akan kebangkitan batin (citra-citayantam) serta kekayaan yang bersinar, bersifat kepahlawanan, dan perlindungan bagi penyanyi serta komunitas.

7 mantras | Devata: Agni

Sukta 7

Sukta 6.7

Himne ini memuji Agni sebagai Vaiśvānara—Api yang meresapi segalanya, lahir dari Ṛta (tatanan kosmis), ditegakkan sebagai “kepala langit” dan daya penuntun di bumi. Agni digambarkan sebagai raja-peramal dan “tamu” bagi bangsa-bangsa, yang memediasi persembahan, meluaskan alam-alam bercahaya, dan menjaga keabadian, agar para dewa dan manusia dapat berbagi dalam hidup, tatanan, dan perlindungan.

7 mantras | Devata: Agni Vaiśvānara

Chandas: Trishtubh (probable; requires metrical verification)

Sukta 8

Sukta 6.8

Kidung ini memuji Agni sebagai Vaiśvānara dan Jātavedas—api semesta yang mengetahui segala kelahiran dan mengusung kurban yajña—seraya merayakan daya merah menyala-Nya dan kedatangan-Nya yang cepat ke sidang upacara. Kidung ini juga mengingat kisah Mātariśvan yang membawa Agni dari alam jauh, dan memohon agar dewa api melindungi komunitas beserta para pemimpin dan pelindungnya, serta menyeberangkan mereka dengan selamat melampaui bahaya.

7 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) (traditional for RV 6.8) | Devata: Agni Vaiśvānara / Jātavedas

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 9

Sukta 6.9

Himne ini memuji Agni sebagai Vaiśvānara—Api semesta—yang lahir laksana raja dan, melalui cahayanya, memisahkan serta menata hari-hari yang gelap dan yang terang. Agni dipuji sebagai Hotṛ yang pertama melihat, yang menyingkapkan “cahaya abadi” di dalam diri manusia fana, menyingkirkan kegelapan batin maupun lahir. Sukta ini berpuncak pada permohonan perlindungan dan pengangkatan, bahkan para dewa pun menunduk di hadapan Agni yang berdiri di tengah kegelapan.

7 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) (traditional for RV 6.9) | Devata: Agni Vaiśvānara

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 10

Sukta 6.10

Himne ini menempatkan Agni Jātavedas di barisan paling depan kurban, sebagai penuntun bercahaya yang membersihkan jalan upacara dan membawa doa-doa maju dengan selamat. Agni dipuji sebagai penyuci yang terlihat dari jauh; nyalanya mengubah “jejak gelap” menjadi jalan yang terang, menyingkirkan permusuhan dan memelihara iḷā (kelimpahan kurban serta nutrisi yang mengilhami). Tujuannya sekaligus kemanjuran ritual—perjalanan persembahan yang tak terputus—dan kemenangan batin: terang atas gelap, kerukunan atas permusuhan, serta kekuatan untuk umur panjang dan keturunan yang mulia.

7 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for RV 6.10) | Devata: Agni (Jātavedas)

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 11

Sukta 6.11

Himne Triṣṭubh yang singkat karya Bharadvāja ini mendesak Agni, Hotṛ yang digerakkan dari dalam, agar mendorong yajña maju dengan daya seperti Marut dan menarik para dewa sekutu ke persembahan. Himne ini memuji kemilau Agni yang bercahaya oleh dirinya sendiri dan meresapi segala, serta memohon agar ketika dinyalakan “bersama para dewa”, ia menganugerahkan kelimpahan dan menolong para pemuja menyeberang melampaui kesesakan dan bahaya.

6 mantras | Rishi: Bharadvāja | Devata: Agni (with invited deities: Mitra-Varuṇa, Aśvins, Dyāvā-Pṛthivī)

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 12

Sukta 6.12

Himne Triṣṭubh yang singkat karya Bharadvāja ini memuji Agni sebagai Hotṛ yang bersifat rajawi, duduk di atas barhis pada altar rumah, dengan nyala apinya yang menjangkau jauh menyebar laksana matahari. Himne ini memohon Agni Jātavedas agar maju bersama semangat pemujaan para penyembah, mematangkan dan menyempurnakan yajña, menuntun mereka menuju kelimpahan, serta menyingkirkan jalan-jalan yang merugikan, agar komunitas dapat berkembang sepanjang usia penuh dengan keturunan yang gagah berani.

6 mantras | Rishi: Bharadvāja | Devata: Agni

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 13

Sukta 6.13

Himne Triṣṭubh yang singkat ini memuji Agni sebagai sumber mata air, darinya segala daya mujur—kemakmuran, kemenangan, hujan, dan aliran air yang tertata—memancar ke segala arah. Ditekankan bahwa insan fana yang mendekati Agni di altar melalui kidung dan kurban memperoleh setiap “pembukaan” (vāra) menuju keberhasilan, termasuk pangan, harta, dan kemakmuran rumah tangga yang mantap. Himne ditutup dengan permohonan langsung akan keturunan, kesinambungan garis leluhur, serta kepenuhan (pūrti) yang lahir dari pujian yang dipersembahkan dengan baik

6 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for 6.13) | Devata: Agni

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 14

Sukta 6.14

Himne Agni yang singkat ini mengajarkan bahwa insan fana yang melayani Agni dengan niat yang tulus dan pikiran yang terilhami dibuat bercahaya serta dimajukan dalam kekuatan, kelimpahan pangan, dan perlindungan. Agni dipuji sebagai daya purba yang menganugerahkan pahlawan yang teguh, tahan serbuan, dan sebagai perantara yang dapat “berbicara bagi kami” kepada para dewa lainnya. Himne ini memuncak dalam doa yang diulang-ulang: agar Agni menuntun menuju kesejahteraan dan tempat tinggal yang baik, dan dengan pertolongan Agni menyeberangi kebencian, kesesakan, serta jalan-jalan yang keliru.

6 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (Mandala 6 attribution) | Devata: Agni

Chandas: Triṣṭubh (probable; requires metrical confirmation)

Sukta 15

Sukta 6.15

Kidung ini memuji Agni sebagai “tamu” rumah tangga yang terjaga bersama fajar, dan sebagai tuan yang menuntun semua klan, mengantarkan persembahan manusia kepada para abadi. Bharadvāja memanggil Agni sebagai imam mahatahu yang menyempurnakan upacara dan wawasan (vayunāni), memohon agar ia menegakkan api- api rumah tangga dengan teguh serta menajamkan kekuatan komunitas dan gairah yang benar.

