Atharva Veda Anuvaka 3
Kanda 410 Suktas71 Mantras

Anuvaka 3

Tema utama: Pembebasan dari aṃhas/pāpa (derita ritual–moral) serta pemantapan kemakmuran dan kedaulatan melalui “pelepasan ikatan” dan pemersatuan/kohesi ilahi. Subtema: (1) Pāpamocana: melonggarkan dan melepaskan belenggu dosa, kesesakan batin, dan kemalangan yang mencekik (muñc-) (2) Kuasa raja dan penundukan para pesaing; konsolidasi otoritas kṣatriya (3) Pendamaian Rudra dan perlindungan wilayah (Bhava–Śarva) (4) Air dan dewa-dewa badai sebagai pemurni; pengakuan kosmis kepada Dyāvā–Pṛthivī (Langit–Bumi) (5) Kemakmuran ternak sapi dan kepulangan yang selamat

Suktas in Anuvaka 3

Sukta 21

AV 4.21 adalah kidung gopauṣṭika (kemakmuran ternak) yang secara ritual “membawa kawanan pulang”, menempatkannya mantap di goṣṭha (kandang sapi), serta menjamin kesuburan, susu melimpah, dan penggembalaan yang aman. Sapi-sapi dipuji sebagai kekayaan bergerak milik rumah tangga; sementara itu, keberanian tanpa gentar Indra yang menjangkau luas dan senjata Rudra yang melingkupi dipanggil untuk mencegah pengejaran, jerat dan perangkap, pencurian, serta ujaran bermusuhan yang dapat mengurangi kawanan.

Rishi: Atharvanic tradition (often anonymous/household seer for paustika hymns) | Devata: Gāvaḥ (Cows) with Indra as beneficiary/protector | 7 Mantras

Sukta 22

AV 4.22 adalah himne penaklukan kerajaan yang memohon kepada Indra agar memperbesar daya-kuasa seorang kṣatriya pelindung, menjadikannya satu-satunya “banteng” di antara para klan, serta menghancurkan atau membelenggu setiap pesaing. Himne ini memadukan berkat (kelimpahan kosmis dari Langit dan Bumi) dengan abhicāra yang bersifat memaksa, demi pemantapan konsolidasi politik: musuh dipukul jatuh, perlawanan ditundukkan, dan sumber daya pihak lawan ditarik masuk ke dalam kendali raja.

Rishi: Atharvanic/Āṅgirasa milieu (hymn-type typical of Angirasic royal charms; precise anukramaṇī attribution varies) | Devata: Indra | 7 Mantras

Sukta 23

AV 4.23 adalah himne kepada Agni Jātavedas tentang “pelepasan” (muñc-), yang memperlakukan aṃhas—derita yang menyesakkan, kemalangan yang membelenggu, dan kenajisan mirip dosa—sebagai sesuatu yang dapat diurai dan dilepaskan melalui perantaraan ritual Agni. Dengan mengingat kedaulatan kosmis Agni dan perannya dalam kemenangan-kemenangan mitis atas kekuatan-kekuatan yang memusuhi, himne ini mengubah pujian menjadi obat yang bekerja: Agni mengangkut persembahan, menghadirkan niat baik ilahi (sumati), dan melonggarkan ikatan-ikatan kesesakan

Rishi: Atharvanic tradition (Agni-hymn; r̥ṣi attribution varies by anukramaṇī traditions) | Devata: Agni Jātavedas | 7 Mantras

Sukta 24

Atharvaveda 4.24 adalah kidung pāpamocana (pelonggaran dosa dan kesesakan) yang berpaling kepada Indra—pembunuh Vṛtra, pemangku kekuatan, dan pemberi kekayaan—agar “melepaskan ikatan” pemuja dari aṃhas (kesalahan yang menindih, kenajisan, atau kemalangan). Melalui permohonan bernada refrein, pembebasan dipahami sebagai anugerah Indra kepada sang dermawan dan pemersembah Soma, yang memulihkan daya hidup, kemanjuran ritus, serta keberhasilan dalam persaingan (gaviṣṭi). Daya kidung ini terletak pada penggandengan pujian (stoma/arka/brahman) dengan gelar-gelar Indra yang bersifat kepahlawanan dan pemberi kemakmuran, sehingga pelepasan dari aṃhas menjadi syarat bagi keberuntungan yang diperbarui.

