Opening the text

Tema utama: Siklus sūkta untuk Indra demi kemenangan (sāti), perlindungan, dan kemakmuran melalui pujian yang ditopang soma. Subtema: (1) Memanggil Indra dari segala penjuru dan tiga ranah—bumi, ruang antara, dan langit—untuk memastikan keberhasilan. (2) Menjadikan teladan mitis sebagai perlindungan kini, membuat musuh gemetar ketakutan. (3) Daya guna ritus: pemerasan soma dan stotra bersama sebagai penggerak perolehan. (4) Motif kekayaan: sapi, kuda, keamanan tempat tinggal, serta kelimpahan yang dibagikan (gaya). (5) Menangkal ujaran bermusuhan, para pencela, dan persaingan dalam ajang tanding.
AV 20.61 adalah Indra-stuti yang bersumber dari RV, dipakai sebagai stotra bergaya saṃgraha dalam pelantunan śrauta, untuk mengintensifkan kehadiran Indra melalui pujian yang tersusun indah (gīr/uktha/stoma). Dalam enam bait, kidung ini merayakan kemabukan-sukacita Indra oleh soma, daya yang memenangkan pertempuran, serta kedaulatan yang meliputi seluruh dunia; sambil memohon agar ia mendekat dan menganugerahkan kemenangan, kesinambungan ritus, serta perolehan perairan yang menopang kehidupan. Daya himne ini terutama bersifat performatif: pemujaan yang tepat dan seturut tradisi akan “mencerahkan” sang dewa dan mengaktifkan pertolongannya bagi sang patron dan bagi kurban.
AV 20.62 adalah pujian kepada Indra bergaya Rigveda yang diadopsi ke dalam Atharvaveda, bertujuan memohon pertolongan Indra yang gemilang demi vāja—keberhasilan dalam persaingan, kemenangan meraih hadiah, serta perlindungan bagi rombongan pemuja yang memanggil-Nya. Himne ini memuji Indra sebagai tiada tanding dan penegak tatanan dunia (pembawa cahaya, penakluk), lalu menyalurkan keunggulan itu menjadi kemenangan yang nyata: menyingkirkan rintangan (vṛtrāṇi) dan maju ke depan dengan kemasyhuran.
AV 20.63 adalah himne pujian kepada Indra (berasal dari RV dan dimasukkan ke dalam Atharvaveda Buku 20) yang mengubah teladan-mitos tentang tindakan-tindakan pendahulu Indra menjadi perlindungan yang dapat dipakai sekarang: musuh dibuat gemetar, dan pemohon dibawa selamat melintasi bahaya. Daya himne ini terletak pada “contoh-contoh pemaksa” — penghinaan Indra terhadap para penghalang serta penyelamatan “melintasi laut” — yang diterapkan kembali sebagai kemanjuran rakṣā (penangkal–pelindung) dan abhicāra (penundukan/pemaksaan) bagi pelantun dan komunitasnya.
AV 20.64 adalah pujian kepada Indra (Indra-stuti) yang diambil dari bahan puji-pujian Ṛgveda, dipakai untuk menarik Indra mendekat sebagai pelindung yang welas asih, melingkupi dari segala arah, dan penganugerahi kemenangan. Himne ini menegaskan daya Indra melalui idiom kurban Soma—mengundangnya sebagai “tuan langit” dan “tuan hadiah/ganjaran,” agar kekuatan, kemasyhuran, dan kemantapan bertambah bagi komunitas ritual. Dalam penerapan Atharvaveda, ia berfungsi sebagai himne śānti/paustika (dan secara sekunder sebagai rakṣā), meneguhkan keberuntungan si pelaksana kurban dengan menyelaraskan diri pada daya Indra yang menaklukkan dan memecah rintangan
AV 20.65 adalah stuti Indra singkat yang bersumber dari Rigveda, yang menggerakkan komunitas ritual untuk memuji Indra sebagai daya kepahlawanan tiada banding, pemberi kekayaan berupa ternak-sapi dan kemenangan. Himne ini membingkai kemanjuran yajña melalui ujaran yang “manis” (sabda menakjubkan), lalu berpuncak pada pengangkatan dakṣiṇā (anugerah/persembahan hadiah dalam kurban) secara tafsiriah sebagai sesuatu yang meresapi segalanya laksana cahaya—kelimpahan Indra yang tak terukur, dibuat dapat diraih melalui ritus.