19 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Agni

Chandas: Jagatī (probable, given the longer line length; requires metrical confirmation)

Sukta 16

Sukta 6.16

RV 6.16 adalah kidung Bharadvāja kepada Agni sebagai Hotṛ universal, yang menegakkan yajña, menghubungkan manusia dengan para dewa, dan mengusir kekuatan-kekuatan yang memusuhi. Kidung ini memuji bimbingan Agni yang bercahaya (saṃdṛṣṭi), daya pemelihara serta pemberi kekayaan, dan kekuatan penumpas Vṛtra serta penghancur rakṣas yang membersihkan jalan menuju kemenangan dan kemakmuran.

48 mantras | Rishi: Bharadvāja | Devata: Agni

Chandas: Gāyatrī (3 pādas of 8 syllables typical; verify exact syllable count)

Sukta 17

Sukta 6.17

Kidung ini merupakan seruan Soma yang penuh daya kepada Indra, memuji beliau sebagai pemegang vajra, pemecah Vṛtra, dan pembuka “sapi-sapi” (cahaya, sinar, dan kelimpahan) yang tertahan oleh rintangan. Ia mengingat bagaimana para dewa menempatkan Indra di barisan terdepan ketika kaum tanpa-dewa menyerang mereka, serta memohon kemenangan, kekuatan, dan kepenuhan yang ditetapkan ilahi bagi para pemuja. Doa penutup mengubah kemenangan mitis menjadi hasrat masa kini: semoga upacara meraih keuntungan yang dianugerahkan para dewa dan matang menjadi sukacita kepahlawanan yang teguh.

15 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional attribution for RV 6.17; needs confirmation) | Devata: Indra

Chandas: Trishtubh (high likelihood; requires verification)

Sukta 18

Sukta 6.18

RV 6.18 adalah himne Triṣṭubh karya Bharadvāja yang menegangkan pujian kepada Indra sebagai jawara tak terkalahkan, yang paling sering diseru, dengan daya yang mematahkan serangan dan merobohkan musuh yang bertahan di benteng-benteng. Himne ini mengingat kemenangan-kemenangan menentukan Indra atas lawan-lawan bersifat demonik dan kubu-kubu kuat, lalu mengarahkan kedahsyatan kosmis itu kepada kebutuhan sang pelaksana yajña saat ini—kekuatan, perlindungan, serta lahirnya ujaran suci yang senantiasa segar melalui yajña.

15 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for RV 6.18) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 19

Sukta 6.19

Himne ini memuji Indra sebagai daya yang luas dan tak pernah berkurang, yang berpaling kepada para pemuja dan memperbesar kekuatan kepahlawanan mereka. Himne ini memohon agar ia membawa “mada” (gairah kemenangan) yang menaklukkan pertempuran, sehingga komunitas memperoleh perlindungan, kemakmuran, serta kesinambungan anak dan keturunan, menyingkirkan rintangan demi rintangan.

13 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 20

Sukta 6.20

Himne kepada Indra ini memuji kedahsyatan-Nya yang tak tertandingi dalam pertempuran, mengingat bagaimana Ia menghancurkan musuh-musuh laksana ular dan benteng-benteng yang berkubu kuat, serta melindungi para pemuja yang dermawan. Himne ini memohon agar Indra menganugerahkan kelimpahan yang luas, “laksana langit menaungi bumi”—kekayaan, ternak sapi, dan ladang-ladang yang subur—kepada kaum sang penyair. Bait-baitnya mengaitkan kemenangan kosmis Indra (pembunuhan Vṛtra dan penaklukan musuh) dengan kemakmuran nyata yang Ia karuniakan kepada mereka yang memeras Soma dan mempersembahkan pujian.

13 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (trad.) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable)

Sukta 21

Sukta 6.21

Himne ini menyeru Indra dengan persembahan yang kuat dan ilham yang dipasang laksana kereta (dhīḥ), memuji beliau sebagai daya yang senantiasa muda, tak lapuk, yang menganugerahkan kekayaan luas dan kemenangan. Ia menghadapi kekuatan-kekuatan bermusuhan (rakṣas) dan memohon Indra, pemegang vajra, sekutu purba, agar mengusir mereka. Sukta ini ditutup dengan doa yang praktis: semoga Indra terjaga sebagai pembuka jalan dan pemimpin, menuntun melalui jalan yang mudah maupun yang sukar, mengantar para pemuja menuju kekuatan dan kelimpahan (vāja).

12 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) (traditional ascription for RV 6.21 within Mandala 6) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable for RV 6.21; Mandala 6 Indra hymns predominantly Triṣṭubh)

Sukta 22

Sukta 6.22

Kidung ini memuji Indra sebagai yang secara universal layak diseru—benar adanya, perkasa laksana banteng, dan penguasa banyak daya yang manjur (māyāḥ). Kidung ini mengingat kembali laku-laku tak tertahankan-Nya: memecahkan apa yang tampak tak tergoyahkan dan membebaskan apa yang terbelenggu; lalu beralih menjadi undangan langsung agar Indra datang ke yajña dengan kekuatan-kekuatan yang telah dipasang pada kuk (niyut). Tujuannya sekaligus pujian dan seruan liturgis untuk memohon perlindungan, kemenangan, dan penganugerahan karunia dalam yajña.

11 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable; needs verification)

Sukta 23

Sukta 6.23

Himne ini memuji Indra sebagai penguasa kekuatan yang senantiasa waspada dan memperhatikan, yang tertarik pada pemerasan Soma serta kidung-kidung ilham para resi Bharadvāja. Himne ini memohon agar Ia datang bersama kuda-kuda kuning keemasan, menggenggam vajra, dan menganugerahkan kemakmuran pembawa damai, perlindungan, serta kelimpahan “serba-diinginkan” kepada para pemuja

10 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable)

Sukta 24

Sukta 6.24

RV 6.24 adalah himne Triṣṭubh karya Bharadvāja yang memuji Indra sebagai raja peminum Soma, penerang sabda, yang dibangkitkan oleh kidung dan kurban untuk menganugerahkan kekuatan, kemenangan, dan perlindungan. Himne ini merayakan daya Indra yang meluap—diibaratkan seperti air yang memancar dari gunung—dan berpuncak pada doa langsung agar Ia menjaga pemimpin dan para pemuja, baik di rumah maupun di alam liar, supaya mereka berumur panjang dengan keturunan yang gagah berani.

10 mantras | Rishi: Bharadvāja | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable for RV 6.24)

Sukta 25

Sukta 6.25

Kidung ini merupakan puji-seru Bharadvāja kepada Indra sebagai pembunuh Vṛtra yang tiada tertandingi, memohon agar setiap tingkat pertolongan-Nya—dekat atau jauh, tinggi atau rendah—mengantar para pemuja menembus pertikaian. Kidung ini menyanjung ketakterkalahkan dan keunggulan Indra atas semua makhluk, serta memohon agar Ia menundukkan kekuatan-kekuatan musuh yang “tidak seilahiah”, supaya para pelantun meraih fajar yang aman dan lapang serta kemakmuran yang berkelanjutan.

