Atharva Veda Anuvaka 10
Kanda 710 Suktas19 Mantras

Anuvaka 10

Tema utama: Perlindungan dan kemenangan yang berpusat pada Indra, diperoleh melalui jimat/mantra ringkas yang sekaligus meneguhkan ruang ritual dan mengundang kemakmuran. Subtema: - Indra sebagai Sutrāmā, penjamin ketakutan-lenyap (tanpa rasa takut) dan keselamatan sosial. - Abhicāra melawan musuh: pengusiran, pematahan rintangan, serta pembalikan/penetralan penderitaan yang menimpa hati dan tubuh. - Penetapan (dhruva) kemakmuran rumah tangga dan pemukiman yang mujur. - Ketepatan ritual: pengantaran barhis/havis dan pemagaran/pengepungan vedi. - Kerukunan dan kepemimpinan: sāṃmanasya di bawah seorang pemimpin.

Suktas in Anuvaka 10

Sukta 91

Himne satu mantra ini memohon Indra sebagai Sutrāmā (“pelindung yang baik”) agar menganugerahkan perlindungan yang penuh kemurahan, menolak permusuhan, dan menegakkan keadaan tanpa takut. Ia juga memohon “kedaulatan atas kepahlawanan yang unggul” (suvīrya)—paduan kemakmuran, martabat/kedudukan, dan kekuatan kemenangan di bawah daya penjagaan Indra.

Rishi: Atharvanic tradition (Indra-protection formula; specific r̥ṣi requires anukramaṇī confirmation) | Devata: Indra (Sutrāmā) | 1 Mantras

Sukta 92

Mantra Atharvaveda satu bait ini memanggil Indra sebagai Sutrāmā (“pelindung yang baik”) untuk menyingkirkan permusuhan dan niat buruk sejauh-jauhnya dari pelafal dan komunitasnya. Daya mantranya bersifat apotropaik (mengusir dveṣas, kebencian) sekaligus sosial-etis (menegakkan bhadra-saumānasa, kerukunan yang mujur). Kidung ini membingkai keselamatan dan keharmonisan sebagai anugerah dari sumati—niat baik/pikiran berkenan—Indra kepada pemuja.

Rishi: Atharvanic tradition (requires anukramaṇī for precision) | Devata: Indra (Sutrāmā) | 1 Mantras

Sukta 93

Mantra perang satu bait ini memanggil Indra yang diberdayakan oleh Manyu (amarah pertempuran) untuk menerjang penyerang yang memusuhi dan menghancurkan segala rintangan laksana Vr̥tra. Daya kerjanya bersifat apotropaik dan abhicārika: meniadakan perlawanan musuh dan menjadikan gerak maju sang pelaku “tak tertahankan.”

Rishi: Atharvanic tradition (requires anukramaṇī for exact seer) | Devata: Indra (with Manyu as empowered force) | 1 Mantras

Sukta 94

Mantra Atharvaveda satu bait tentang kesepahaman (sāṃmanasya) ini memakai persembahan yang “teguh/terpancang” (dhruva) untuk menarik turun Soma sebagai sari ritual yang menstabilkan. Ia memohon Indra sebagai kevalī (“tuan tunggal/pemimpin tak tertandingi”) agar menyatukan para viśaḥ (klan-kelompok rakyat) menjadi satu pikiran, menguatkan kemantapan komunitas dan tindakan yang terkoordinasi.

Rishi: Atharvanic tradition (precise r̥ṣi requires anukramaṇī) | Devata: Indra (as kevalī) and Soma (ritual medium) | 1 Mantras

Sukta 95

Himne śatrunāśana yang singkat ini mengusir sepasang daya permusuhan yang dibayangkan sebagai burung-maut gelap dan sebagai penyiksa yang “membakar/menusuk” yang bersarang di hati dan tubuh musuh. Himne ini menegaskan penguasaan koersif sang pelantun—mengangkat, mengusir, dan akhirnya mengikat—agar pertanda-pertanda jahat mundur dan daya hidup pelaku (terutama potensi seksual) tertahan. Dengan demikian sukta ini berfungsi sebagai mantra apotropaik berupa pengusiran-dan-pengikatan, untuk menetralkan ancaman dan menegakkan tatanan sosial.

