Opening the text

Sukta 10.17
Vasiṣṭha (often given for RV 10.17 in Anukramaṇī tradition; verify in critical editions)
Tvaṣṭṛ; also mythic figures: Vivasvat, Saraṇyū, Yama
Triṣṭubh (probable)
Himne ini merajut kisah mitis–ritual tentang Tvaṣṭṛ yang menyiapkan pernikahan bagi putrinya (Saraṇyū) serta kompleks Vivasvat–Yama, dengan citra perkawinan dan peralihan untuk berbicara tentang lintasan, garis keturunan, dan penataan dunia-dunia. Lalu himne beralih kepada daya para leluhur (Pitṛ) dan kekuatan pemurnian—Sarasvatī, air, dan tumbuh-tumbuhan pembawa susu—memohon pemeliharaan, dorongan tanpa cela, serta pembersihan/pemanisan ujaran. Secara keseluruhan, ini berfungsi sebagai sukta liminal: menyatukan genealogi kosmis, ritus, dan pembaruan batin
Mantra 1
त्वष्टा दुहित्रे वहतुं कृणोतीतीदं विश्वं भुवनं समेति । यमस्य माता पर्युह्यमाना महो जाया विवस्वतो ननाश ॥
Tvaṣṭṛ membentuk arak-arakan pengantin bagi putrinya; karena itu seluruh jagat yang menjadi ini berhimpun. Ibu Yama, ketika dibawa pergi—permaisuri agung Vivasvat—lenyap, berpindah dari satu keadaan wujud ke keadaan yang lain.
Mantra 2
अपागूहन्नमृतां मर्त्येभ्यः कृत्वी सवर्णामददुर्विवस्वते । उताश्विनावभरद्यत्तदासीदजहादु द्वा मिथुना सरण्यूः ॥
Mereka menyembunyikan yang abadi dari manusia fana; dengan membuat yang serupa, mereka memberikannya kepada Vivasvat. Dan Aśvin membawa kembali apa yang sungguh ada; Saraṇyū memang meninggalkan sepasang kembar itu—tanda rahasia keabadian yang diselubungkan dan kebenaran yang dipulihkan.
Mantra 3
पूषा त्वेतश्च्यावयतु प्र विद्वाननष्टपशुर्भुवनस्य गोपाः । स त्वैतेभ्यः परि ददत्पितृभ्योऽग्निर्देवेभ्यः सुविदत्रियेभ्यः ॥
Semoga Pūṣan, sang tahu, penjaga dunia yang tak pernah kehilangan ternaknya, menggerakkan engkau maju dari sini. Ia menyerahkan engkau kepada para Pitṛ (Bapa Leluhur); dan Agni menyerahkan engkau kepada para Deva, para penemu yang baik—maka perjalanan ini diteguhkan dalam tuntunan yang benar.
Mantra 4
आयुर्विश्वायुः परि पासति त्वा पूषा त्वा पातु प्रपथे पुरस्तात् । यत्रासते सुकृतो यत्र ते ययुस्तत्र त्वा देवः सविता दधातु ॥
Hayat—hayat semesta—mengelilingi dan menjaga engkau; semoga Pūṣan melindungimu di jalan ke depan, di hadapan. Di tempat para pelaku kebajikan duduk, di tempat mereka yang menjadi milikmu telah pergi, di sanalah semoga dewa Savitṛ menempatkanmu—menegakkanmu dalam dorongan yang benar menuju dunia bercahaya.
Mantra 5
पूषेमा आशा अनु वेद सर्वाः सो अस्माँ अभयतमेन नेषत् । स्वस्तिदा आघृणिः सर्ववीरोऽप्रयुच्छन्पुर एतु प्रजानन् ॥
Pūṣan mengetahui semua arah ini; semoga ia menuntun kami melalui jalan yang paling tanpa takut. Pemberi kesejahteraan, yang bercahaya, penuh segala daya kepahlawanan—tak pernah gagal—semoga ia berjalan di depan kami, mengetahui jalan, agar perjalanan kami menjadi kemajuan dalam keselamatan yang sadar.
Mantra 6
प्रपथे पथामजनिष्ट पूषा प्रपथे दिवः प्रपथे पृथिव्याः । उभे अभि प्रियतमे सधस्थे आ च परा च चरति प्रजानन् ॥
Di jalan terbuka dari segala jalan Pūṣan lahir untuk berdaya—di jalan langit, di jalan bumi. Mengetahui jalan, ia bergerak baik menuju maupun melampaui, merangkul dua singgasana keberadaan yang paling terkasih; membimbing perjalanan jiwa antara ketinggian dan landasan.