9 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 26

Sukta 6.26

Kidung ini merupakan seruan perang dan permohonan perlindungan kepada Indra, memohon agar ia mendengar nyanyian penyair Bharadvāja dan menganugerahkan pertolongan yang garang pada “hari penentuan”, ketika bangsa-bangsa berhimpun demi kemenangan. Kidung ini mengingatkan kembali karya-karya Indra yang telah terbukti—terutama pembunuhan Śambara dan perlindungannya atas Divodāsa—sebagai dasar bagi bantuan saat ini, serta untuk memenangkan kekuatan, ternak/kekayaan, dan kuasa kedaulatan bagi para pelindung (patron)

8 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 27

Sukta 6.27

Kidung ini menyelami misteri kedahsyatan Indra yang memabukkan—bagaimana ekstase yang digerakkan soma dan persahabatan-Nya memberi daya bagi kemenangan yang menentukan di medan perang. Lalu ia mengingatkan kembali kepahlawanan yang nyata (menumpas musuh seperti Śeṣa dan kaum Vṛcīvant) dan berpuncak pada suasana ritual kependetaan, ketika para pelindung kerajaan menganugerahkan dakṣiṇā dengan murah hati, mengaitkan kuasa Indra dengan kemakmuran dan patronase

8 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya lineage; traditional attribution for much of Maṇḍala 6) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable; RV 6.27 predominantly Triṣṭubh)

Sukta 28

Sukta 6.28

RV 6.28, Go-sūkta termasyhur karya Bharadvāja, memberkahi kedatangan dan menetapnya sapi-sapi ke dalam goṣṭha (kandang/pekarangan sapi) sebagai sumber kemakmuran, sukacita, dan pertambahan. Himne ini memuji sapi sebagai pertanda mujur, beraneka wujud, pembawa daya berketurunan—terkait dengan cahaya laksana Uṣas dan kegagahan Indra—seraya memohon agar susu, kesuburan, dan perlindungan mereka senantiasa menyejahterakan rumah tangga dan upacara kurban.

8 mantras | Rishi: Bharadvāja (traditional for Maṇḍala 6; this hymn is the famous Go-sūkta in Book 6) | Devata: Go (Cows) / associated with Indra and Uṣas (symbolic powers of light and increase)

Chandas: Triṣṭubh (probable for RV 6.28.1)

Sukta 29

Sukta 6.29

Himne Triṣṭubh yang singkat ini mengarahkan para pemuja kepada Indra sebagai sekutu yang tepercaya (sakhā) dan dermawan yang perkasa, dipanggil untuk perlindungan serta pertolongan yang meluas. Pujian kepada Indra ditempatkan dalam kerangka kurban Soma—Soma yang telah diperas, hidangan yang disiapkan, dan uktha yang dilantunkan—sehingga ritus itu menjadi saluran bagi daya Indra yang tak terkalahkan untuk menghancurkan rintangan (Vṛtra) dan menundukkan kekuatan-kekuatan bermusuhan (Dasyu).

6 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (Mandala 6 default attribution) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 30

Sukta 6.30

Himne Indra yang singkat ini memuji daya kepahlawanan sang dewa yang terus bertambah serta kedermawanannya yang tak pernah gagal dalam menganugerahkan kekayaan dan kelimpahan. Ia mengingatkan kembali karya-karya kosmis Indra—membelah gunung, membuka air yang terhalang, dan menegakkan dunia-dunia—agar pemuja turut memperoleh keteguhan, kemenangan, dan kemakmuran.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (RV 6.30 Indra hymn) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable)

Sukta 31

Sukta 6.31

Himne Indra yang singkat ini memuji Indra sebagai satu-satunya penguasa kekayaan, yang menggenggam bangsa-bangsa dalam tangan-Nya dan dipuja di seluruh rumah, perairan, keturunan, dan Matahari. Himne ini mengingat kemenangan-kemenangan heroik-Nya bersama Kutsa melawan Śuṣṇa dan para penghalang lainnya dalam pencarian sapi/terang, lalu menutup dengan seruan agar Indra menaiki kereta-Nya, datang melalui jalan-jalan yang lebar, dan membuat panggilan sang pemuja terdengar dengan daya guna.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (RV 6.31 Indra hymn) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable)

Sukta 32

Sukta 6.32

Himne Triṣṭubh yang singkat karya Bharadvāja ini memuji Indra dengan ujaran yang baru ditempa, merayakan kekuatan-Nya yang tak tertahankan sebagai vajrin (pemegang wajra) dan purandara (penghancur benteng). Himne ini mengingat kemenangan Indra yang diraih bersama para resi yang terilhami dan para imam pembawa api, lalu memuncak pada pelepasan/perolehan air—lambang kehidupan, kesuburan, dan pencapaian tanpa rintangan.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 33

Sukta 6.33

Himne Triṣṭubh yang singkat kepada Indra ini memohon “mada” beliau yang paling dahsyat—ekstasi kepahlawanan yang membangkitkan daya—yang memungkinkan kemenangan, kelimpahan, dan kenikmatan yang benar. Himne ini mengingatkan pembunuhan Indra yang menentukan atas kekuatan-kekuatan penghalang dalam pertempuran, lalu menutup dengan doa memohon perlindungan-Nya bukan hanya bagi kebutuhan yang segera, melainkan juga “melampaui sana”, menuju keadaan surgawi yang jauh dan bercahaya.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 34

Sukta 6.34

Himne Trishtubh yang singkat ini menghimpun arus pujian yang purba namun senantiasa diperbarui, yang sekaligus “bermuara ke dalam” Indra dan juga “mengalir keluar dari” beliau sebagai ilham yang meluas. Himne ini menegaskan ketakterhabisan Indra—tiada pikiran atau kata yang dapat menuntaskan penggambaran tentang beliau—seraya mengingat kemenangan arketipal beliau atas Vṛtra sebagai jaminan perlindungan, pertambahan, dan kepenuhan hidup bagi sang pemuja.

5 mantras | Devata: Indra

Chandas: Trishtubh (probable for RV 6.34)

Sukta 35

Sukta 6.35

Himne Indra yang singkat ini merupakan rangkaian permohonan yang mendesak: sang penyair berulang kali bertanya “kapan?” Indra akan memberdayakan brahman (sabda ilham), memperkaya stotra/stoma (nyanyian pujian), dan datang memenuhi panggilan sang pelaksana yajña. Puncaknya adalah tindakan khas Indra—membuka paksa benteng yang tertutup rapat—agar “Sapi pemerah yang bercahaya” (citra kelimpahan yang terang) tidak mengering, dan agar daya-daya Angiras di dalamnya digerakkan untuk segera menyingkap harta kekayaan yang tersembunyi.

