Opening the text

Sukta 10.168
Traditionally, Sukta 10.168 is attributed to a Vāta-stuti seer in late Mandala 10; exact rishi requires Anukramaṇī confirmation.
Vāta (Wind)
Likely Triṣṭubh (common in nature hymns of RV X); confirm by scan.
Himne Vāta-stuti yang ringkas ini memuji Angin sebagai kuasa yang tidak kelihatan namun tidak dapat disangkal: keretanya mengaum seperti guruh, menyentuh langit, dan mengangkat debu bumi. Ia mengagumi gerak Vāta yang tidak pernah berhenti merentas ruang pertengahan serta asal-usulnya yang penuh rahsia, lalu memuncak dengan mengenalinya sebagai “Diri” para dewa sendiri dan sebagai rahim/benih dunia, yang layak menerima persembahan korban.
Mantra 1
वातस्य नु महिमानं रथस्य रुजन्नेति स्तनयन्नस्य घोषः । दिविस्पृग्यात्यरुणानि कृण्वन्नुतो एति पृथिव्या रेणुमस्यन् ॥
Kini kebesaran kereta Vāta meluncur, menerobos dan meremukkan; bunyinya menggelegar. Menyentuh langit, ia bergerak, menjadikan cahaya-cahaya merah; dan ia juga melaju, menghamburkan debu bumi—menggerakkan medan kehidupan.
Mantra 2
सं प्रेरते अनु वातस्य विष्ठा ऐनं गच्छन्ति समनं न योषाः । ताभिः सयुक्सरथं देव ईयतेऽस्य विश्वस्य भुवनस्य राजा ॥
Bersama-sama para pengiring digerakkan maju mengikuti Vāta; mereka pergi menyambutnya seperti gadis-gadis ke suatu perhimpunan. Bersama mereka, terpasang dan dalam satu kereta, sang dewa bergerak—dialah raja seluruh alam yang menjadi ini.
Mantra 3
अन्तरिक्षे पथिभिरीयमानो न नि विशते कतमच्चनाहः । अपां सखा प्रथमजा ऋतावा क्व स्विज्जातः कुत आ बभूव ॥
Bergerak pada jalan-jalan di antara-langit, ia tidak beristirahat pada mana-mana hari sekalipun. Sahabat Perairan, yang sulung, pemelihara Ṛta—di manakah sesungguhnya ia dilahirkan, dari manakah ia datang menjadi ada?
Mantra 4
आत्मा देवानां भुवनस्य गर्भो यथावशं चरति देव एषः । घोषा इदस्य शृण्विरे न रूपं तस्मै वाताय हविषा विधेम ॥
Dialah Ātman para dewa, kandungan dunia; dewa ini bergerak menurut kehendaknya. Bunyi-bunyinya sungguh didengar, bukan rupanya; kepada Vāta itulah kami persembahkan havis—penyerahan diri kepada penggerak yang tidak kelihatan.
The hymn praises Vāta, the Wind—an invisible force known by his sound and by what he moves in sky and on earth.
Wind is not just weather: it is a life-giving cosmic power that moves through the midspace without rest, supports the world’s order, and is sensed through effects rather than seen as a form.
It highlights Vāta’s subtle nature: we perceive him by his roar, rush, and the dust or clouds he drives, while his own ‘shape’ cannot be directly grasped—so worship is offered to the unseen mover.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.