Mantra 7
सरस्वतीं देवयन्तो हवन्ते सरस्वतीमध्वरे तायमाने । सरस्वतीं सुकृतो अह्वयन्त सरस्वती दाशुषे वार्यं दात् ॥
Mereka yang mengarah kepada Yang Ilahi memanggil Sarasvatī; mereka memanggilnya dalam yajña yang maju melangkah. Para pelaku karya benar menyeru Sarasvatī; semoga Sarasvatī menganugerahkan kepada sang pemberi anugerah yang terpilih—kekayaan sabda ilham dan pertumbuhan yang bercahaya.
Mantra 8
सरस्वति या सरथं ययाथ स्वधाभिर्देवि पितृभिर्मदन्ती । आसद्यास्मिन्बर्हिषि मादयस्वानमीवा इष आ धेह्यस्मे ॥
Wahai Sarasvatī, yang bersama Para Leluhur (Pitṛ) menempuh perjalanan dalam satu kereta, bersukacita dalam daya-daya svadhā: duduklah di sini pada barhis ini dan bergembiralah. Tanamkan dalam diri kami dorongan-dorongan murni bagi pemeliharaan—energi yang bebas dari luka dan penyimpangan.
Mantra 9
सरस्वतीं यां पितरो हवन्ते दक्षिणा यज्ञमभिनक्षमाणाः । सहस्रार्घमिळो अत्र भागं रायस्पोषं यजमानेषु धेहि ॥
Sarasvatī yang dipanggil Para Leluhur (Pitṛ), ketika persembahan bergerak menuju pemenuhannya bersama Dakṣiṇā: tetapkanlah di sini bagi kami bagian yang layak—bernilai seribu—dan tempatkanlah pada para yajamāna pertambahan rāyas, kepenuhan wujud dan kemakmuran yang bercahaya.
Mantra 10
आपो अस्मान्मातरः शुन्धयन्तु घृतेन नो घृतप्वः पुनन्तु । विश्वं हि रिप्रं प्रवहन्ति देवीरुदिदाभ्यः शुचिरा पूत एमि ॥
Semoga Air—para Ibu kami—menyucikan kami; semoga air yang bercahaya ghee membersihkan kami dengan sinar kejernihannya. Sebab para Dewi itu menghanyutkan segala noda penyimpangan; terbit dari mereka aku keluar dalam keadaan suci—bercahaya dan telah dimurnikan.
Mantra 11
द्रप्सश्चस्कन्द प्रथमाँ अनु द्यूनिमं च योनिमनु यश्च पूर्वः । समानं योनिमनु संचरन्तं द्रप्सं जुहोम्यनु सप्त होत्राः ॥
Tetes itu melompat keluar, mengikuti hari-hari pertama, mengikuti rahim ini, dan juga yang terdahulu. Bergerak seiring dengan rahim kelahiran yang sama, tetes itu kupersembahkan—mengikuti tujuh hotṛ—agar tatanan yang benar terus berlangsung.
Mantra 12
यस्ते द्रप्सः स्कन्दति यस्ते अंशुर्बाहुच्युतो धिषणाया उपस्थात् । अध्वर्योर्वा परि वा यः पवित्रात्तं ते जुहोमि मनसा वषट्कृतम् ॥
Apa pun tetesmu yang terlepas, apa pun sari-sinar (aṃśu) milikmu yang jatuh dari lengan, dari pangkuan Dhīṣaṇā; atau yang tertumpah oleh Adhvaryu, atau yang lolos dari penyaring (pavitra)—semuanya itu kupersembahkan kembali kepadamu dengan batin, dijadikan persembahan sejati oleh vaṣaṭ batiniah.
Mantra 13
यस्ते द्रप्सः स्कन्नो यस्ते अंशुरवश्च यः परः स्रुचा । अयं देवो बृहस्पतिः सं तं सिञ्चतु राधसे ॥
Apa pun tetesmu yang tertumpah, apa pun sari-sinar (aṁśu) yang hilang—di bawah atau di seberang—oleh sendok persembahan (srucā); semoga dewa Bṛhaspati ini menghimpunnya dan menuangkannya kembali menjadi satu, demi anugerah dan keberhasilan yang tepat bagi kami.
Mantra 14
पयस्वतीरोषधयः पयस्वन्मामकं वचः । अपां पयस्वदित्पयस्तेन मा सह शुन्धत ॥
Wahai tumbuh-tumbuhan yang kaya susu (payas), jadikanlah ucapanku kaya susu; dan susu dari air-air pun—dengan sari pemelihara itu, sucikanlah aku sepenuhnya.
It connects a mythic marriage scene shaped by Tvaṣṭṛ with the lineage of Vivasvat, Saraṇyū, and Yama, then turns to Sarasvatī, the Fathers, waters, and herbs for nourishment, protection, and purified speech.
Sarasvatī is invoked as a guiding and nourishing power who can accompany the ancestral realm and bring ‘svadhā’-strength—support for memory, continuity, and wholesome vitality—into the ritual seat (barhis).
It is a prayer that one’s speech become nourishing and truthful—free from harm or distortion—so words support life, clarity, and right order rather than draining or injuring others.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.