5 mantras | Devata: Indra

Chandas: Trishtubh (probable for RV 6.35)

Sukta 36

Sukta 6.36

Himne singkat karya Bharadvāja ini memuji Indra sebagai sumber kegairahan, kekayaan, dan daya kemenangan yang senantiasa hadir bagi mereka yang teguh berpijak di bumi. Ia melukiskan segala kekuatan dan kidung pujian berhimpun kepada Indra laksana sungai-sungai bermuara ke samudra, lalu ditutup dengan permohonan yang akrab agar Ia mendengar persembahan dan menopang para pemuja dengan kekuatan yang terus diperbarui sepanjang segala zaman.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (Bharadvāja family) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable; not mechanically verified here)

Sukta 37

Sukta 6.37

Himne Triṣṭubh yang singkat ini memanggil Indra agar segera datang dengan kereta pembawa segala anugerah, ditarik oleh kuda-kuda berwarna keemasan kecokelatan, untuk bergabung dengan para penyair dalam perjamuan soma yang penuh ekstasi (sadhāmāda). Himne ini memuji Indra sebagai pemberi kekuatan yang teguh dan tahan lama serta sebagai pembunuh Vṛtra yang pasti, agar kelimpahan, ujaran yang terilhami, dan daya kemenangan terjamin bagi para pemuja.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (Bharadvāja family) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable; not mechanically verified here)

Sukta 38

Sukta 6.38

Himne Indra yang singkat ini mengangkat sebuah “indra-hūti” yang bercahaya (seruan/panggilan kepada Indra), memohon agar sang dewa membawa serta pikiran yang terilhami dari umat dan memenangkan bagi mereka anugerah serta perlindungan. Himne ini memuji Indra sebagai yang lahir sejak purba dan tak menua, sebagai pusat tempat mantra (brahman) dan nyanyian (giraḥ) berpadu, lalu memuncak pada undangan yang mendesak agar ia menolong dalam pertempuran melawan Vṛtra, “Sang Penutup” kosmis.

5 mantras | Rishi: unknown (Book 6 generally Bharadvāja; not specified in input) | Devata: Indra (via indra-hūti; hymn is Indra-focused)

Chandas: likely Triṣṭubh (not verified from input alone)

Sukta 39

Sukta 6.39

Kidung singkat ini memuji Indra (dengan selubung cahaya Soma/Indu) sebagai raja purba yang menyalakan ujaran ilham, menerangi putaran malam dan fajar, serta memberdayakan nyanyian sang resi. Kidung ini memohon agar ia menambah “iṣaḥ”—dorongan kelimpahan dan inspirasi ilahi—dan menggerakkan daya-daya penopang hidup: air, tumbuhan penyembuh, hutan yang subur, cahaya ternak sapi, kuda, dan kekuatan manusia, demi kemakmuran pemuja serta tuturan yang tepat.

5 mantras | Rishi: unknown | Devata: likely Indra (continuity with surrounding Indra hymns; explicit ‘deva’ here)

Chandas: likely Triṣṭubh (not verified from input alone)

Sukta 40

Sukta 6.40

Himne Indra yang singkat ini merupakan undangan mendesak agar sang dewa datang ke kurban ketika Agni dinyalakan dan Soma diperas, untuk minum dan bersukacita. Penyair memohon Indra melepaskan kuk dan duduk bersama rombongan pemuja, menganugerahkan kekuatan, “jalan lintas yang baik” (suvitā), serta perlindungan. Sekalipun Indra jauh di surga atau di singgasana tersembunyinya sendiri, ia tetap dimohon menjaga ritus itu bersama para Marut.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for 6.40) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable)

Sukta 41

Sukta 6.41

Himne Indra yang singkat ini mengundang dewa pemegang Vajra untuk mendekati yajña tanpa amarah dan meminum Soma yang baru diperas, yang “mengalir jernih” baginya. Himne ini memuji Soma sebagai tetes pemberi daya yang telah disiapkan bagi kekuatan Indra, serta memohon agar Indra, yang bersukacita oleh persembahan, menganugerahkan perlindungan dalam pertikaian dan di tengah suku-suku.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for 6.41) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (probable)

Sukta 42

Sukta 6.42

Himne Indra yang singkat ini mendesak komunitas ritual untuk membawa Soma dan segala “kelimpahan” kepada Nár sang pahlawan—Indra sebagai daya yang melaju lurus, mencapai tujuan, dan tidak pernah tertinggal. Himne ini mengaitkan persembahan dan pujian yang tepat dengan pengetahuan Indra yang terjaga serta pertumbuhan yang berani, dan memohon perlindungannya terhadap ujaran bermusuhan, kutukan, dan serangan atas sang pelaksana kurban.

4 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition. | Devata: Indra (heroic 'nár' as Indra/Indra-like power; hymn is Indra-oriented in this sequence).

Chandas: Jagatī (probable; longer cadence typical—exact syllable count should be verified against a critical text).

Sukta 43

Sukta 6.43

Himne Indra yang singkat ini merupakan undangan Soma yang padat, mengingatkan kembali tindakan-tindakan kepahlawanan Indra—menundukkan Śambara demi Divodāsa, membebaskan “sapi/sinar” dari batu, dan menegakkan daya kemenangan pada sang dermawan pelindung. Setiap bait berporos pada seruan bak refrein: “Inilah Soma bagimu, wahai Indra, yang telah diperas: minumlah,” yang menghubungkan pujian (stuti) secara langsung dengan persembahan (havis). Tujuannya ialah menarik Indra ke pemerasan Soma, memperbarui kegairahan/kemabukan ilahinya (mada), serta menjamin perlindungan, kemenangan, dan kelimpahan bagi pelaksana yajña dan sang patron.

4 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition. | Devata: Indra.

Chandas: Gāyatrī (likely; refrain-like structure; verify by syllable count in critical edition).

Sukta 44

Sukta 6.44

RV 6.44 adalah himne Indra yang penuh daya, ketika resi tradisi Bharadvāja mempersembahkan Soma yang baru diperas sebagai pemabuk-sukacita tertinggi bagi Indra, memuji-Nya sebagai raja yajña dan pemberi kekayaan, kemenangan, serta daya bercahaya. Himne ini berulang kali mengaitkan “madhu/mada” (kegirangan yang memabukkan) dari Soma dengan karya Indra yang menopang dunia—membuka jalan, menguatkan kereta perang, dan menegakkan tatanan kosmis yang menyangga Langit dan Bumi.