AV 20.66 adalah Indra-stuti singkat yang diambil dari konteks pujian Rigveda (untuk ketepatan perlu rujukan sumber RV), ditujukan untuk memperoleh kekayaan yang dapat dibagikan (gaya), kemakmuran yang kaya kuda, serta daya-kemenangan bagi sang patron yang memberi. Himne ini memadukan pujian yang tertata dan terindeks dengan benar (“yang kesembilan, yang kesepuluh”) dengan fungsi pelindung Indra yang menyapu bersih Nirṛti (malapetaka/kebinasaan), menegakkan pemurnian yang berkelanjutan dan keberuntungan perang yang mantap.
AV 20.67 adalah kidung soma yang diturunkan dari Rigveda (karena itu atribusi sumber RV diperlukan demi ketepatan), yang membingkai kemakmuran dan kemenangan sebagai ganjaran wajar dari pemerasan dan persembahan soma yang benar: pemeras soma memperoleh kediaman yang aman, kekayaan yang terus bertambah, serta penumbangan kekuatan-kekuatan yang memusuhi. Indra diseru sebagai pemberi yang menentukan bagi kelimpahan harta yang kian meluas dan keberhasilan perang, sementara Agni tampil sebagai Hotṛ yang memungkinkan—pembawa persembahan ghee (ghṛta) dan penyempurna ritus. Daya himne ini dengan demikian bersifat sekaligus paustika (pertambahan, kestabilan) dan apotropaik (menolak “para pembenci/musuh”), tertanam dalam logika timbal-balik ritus soma śrauta.
AV 20.68 adalah sebuah indra-stotra yang dipertahankan dalam bentuk kompilasi Atharvaveda, bertujuan memperoleh perkenan Indra demi kemenangan, kekompakan sosial, dan keberhasilan ritus, sambil menyingkirkan ujaran bermusuhan serta para pencela. Himne ini bekerja dengan mengundang Indra hadir dalam upacara, memuji daya kuasa-Nya yang tak terhalang, dan mengubah perlawanan (nindā, fitnah/celaan) menjadi jarak dan kekalahan, sehingga kemakmuran serta nama baik menjadi teguh
AV 20.69 adalah sebuah Indra-stotra yang bersumber dari Ṛgveda, lalu dipakai kembali dalam Atharvaveda sebagai kidung pelindung dan penangkal permusuhan. Himne ini memuji keunggulan Indra yang lahir dari soma dan memenangkan pertempuran, serta memohon agar ia menolak pengkhianatan dan pukulan mematikan yang diarahkan pada tubuh pemohon. Dalam praktiknya, ia berfungsi sebagai rakṣā-mantra: meneguhkan kemenangan, melindungi diri, dan memantulkan kembali serangan—baik dari manusia maupun yang tak kasatmata—dengan menyeru daya kedaulatan Indra.
AV 20.70 adalah Indra-stuti bergaya Rigveda yang dipinjam, dan dalam pemakaian Atharvanik difungsikan sebagai mantra kemenangan dan kemakmuran: kidung ini memanggil Indra dari segala penjuru (bumi, ruang antara, dan langit) untuk menganugerahkan “sāti”—kemenangan, perolehan, dan dominasi. Daya himne ini terletak pada pemusatan persekutuan Indra ke pihak sendiri, menarik-Nya ke gelanggang ritus melalui giras (ucapan suci) yang tersusun rapi, serta mengalihkan dukungan-Nya menjauh dari bangsa-bangsa pesaing.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.