Rishi: Atharvanic tradition (exact r̥ṣi attribution varies by anukramaṇī for this hymn-group) | Devata: Indra (implied by martial epithets and the hymn’s Indra-praise trajectory in 4.24) | 7 Mantras

Sukta 25

Kidung tujuh bait ini adalah mantra pāpamocana (pelepasan dari dosa dan kesengsaraan) yang memanggil daya berpasangan Vāyu (pemurni, napas kehidupan) dan Savitar (penggerak, pelepas ikatan) untuk membebaskan pelantun dari aṃhas—kesalahan moral, kemalangan yang menindih, serta sisa-sisa demoni yang menyertainya. Kidung ini memadukan penebusan dengan daya apotropaik: perbuatan jahat (duṣkṛta), rakṣas, dan kekuatan śimidā diusir, sementara “berkat-berkat terbaik” ditegakkan agar kokoh dalam ruang ritual

Rishi: Atharvanic tradition (anukramaṇī-dependent) | Devata: Vāyu and Savitar (dual) | 7 Mantras

Sukta 26

Himne ini adalah mantra pengakuan dan pelepasan yang ditujukan kepada Dyāvā–Pṛthivī (Langit dan Bumi), memohon agar keduanya melonggarkan dan menyingkirkan aṃhas—noda dosa, kekangan yang mencekik, serta derita yang membakar. Himne ini memuji kedua orang tua kosmis yang tak terukur, penopang kehidupan, sebagai landasan kekayaan dan kemantapan, serta memohon agar mereka menjadi perlindungan yang aman. Ulangan “te no muñcatam aṃhasaḥ” berfungsi sebagai segel apotropaik, mengubah tatanan kosmis menjadi pembersihan pribadi dari rasa bersalah, penderitaan, dan bahaya yang ditimbulkan oleh manusia.

Rishi: Atharvanic tradition (often anonymous/collective for such domestic expiations) | Devata: Dyāvā-Pṛthivī (Heaven and Earth) | 7 Mantras

Sukta 27

AV 4.27 adalah mantra pāpamocana (pelepasan dosa dan kesusahan) yang mengerahkan rombongan Marut bersama putaran pemurnian Air—samudra, langit, hujan, dan bumi—untuk melepaskan aṃhas (cela moral-ritual beserta akibatnya yang menindih). Melalui permohonan berulang dalam bentuk refrein, kidung ini mengubah daya badai menjadi obat: yang garang di medan perang menjadi pelindung dari bahaya batin maupun lahir. Dayanya dinyatakan sebagai siklus pembersihan kosmis, ketika air yang sama yang naik dan turun itu juga mengangkat pergi rasa bersalah, mara bahaya, dan kemalangan yang melemahkan

Rishi: Atharvanic tradition (hymn to Maruts/waters; r̥ṣi attribution varies by anukramaṇī) | Devata: Maruts (with Waters as co-agents) | 7 Mantras

Sukta 28

AV 4.28 adalah kidung pelepasan bagi Bhava–Śarva (Rudra dalam wujud berpasangan) yang bertujuan melonggarkan dan melepaskan pāpa/aṃhas—kesalahan moral, derita yang mengikat, dan malapetaka—dari seluruh ranah sang pelaku yajña. Kidung ini berulang kali menegaskan kedaulatan ganda Rudra yang meliputi “yang berkaki dua dan yang berkaki empat”, sehingga mantranya sekaligus menyembuhkan rumah tangga dan melindungi ternak. Kidung ini juga mengarahkan kedahsyatan Rudra ke luar, memohon agar keduanya menghantam ancaman yang memusuhi, bersifat gaib/okult, atau lahir dari peperangan, dan dengan demikian memulihkan tatanan yang mujur.

Rishi: Atharvanic tradition (variable anukramaṇī attribution) | Devata: Bhava-Śarva (Rudra in dual form) | 7 Mantras

Sukta 29

Himne tujuh bait ini kepada Mitra–Varuṇa berfungsi sebagai “pelepasan ikatan” moral-ritual, memohon pembebasan dari aṃhas—dosa, kesesakan, dan kekangan yang timbul setelah tipu daya, tuduhan, atau pelanggaran kebenaran. Himne ini memuji kedua dewa sebagai penjaga ṛta dan sekutu orang yang berkata benar, sambil mengingat penyelamatan mereka di masa lampau atas tokoh-tokoh termasyhur untuk mengaktifkan kewenangan perlindungan yang sama bagi pelantun. Permohonan berulang bak refrein, “lepaskan kami dari aṃhas,” membingkai sukta ini sekaligus sebagai pāpmamocana (pelepasan dosa) dan rakṣā (pertahanan pelindung) dalam konflik sosial–hukum

Rishi: Atharvanic tradition; hymn-level attribution varies by anukramaṇī. | Devata: Mitra–Varuṇa | 7 Mantras

Sukta 30

AV 4.30 adalah kidung tentang kedaulatan dan kohesi, bergaya deklaratif “aham” (aku), ketika Rāṣṭrī (Rāṣṭradevī) berbicara sebagai daya pemersatu yang menopang para dewa dan dengan demikian menegakkan kestabilan kerajaan. Dengan menyamakan daya-mantra dengan pervasivitas kosmis serta persenjataan ilahi, himne ini menyakralkan kewangsaan/kerajaan, mengikat rakyat menjadi satu polity, dan mengarahkan daya penghukuman melawan para pengacau brahman dan tatanan sosial

Rishi: Traditionally Vāc/Rāṣṭrī-associated revelation stream (as in parallel RV ‘Devī Sūkta’ style); specific AV anukramaṇī attribution varies. | Devata: Rāṣṭrī (Rāṣṭradevī), with implicit support of all gods named. | 8 Mantras

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App