24 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition (Mandala 6 is predominantly Bharadvāja) | Devata: Indra (with Soma as the empowering offering/power)

Chandas: Triṣṭubh (probable for RV 6.44; confirm against pada count in critical editions)

Sukta 45

Sukta 6.45

Kidung ini memuji Indra sebagai sahabat muda dan penyelamat, yang menuntun kaum-kaum keluar dari bahaya serta menjawab panggilan sang penyair dengan perlindungan dan anugerah. Kidung ini merajut ingatan kepahlawanan (bimbingan Indra dahulu atas Turvaśa dan Yadu), permohonan pertolongan pada masa kini, dan dānastuti penutup yang merayakan kedermawanan pelindung—menunjukkan bahwa kuasa ilahi dan pemberian manusia bersama-sama menopang ṛta dan kemakmuran.

33 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for Maṇḍala 6) | Devata: Indra

Chandas: Gāyatrī (probable for RV 6.45 opening; requires verification)

Sukta 46

Sukta 6.46

Kidung Indra karya Bharadvāja ini memanggil dewa sebagai “tuan sejati” yang pasti dalam setiap rintangan (vṛtra) dan pada setiap titik balik perjalanan, memohon kemenangan, kekuatan, serta perolehan vāja (daya, hadiah, kelimpahan). Kidung ini mengingat kembali bagaimana Indra membagikan daya kepahlawanan kepada garis-garis keturunan manusia yang termasyhur, dan memohon agar kuasa penakluk yang sama dianugerahkan kepada komunitas sang penyanyi untuk menundukkan musuh dalam pertempuran. Bagian penutup beralih pada citra yang cepat laksana aliran sungai: kekuatan-kekuatan berkumpul menuju panggilan, menandakan kemampuan Indra untuk menghimpun, memulihkan, dan menuntun energi-energi menuju cahaya.

14 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for RV 6.46) | Devata: Indra

Chandas: Triṣṭubh (common for Indra hymns in Book 6)

Sukta 47

Sukta 6.47

Himne Triṣṭubh karya Bharadvāja ini memuji Indra sebagai pejuang yang tak tertahankan; ketika dikuatkan oleh Soma, ia menang dalam pertempuran batin maupun lahir. Uraiannya bergerak dari manis dan daya ampuh Soma yang telah diperas menuju kedahsyatan Indra yang menggelora di tengah kaum-kaum manusia, lalu berpuncak pada doa memohon perlindungan, kekuatan yang terkoordinasi, dan kemenangan dalam pertempuran yang dipimpin kereta perang.

31 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for RV 6.47) | Devata: Indra (with Soma as empowering medium)

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 48

Sukta 6.48

Kidung ini terutama memuliakan Agni Jātavedas sebagai penerima kurban yang senantiasa diperbarui, dipuji “persembahan demi persembahan” dan “kata demi kata”, yang membawa kecakapan (dakṣa), keselarasan, dan gerak maju yang mujur bagi pemuja. Sepanjang uraian, kidung ini meluas menjadi visi kosmis-ritual: ilham yang menyehatkan rombongan Marut, serta penutup berupa renungan tentang pendirian langit dan bumi yang unik, sekali untuk selamanya, dan “pemerahan” purba atas nutrisi dari prinsip Keibuan (Pṛśnī). Tujuannya ialah menegakkan Agni sebagai sahabat perantara dan sang pengetahu yang abadi, yang mengusung ritus, melindungi, dan menyelaraskan tindakan manusia dengan penataan pertama dunia.

22 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Agni (Jātavedas)

Chandas: Gāyatrī (probable for 6.48 opening; requires metrical verification)

Sukta 49

Sukta 6.49

Himne ini merupakan invokasi yang luas, dimulai dengan Mitra–Varuṇa—para penjaga ṛta (tatanan kosmis) dan laku benar—dimohon agar datang, mendengar, dan menganugerahkan perlindungan yang mujur, bersama daya efektif Agni. Lalu doa ini berkembang menjadi permohonan kepada banyak dewa (termasuk Pūṣan sebagai penuntun jalan), memohon ujaran yang terilhami, perjalanan yang selamat, “arus-arus” dukungan yang bercahaya, dan pada akhirnya kemakmuran yang lestari, tempat tinggal yang aman, serta kemenangan atas permusuhan kaum tanpa dewa.

15 mantras | Devata: Mitra-Varuṇa (and Agni as included power)

Sukta 50

Sukta 6.50

RV 6.50 adalah invokasi perlindungan yang luas, menghimpun Aditi dan para Āditya—terutama Varuṇa, Mitra, dan Aryaman—bersama Agni, Savitṛ, dan Bhaga, memohon anugerah, penjagaan, dan kesejahteraan. Kidung ini bergerak dari pemanggilan dan pujian yang khidmat menuju permohonan yang konkret akan naungan, tatanan yang benar, serta karunia yang mujur, lalu ditutup dengan rujukan-diri keluarga Bharadvāja yang memeteraikan tindakan pemujaan bersama komunitas

15 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for RV 6.50) | Devata: Aditi and the Ādityas (Varuṇa, Mitra, Aryaman) with Agni, Savitṛ, Bhaga (multi-devatā invocation)

Chandas: Tr̥ṣṭubh (probable)

Sukta 51

Sukta 6.51

Kidung ini memuji Mitra dan Varuṇa sebagai penjaga ṛta (tatanan kosmis), seraya memohon “Mata” mereka yang melihat luas (motif penglihatan surya) yang menyingkap kebenaran dan menuntun laku manusia. Kidung ini memohon para Āditya melindungi pemuja dari kesalahan, permusuhan, dan kekacauan, serta menuntun komunitas ke jalan yang aman dan mujur, berujung pada kesejahteraan (svasti) dan kelimpahan.

16 mantras | Rishi: Bharadvāja (traditional attribution for RV 6.51) | Devata: Mitra-Varuṇa (Ādityas), with solar ‘Eye’ motif

Chandas: Triṣṭubh (probable; verify by metrical count in critical edition)

Sukta 52

Sukta 6.52

Himne kepada Viśve Devāḥ (Para Dewa Semua) ini menghimpun segenap bala ilahi agar mendengar ujaran sang penyair, melindungi upacara, dan menganugerahkan kesejahteraan bagi pelaksana yajña. Nada polemis yang tajam mengalir sepanjangnya: brahma-dviṣ (pembenci sabda suci) serta pemberi persembahan yang tersesat atau melampaui batas harus ditekan dan dibuat jatuh menjauh dari jalan. Sukta ini berpuncak pada adegan undangan resmi di hadapan Agni yang telah dinyalakan, ketika Para Dewa Semua dimohon bersukacita atas persembahan dan atas sidang suci komunitas.

