Opening the text

Sukta 10.136
Keśin / Muni (the inspired ascetic power)
Himne ini memuliakan Keśin atau Muni—pertapa terilham berambut panjang—yang digambarkan sebagai makhluk ambang yang bercahaya, memikul pertentangan (api dan racun) dan bergerak bebas merentas dunia-dunia. Ia menampilkan Muni sebagai didorong angin, digerakkan oleh para dewa, serta bersekutu dengan “Tuhan segala tuhan,” lalu menyingkap suatu ideal Veda tentang kebebasan batin yang terilham dan penglihatan kewahyuan.
Mantra 1
केश्यग्निं केशी विषं केशी बिभर्ति रोदसी । केशी विश्वं स्वर्दृशे केशीदं ज्योतिरुच्यते ॥
Yang Berambut Panjang memikul Api; Yang Berambut Panjang memikul racun; Yang Berambut Panjang menegakkan Langit dan Bumi. Yang Berambut Panjang melihat seluruh alam yang bercahaya; Yang Berambut Panjang inilah yang disebut Cahaya itu sendiri.
Mantra 2
मुनयो वातरशनाः पिशङ्गा वसते मला । वातस्यानु ध्राजिं यन्ति यद्देवासो अविक्षत ॥
Para Muni, berikatkan Angin (Vāta), berkilau keperangan, mengenakan debu bumi sebagai pakaian. Mereka berjalan menuruti deru Angin, tatkala para dewa memasuki penglihatan mereka—tatkala kuasa-kuasa ilahi memandang mereka.
Mantra 3
उन्मदिता मौनेयेन वाताँ आ तस्थिमा वयम् । शरीरेदस्माकं यूयं मर्तासो अभि पश्यथ ॥
Dihanyutkan ekstase oleh daya kesunyian batin (mauna), kami berdiri dalam arus-arus Angin (Vāta), nafas Kehidupan semesta. Wahai insan fana, kamu melihat hanya tubuh kami; namun wujud kami bergerak dalam gerak yang lebih luas itu.
Mantra 4
अन्तरिक्षेण पतति विश्वा रूपावचाकशत् । मुनिर्देवस्यदेवस्य सौकृत्याय सखा हितः ॥
Ia bergerak menembusi antarikṣa (ruang antara); ia memandang segala rupa. Sang Muni, ditetapkan sebagai sahabat bagi kerja baik Dewa segala dewa, berusaha dalam persahabatan dengan yang ilahi.
Mantra 5
वातस्याश्वो वायोः सखाथो देवेषितो मुनिः । उभौ समुद्रावा क्षेति यश्च पूर्व उतापरः ॥
Sang Muni ialah tunggangan Angin, sahabat Vāyu, digerakkan oleh para dewa. Ia bersemayam pada kedua-dua samudera—yang terdahulu dan yang di seberang—bergerak di antara dua keluasan wujud.
Mantra 6
अप्सरसां गन्धर्वाणां मृगाणां चरणे चरन् । केशी केतस्य विद्वान्त्सखा स्वादुर्मदिन्तमः ॥
Bergerak pada jejak para Apsaras dan Gandharva, dan dalam pengembaraan kuasa-kuasa liar, si berambut panjang mengetahui tanda rahsia (ketá). Dialah sahabat Cahaya batin itu, yang termanis dalam keghairahan suci.
The Keśin is a “long-haired” Muni—an inspired ascetic figure. The hymn portrays him as luminous, wind-driven, and able to hold intense powers like fire and poison without being harmed.
It is a symbolic way to show mastery of opposites. The Muni can contain transformative energy (fire) and dangerous intensity (poison), suggesting spiritual steadiness and inner power.
It links the Muni to breath and life-force. The hymn suggests that inspired consciousness “rides” the wind—moving freely, gaining vision, and crossing the limits of ordinary experience.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.