Rishi: Atharvanic/Angiras-type attribution (traditional for śatrunāśana hymns; requires padapāṭha-anukramaṇī confirmation) | Devata: Apotropaic forces; personified pains/portents (no single high deity foregrounded) | 3 Mantras

Sukta 96

Mantra Atharvaveda satu bait ini meneguhkan kemakmuran rumah tangga agar tetap kokoh pada tempatnya, sambil mengusir pertanda buruk dan kekuatan pemangsa yang memusuhi. Dengan menyelaraskan rumah dengan citra ternak yang telah menetap dan gunung-gunung yang tak tergoyahkan, mantra ini “menempatkan” bahaya (dilambangkan oleh serigala) agar terpaku, tidak dapat berkeliaran dan mencelakai sang pelindung. Daya himne ini adalah penstabilan apotropaik: menjadikan kediaman sebagai wadah yang aman, rapat tanpa kebocoran, yang menyimpan kekayaan dan keselamatan.

Rishi: As above (requires anukramaṇī confirmation) | Devata: Household stability (sthāman) and apotropaic fixation; no single deity | 1 Mantras

Sukta 97

Sukta ini adalah kidung yajña untuk kemakmuran dan keberuntungan, yang menghimpun seluruh penopang keberhasilan—budi/niat, kekayaan berupa ternak, para pelindung/patron, daya mantra, serta perkenan para dewa—ke dalam satu hasil yang selaras. Indra dimohon untuk “menuntun agar menyatu” (sam-) upacara dan segala sumber dayanya, sementara rumusan svāhā yang singkat menghadirkan dan meneguhkan persembahan agar berdaya guna di seluruh ranah kosmis. Daya himne ini terletak pada penyatuan: menyelaraskan tekad manusia, ujaran ritual, dan persetujuan ilahi, sehingga kurban jatuh pada tempatnya dan menghasilkan kesejahteraan serta daya hidup

Rishi: Atharvanic tradition (Saunaka); specific r̥ṣi not stated in the provided excerpt | Devata: Indra (with collective Devas as secondary) | 8 Mantras

Sukta 98

Sukta satu-mantra ini adalah rumusan śrauta bergaya “pengutusan” yang menguduskan barhis dan havis dengan ghee, lalu secara ritual mengirim persembahan itu kepada Indra. Dengan menyebut Indra bersama para Vasu, Marut, dan Viśve Devāḥ, persembahan dibingkai sebagai diiringi para dewa dan disahkan dalam sidang kosmis, sehingga diterima di singgasana sang dewa. Daya himne ini terletak pada urutan performatifnya: pengurapan → penyatuan dengan kelompok-kelompok ilahi → pengarahan persembahan kepada penerima yang semestinya, di bawah seruan pemeteraian svāhā.

Rishi: Requires hymn colophon consultation. | Devata: Indra (primary); associated divine groups: Vasus, Maruts, Viśve Devāḥ. | 1 Mantras

Sukta 99

Himne satu-mantra ini merupakan pagar pelindung (pari-dhā/pari-staraṇa) bagi vedi, memandang ruang ritual sebagai daya hidup yang harus dibentangkan dengan benar, diberi batas, dan dijaga. Himne ini memohon agar yang “milik sendiri” (jāmi)—orang-orang, harta benda, dan perlengkapan yajña—tidak dicuri, terutama dalam keadaan rentan seperti saat tidur; serta menambatkan kemakmuran melalui singgasana Hotṛ berkilau emas kehijauan dan niṣka sebagai tanda kekayaan yang telah diamankan di dalam wilayah yajamāna.

Rishi: Requires hymn colophon consultation. | Devata: Vedi / ritual space (personified); secondarily protective prosperity powers tied to gold/niṣka. | 1 Mantras

Sukta 100

Mantra śānti satu-bait ini adalah jimat penolak bala yang membalikkan duḥsvapna—mimpi jahat atau pertanda buruk—beserta kemalangan yang diyakini timbul darinya. Melalui tindakan ujaran yang tegas (“aku membalikkan itu ke segala penjuru”), himne ini menepis pāpa yang lahir dari mimpi dan memulihkan bhūti (kemakmuran, kesejahteraan). Ia berfungsi sebagai segel apotropaik yang ditempatkan pada ambang batas tidur, membalikkan bahaya sebelum sempat mewujud dalam kehidupan saat terjaga

Rishi: Requires hymn colophon consultation. | Devata: Apotropaic power of the mantra; implicitly Śānti (pacification) against duḥsvapna. | 1 Mantras

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App