16 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition (Mandala 6 affiliation; hymn to Viśve Devāḥ) | Devata: Viśve Devāḥ (All the Gods) with polemical focus against the brahma-dviṣ (hater of sacred word) across the hymn

Chandas: Triṣṭubh (dominant in Mandala 6; this verse conforms to triṣṭubh cadence)

Sukta 53

Sukta 6.53

Himne ini menyeru Pūṣan sebagai Pathaspati, Penguasa jalan-jalan, agar mengikatkan daya penuntun-Nya pada pikiran sang resi, demi perjalanan yang selamat, arah yang benar, dan perolehan nafkah. Himne ini juga memohon Pūṣan untuk menembus dan menyingkap kekayaan yang ditimbun oleh Paṇi (si penahan), membawa harta “terkasih” yang tersembunyi ke dalam kepemilikan sah pemuja. Sukta ini berpuncak pada doa bagi ilham (dhī) yang menang dan gagah-perkasa, yang memperoleh sapi, kuda, serta kelimpahan daya hidup untuk dinikmati dan dipersembahkan.

10 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition (Mandala 6 attribution) | Devata: Pūṣan (Pathaspati)

Chandas: Gayatri (likely; short 3×8 pattern—needs verification)

Sukta 54

Sukta 6.54

Himne ini memanggil Pūṣan sebagai penuntun bijaksana yang menuntun pemuja di jalan yang lurus, melindungi musafir dan pelaku yajña, serta mengembalikan apa yang hilang. Sepanjang sepuluh mantra, sang penyair memohon bimbingan yang benar, perjalanan yang selamat, dan penyertaan aktif sang dewa—baik dalam pemerasan Soma maupun dalam perjalanan hidup. Sukta ini berpuncak pada citra perlindungan: Pūṣan melingkupi sang bhakta dengan tangan kanannya dan membawa kembali yang lenyap atau dicuri

10 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition | Devata: Pūṣan

Chandas: Gāyatrī/Anuṣṭubh-like short meter (probable; verify metrically)

Sukta 55

Sukta 6.55

Himne singkat ini terutama memuji Pūṣan sebagai penuntun dan pelindung gerak yang benar menurut ṛta, dipanggil untuk “datang” dan menjadi kusir yang menuntun pemuja dengan selamat. Ia memadukan citra perjalanan dan pemasangan kuk—Pūṣan dengan kereta yang ditarik kambing—dengan permohonan yang lebih dalam: pembebasan dari belenggu/keterikatan serta bimbingan yang makmur dan bercahaya bagi jalan-jalan kehidupan.

6 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition (Mandala 6 attribution) | Devata: Unclear from provided excerpt alone; dual address (vām) with ‘napāt’ and ‘āghṛṇe’ suggests a paired power; often such epithets can touch Pūṣan/Agni/Sūrya lineages—requires confirmation from full sukta 6.55 header in a critical index

Chandas: Triṣṭubh (probable; confirm in critical edition)

Sukta 56

Sukta 6.56

Himne singkat kepada Pūṣan ini memohon tuntunan, perlindungan, dan kesejahteraan yang utuh, menegaskan bahwa sang dewa tidak dapat digenggam oleh sekadar nama atau label, melainkan oleh pengenalan yang sejati dan relasi yang dihayati. Nyanyian bergerak dari penegasan bahwa Pūṣan melampaui uraian lahiriah menuju permohonan agar maksud pemuja berhasil terpenuhi, lalu ditutup dengan berkat yang tegas demi keselamatan dan keutuhan, hari ini dan esok.

6 mantras | Rishi: Bharadvāja | Devata: Pūṣan

Chandas: Triṣṭubh (contextual; verify)

Sukta 57

Sukta 6.57

Himne singkat ini memanggil Indra dan Pūṣan bersama-sama sebagai sekutu bersahabat yang menjamin svasti (kesejahteraan yang aman) dan vājasāti (perolehan kekuatan, kelimpahan, dan keberhasilan). Himne ini mengingat Indra—yang bertindak menurut r̥ta—membebaskan dan menuntun perairan besar, dengan Pūṣan menyertai sebagai penuntun jalan; dan ditutup dengan “membangunkan” Pūṣan laksana kusir yang mengencangkan tali kekang, agar perjalanan berlangsung lurus dan selamat.

6 mantras | Rishi: Bharadvāja | Devata: Indra and Pūṣan (dual invocation)

Chandas: Gāyatrī (likely, given brevity; exact confirmation requires syllable count)

Sukta 58

Sukta 6.58

Himne singkat ini kepada Pūṣan memuji beliau sebagai penuntun berdaya banyak, yang wujud-wujudnya bercahaya dan patut dipuja melindungi segala jalan dan segala pekerjaan melalui tatanan bawaan dirinya sendiri (svadhā). Pūṣan digambarkan bergerak dalam “wahana bejana emas” melintasi laut dan ruang antara, menjalankan misi Sūrya, dan berpuncak pada perannya sebagai kerabat yang menghubungkan langit dan bumi serta penguasa iḷā (seruan/invokasi yang terilhami), yang membawa pemberian yang membawa berkah dan perjalanan yang aman.

4 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) (Mandala 6 convention) | Devata: Pūṣan

Chandas: Jagatī (probable due to length; requires metrical verification)

Sukta 59

Sukta 6.59

Himne ini memuji kekuatan berpasangan Indra dan Agni sebagai para pemenang bersama dalam kurban Soma—Indra sebagai daya penakluk, dan Agni sebagai kehendak kependetaan yang menyala-nyala yang mengantarkan persembahan. Himne ini mengingat kembali perbuatan-perbuatan purba mereka dan memakai citra bergaya teka-teki untuk menyiratkan bahwa energi ilahi mereka dapat membalikkan keterbatasan; lalu mengundang mereka datang dan meminum Soma yang telah diperas, sambil meninggikan kidung pujian dan sang pelaksana kurban.

10 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) | Devata: Indrāgnī (dual deity)

Chandas: Triṣṭubh (probable; requires metrical verification)

Sukta 60

Sukta 6.60

RV 6.60 menyeru kekuatan berpasangan Indrāgnī, dengan Indra ditonjolkan sebagai pembunuh Vṛtra dan Agni sebagai daya pendamping yang membuat kemenangan menjadi efektif dalam yajña. Himne ini memohon kedua pahlawan itu datang dengan pasukan/kereta penarik yang tangkas, menerima persembahan, dan mencurahkan kepada pemuja kekuatan, kelimpahan, serta energi kemenangan. Yajña digambarkan sebagai titik pertemuan tempat kedahsyatan ilahi (Indra) dan api suci/pencerahan (Agni) bersatu untuk mematahkan rintangan dan menambah vāja (daya menang).

