

महाभारत
The Great Epic of Dharma and Destiny
The scholarly reconstruction of the epic: 18 parvas, 1,995 chapters and 73,791 verses, established by the Bhandarkar Oriental Research Institute from hundreds of manuscripts across the subcontinent.
Start ReadingBetween 1919 and 1966 the Bhandarkar Oriental Research Institute in Pune collated manuscripts of the Mahabharata from every major regional tradition and reconstructed the text they all descend from. The result, the Critical Edition, is the version scholars cite: 73,791 verses across 1,995 chapters, with the later additions that entered the popular vulgate set aside rather than silently kept. Vedapath serves it as the canonical Mahabharata, with Sanskrit, transliteration, word-by-word meanings and translations in 30 languages.
The Mahabharata unfolds across three levels of structure.
18 books of the epic
1,995 chapters in all
73,791 verses, read one by one
This BORI Critical Edition of the Mahabharata on Vedapath includes:
The Mahabharata is traditionally divided into eighteen Parvas (books).
Each Parva covers a distinct arc of the epic narrative.

The Book of Beginnings
Ādi Parva adalah landasan arsitektural Mahābhārata.

The Book of the Assembly Hall
Sabhā-parva (Kitab 2) menggambarkan peralihan dari pemantapan persaudaraan menuju tata kelola negara yang resmi.

The Book of the Forest
Āraṇyaka-parva (yang juga luas dikenal sebagai Vana-parva) mengisahkan peralihan para Pāṇḍava dari kehidupan kekaisaran menuju pengasingan yang tertib setelah mereka dirampas haknya melalui permainan dadu.

The Book of Virata
Virāṭa-parva (Kitab 4) menuturkan tahun kedua belas persembunyian para Pāṇḍava (ajñātavāsa), yang mereka jalani untuk menuntaskan syarat pembuangan sekaligus menjaga kelangsungan daya politik setelah hak mereka dirampas.

The Book of Effort
Udyoga Parva (Kitab 5) menjadi engsel diplomatik dan strategis Mahābhārata antara berakhirnya pembuangan dan pecahnya perang terbuka.

The Book of Bhishma
Bhīṣma-parva menandai awal puncak yang paling dinamis sekaligus paling sarat etika dalam Mahābhārata.

The Book of Drona
Droṇa-parva (Kitab 7) menandai peningkatan yang menentukan dalam perang Kurukṣetra setelah gugurnya Bhīṣma.

The Book of Karna
Karṇa Parva (Kitab 8) menuturkan fase akhir yang genting dari perang Kurukṣetra setelah gugurnya Droṇa, ketika Karṇa diangkat sebagai panglima dan arus pertempuran menyempit menuju duel-duel penentu.

The Book of Shalya
Śalya-parva (Kitab 9) menggambarkan fase akhir runtuhnya daya strategis pihak Kaurava setelah gugurnya para panglima utama, hingga mencapai pertempuran-pertempuran konvensional terakhir di Kurukṣetra.

The Book of the Sleeping Warriors
Sauptika Parva (Kitab 10) menuturkan suasana selepas perang pada malam hari, ketika sisa pasukan Kaurava berhadapan dengan kekalahan yang tak dapat diputar kembali dan beralih dari perang terbuka menuju tindakan tersembunyi yang terikat oleh gelapnya malam.

The Book of the Women
Strī Parva (Kitab 11) adalah perenungan moral dan emosional yang terjadi segera setelah perang dalam Mahābhārata.

The Book of Peace
Śānti-parva (Kitab 12) membuka tahap pemulihan intelektual dan etis Mahābhārata setelah perang.

The Book of Instructions
Anuśāsana-parva (Kitab 13) merupakan bagian besar dari korpus ajaran pascaperang dalam Mahābhārata, melanjutkan wejangan panjang Bhīṣma kepada Yudhiṣṭhira ketika sang pahlawan tua terbaring di atas ranjang panah.

The Book of the Horse Sacrifice
Āśvamedhika-parva (Kitab 14) menuturkan pemantapan kembali kedaulatan setelah perang Kurukṣetra melalui upacara Aśvamedha, seraya menegaskan bahwa raja bukan sekadar pemenang, melainkan pemikul tanggung jawab moral dan tata kelola.

The Book of the Hermitage
Āśramavāsika-parva (Kitab 15) merekam peralihan etis dan psikologis dari pemerintahan kerajaan menuju penarikan diri yang bersifat asketis setelah perang Kurukṣetra.

The Book of the Clubs
Mausala-parva (Kitab 16) menjadi engsel akhir dalam Mahābhārata: sesudah reda perang Kurukṣetra, kisah beralih dari gemuruh kepahlawanan menuju penutupan yang bernuansa pelepasan diri bagi para Pāṇḍava.

The Book of the Great Journey
Mahāprasthānika Parva (Kitab 17) mengisahkan peralihan tegas para Pāṇḍava dari kedaulatan raja menuju pelepasan duniawi dan keberangkatan agung (mahāprasthāna).

The Book of the Ascent to Heaven
Svargārohaṇa-parva (Kitab 18) menutup bangunan Mahābhārata yang tersusun atas delapan belas parva.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read the Mahabharata in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.
Vedapath Gold
Reading stays free, with or without Gold. It is for when you would rather listen: Sanskrit recitation across the library, on this site and in the app, plus weekly Mudras for your questions and every comic and video episode open.