15 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) | Devata: Indrāgnī (with Indra foregrounded as Vṛtra-slayer, Agni as co-power)

Chandas: Triṣṭubh (probable for RV 6.60 opening; cadence suggests triṣṭubh)

Sukta 61

Sukta 6.61

Himne ini memuji Sarasvatī sebagai sungai perkasa pemberi kehidupan dan sebagai daya ilahi yang menganugerahkan kekuatan, kemenangan, serta kelimpahan kepada para dermawan pelindung dan pelaksana yajña yang layak. Ia mengingat daya-Nya yang meremukkan rintangan dan menaklukkan kuasa penimbun (Paṇi), seraya memohon agar aliran-Nya yang menyejahterakan menuntun komunitas menuju tempat tinggal yang subur dan mujur, serta menjauhkan dari kerugian yang gersang dan tandus.

14 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition (traditional attribution for RV 6.61 to Bharadvāja) | Devata: Sarasvatī

Chandas: Trishtubh (common for narrative/praise in this mandala; verse-level confirmation may vary)

Sukta 62

Sukta 6.62

Kidung ini memanggil pasangan Aśvin pada fajar sebagai pembuka jalan yang tangkas—daya-daya yang meluaskan ruang-ruang langit, menyingkirkan batas-batas yang menyempitkan, dan menuntun pemuja ke jalan-jalan yang mujur. Ia mengingatkan penyelamatan mereka yang termasyhur (terutama Bhujyu dari samudra) untuk menegaskan kemampuan mereka mengangkat makhluk dari bahaya dan kegelapan menuju keselamatan, cahaya, dan kemakmuran. Sang resi menutup dengan memohon agar mereka datang dengan kekuatan-kekuatan yang telah dipasangkan/diikat kuknya dari segala alam, dan membuka bahkan “kandang sapi” harta bercahaya yang tertutup rapat bagi sang penyanyi pujian.

11 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Aśvinau (the twin divine healers/rescuers, lords of swift luminous movement)

Chandas: Jagatī (probable for RV 6.62 opening; long pādas typical of jagatī in Aśvin hymns)

Sukta 63

Sukta 6.63

Kidung ini memanggil Aśvin (Nāsatyā), sepasang kembar ilahi yang tangkas, agar memalingkan kereta mereka menuju sang pemuja dan menerima pujian persembahan sebagai panggilan laksana utusan. Kidung ini merayakan kemilau mereka yang bercahaya dan tampak nyata serta pertolongan mereka yang membawa kebaikan—terutama kuasa mereka menghadirkan pemeliharaan, perlindungan, dan kesejahteraan—dan berpuncak pada doa singkat agar berdiam dalam keluasan anugerah mereka yang penuh kasih, bersama para dermawan yang murah hati

11 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya | Devata: Aśvinau (Nāsatyā)

Chandas: Triṣṭubh (probable; verify in critical edition)

Sukta 64

Sukta 6.64

Himne Uṣas (Fajar) yang singkat ini memuji Fajar sebagai pembangkit yang cemerlang, terbit laksana gelombang-gelombang berkilau, menggerakkan semua makhluk, dan menjadikan jalan-jalan dunia “baik untuk dilalui.” Ia mengaitkan datangnya cahaya dengan kemajuan yang menempuh arah benar—kemakmuran, pemberian yang dermawan (dakṣiṇā), serta perjalanan hidup yang selamat bagi pemuja.

6 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) (traditional for this hymn cluster in Maṇḍala 6) | Devata: Uṣas (Dawn)

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 65

Sukta 6.65

Kidung singkat kepada Uṣas (Fajar) ini menyambut Sang Putri yang lahir dari Langit ketika ia terbit, membangunkan kediaman manusia, dan mengusir kegelapan yang panjang. Sang penyair memohon agar ia membawa anugerah pada waktunya—kekayaan, keturunan/tenaga kepahlawanan, dan kemasyhuran yang luas serta lestari—sebagaimana dahulu ia berkenan kepada garis Bharadvāja pada masa purba.

6 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition | Devata: Uṣas (plural imagery may appear later, but devatā is Dawn)

Chandas: Triṣṭubh (probable; confirm in edition)

Sukta 66

Sukta 6.66

Himne ini memuji rombongan Marut sebagai putra-putra Rudra yang garang dan cemerlang—dewa-dewa badai yang melesat dengan daya menggelegar, mengguncang serta seakan “memasang kuk” pada dua dunia, langit dan bumi. Melalui citra Pṛśni sebagai Ibu-Sapi yang melimpah, sang penyair menghadirkan kelahiran, pemeliharaan, dan sari terang mereka yang dilepaskan demi manfaat manusia. Tujuan sukta ini sekaligus memuja dan mengundang: menarik Marut datang ke yajña, agar kekuatan, perlindungan, dan dorongan kemenangan mereka memberdayakan sang pemuja.

11 mantras | Rishi: Bharadvāja (Book 6 family attribution) | Devata: Marut-gaṇa (with Pṛśni as their mother in the hymn’s imagery)

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 67

Sukta 6.67

Himne ini memuji Mitra dan Varuṇa sebagai penegak ṛta (kebenaran/tatanan kosmis) yang utama, yang mengikat manusia “laksana tali kekang” dan menopang kedaulatan, waktu, serta kestabilan langit dan bumi. Himne ini memohon perlindungan mereka yang tak pernah gagal, pemerintahan yang tertib, dan gerak maju yang menang dari daya-daya bercahaya dalam pergulatan hidup. Secara keseluruhan, ini adalah doa bagi kohesi sosial, pemerintahan yang benar, dan keselarasan batin dengan kebenaran.

11 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for 6.67 Mitra-Varuṇa hymn) | Devata: Mitra-Varuṇa

Chandas: Triṣṭubh (standard for many 6th maṇḍala hymns; probable here)

Sukta 68

Sukta 6.68

Himne Triṣṭubh dari tradisi garis Bharadvāja ini memanggil dwidaya Indra–Varuṇa sebagai penjaga bersama atas daya kemenangan dan tatanan benar yang berlandaskan ṛta. Kurban dipaparkan telah siap dan “berpaling menuju” mereka, memohon iṣ (dorongan/impuls), sumná (anugerah), perlindungan dalam pertikaian, serta kemakmuran yang meluas (rayi). Himne ini berulang kali memadukan kedahsyatan Indra sang pembunuh rintangan dengan kedaulatan Varuṇa yang bertumpu pada ṛta, sehingga keberhasilan bermakna hanya bila selaras dengan Kebenaran.

11 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) tradition (Sukta 6.68). | Devata: Indra–Varuṇa (dual).

Chandas: Triṣṭubh.

Sukta 69

Sukta 6.69

Kidung ini menyeru dwidewa Indra dan Viṣṇu sebagai sekutu yang tak terpisahkan, yang bersama-sama mengantar pelaksana yajña menyeberangi “pantai jauh” dari kerja berat dan pertikaian. Kidung ini memohon agar keduanya berkenan pada yajña, mendengar brahman sang penyair (ucapan formulatif), menganugerahkan kekayaan dan perlindungan, serta menegaskan kuasa mereka yang tak terkalahkan—kuasa yang menata tatanan dunia.

7 mantras | Rishi: Bharadvāja (traditional for Mandala 6). | Devata: Indra-Viṣṇu (dual).

Chandas: Triṣṭubh.

Sukta 70

Sukta 6.70

Kidung ini memuji Dyāvā–Pṛthivī—Langit dan Bumi—sebagai Orang Tua yang bercahaya dan menyejahterakan, yang menopang segala dunia serta memelihara kehidupan. Keteguhan dan kesuburan keduanya dikatakan berdiri “menurut dhárman Varuṇa”, yakni hukum kosmis yang menjaga kedua ranah tetap terpisah dengan tepat namun selaras. Sang resi memohon agar keduanya menambah pada pemuja daya pemelihara (ūrj), kekuatan/kejayaan (vāja), dan kepenuhan kemakmuran (rayi), agar yajña berhasil.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) | Devata: Dyāvāpṛthivī (Heaven and Earth), with Varuṇa’s dhárman as governing principle

Chandas: Jagatī

Sukta 71

Sukta 6.71

Himne enam bait ini memuji Savitṛ sebagai Sang Pendorong ilahi, yang bangkit dan merentangkan lengan-lengan emas-Nya, menggerakkan tatanan kosmis melintasi segala alam. Himne ini memohon agar Ia mengurapi dan memberdayakan kurban yajña, menganugerahkan kemakmuran kepada pemuja yang dermawan, serta mengaruniakan “yang diidamkan” hari demi hari melalui pikiran yang terilham dan niat yang benar.

6 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya) | Devata: Savitṛ (Savitar)

Chandas: Triṣṭubh

Sukta 72

Sukta 6.72

Himne Triṣṭubh yang singkat ini memuji kekuatan berpasangan Indra dan Soma sebagai para pembentuk purba, yang menyingkapkan Matahari dan menghantam kegelapan batin maupun lahir. Ia mengingatkan kembali tindakan kepahlawanan mereka: membunuh Vṛtra dan membebaskan air, meluaskan sungai-sungai dan samudra. Pada akhirnya, kemenangan kosmis itu diubah menjadi anugerah bagi manusia—menganugerahkan daya penolong, kegagahan lelaki, dan kuasa penentu kemenangan dalam pertempuran bagi rakyat.

5 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for Mandala 6); hymn to Indra-Soma | Devata: Indra and Soma (dual)

Chandas: Triṣṭubh (probable; typical for heroic Indra hymns and cadence here)

Sukta 73

Sukta 6.73

Himne Triṣṭubh yang singkat ini memuji Bṛhaspati sebagai yang “terlahir pertama” dari Ṛta, pemecah rintangan berbatu, penghancur benteng-benteng, dan pemenang ruang, air, cahaya, serta ternak bagi pemuja yang berjuang. Ia menampilkan beliau sebagai daya kependetaan yang menang, yang aumannya menjangkau kedua dunia, dan “arka” (nyanyian pujian bercahaya) beliau sendiri menjadi senjata melawan permusuhan. Tujuan sūkta ini ialah memanggil Bṛhaspati demi terobosan, perlindungan dalam pertikaian, dan perolehan kemakmuran melalui pemanggilan yang benar.

3 mantras | Rishi: Bharadvāja Bārhaspatya (traditional for this Bṛhaspati hymn cluster) | Devata: Bṛhaspati

Chandas: Triṣṭubh (probable)

Sukta 74

Sukta 6.74

RV 6.74 adalah kidung singkat tentang penyembuhan dan perlindungan kepada dwidewa Soma–Rudra, memohon agar keduanya menegakkan “asuryá” batin—vitalitas bercahaya yang bersifat tuan/berdaulat—menerima persembahan, dan membawa kesejahteraan bagi makhluk berkaki dua maupun berkaki empat. Kidung ini berdoa agar obat-obatan ditanamkan ke dalam tubuh, agar ikatan kesalahan dan derita-penyakit dilonggarkan, dan agar dibebaskan dari jerat Varuṇa; ditutup dengan permohonan akan penjagaan dan kemurahan hati yang berkelanjutan

4 mantras | Rishi: Bharadvāja (Bārhaspatya lineage) (traditional attribution for Maṇḍala 6; this hymn addressed to Soma-Rudra) | Devata: Soma-Rudra (dual deities as healing and protective powers)

Chandas: Triṣṭubh (probable for RV 6.74; requires full hymn metrical scan for absolute confirmation)

Sukta 75

Sukta 6.75

RV 6.75 adalah kidung perlindungan perang yang “menguduskan/menahbiskan” perlengkapan sang pejuang—zirah, busur, anak panah, serta perlengkapan kereta perang—agar ia memasuki pertempuran diselubungi perisai daya yang tak tertembus. Kidung ini bergerak dari citra medan laga yang gamblang menuju perlindungan berlapis yang dipohonkan dari berbagai daya ilahi, dan berpuncak pada penegasan bahwa perlindungan tertinggi adalah brahman itu sendiri: Sabda suci sebagai zirah batin

19 mantras | Rishi: Bharadvāja (traditional for RV 6.75, the ‘armor/bow’ hymn) | Devata: Weapons/Armor (Varman), martial protection (often treated as addressed power rather than a personal god)

Chandas: Triṣṭubh (common for this sukta; exact scan recommended)

Frequently Asked Questions

Mandalas 2–7 are termed “family books” because each is largely attributed to a single priestly lineage. Mandala 6 is associated with the Bharadvāja (Bārhaspatya) family of seers and preserves their characteristic ritual and heroic style.

Indra is the central deity, often invoked to the Soma-pressing as the swift, ancient king who grants protection, cattle, and victory. Many hymns carry a martial, triumphal tone, while select hymns to Varuṇa emphasize ṛta (cosmic order), bonds of guilt, and release through divine mercy.

Within an otherwise Indra-heavy book, the Varuṇa hymns stand out for their ethical and juridical vocabulary—ṛta, oath, offense (āgas), and the loosening of bonds (pāśa). They provide a complementary vision of kingship and governance: not only victory in battle, but also right order and accountability under divine law.

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App