Opening the text

Liturgi kemenangan dan perlindungan yang berpusat pada Indra, diperkuat oleh penjagaan kependetaan Bṛhaspati untuk menjamin penaklukan, keselamatan, dan kemakmuran; menekankan daya penakluk perang (vāja) serta mengatasi para pesaing/benteng; perlindungan apotropaik: kewaspadaan, penangkalan, dan pemantapan “ruang aman” bagi sang patron; pemerasan Soma sebagai teknologi pemberdayaan bagi mada (daya ekstase/semangat) Indra; preseden mitis sebagai tuas ritual (pemecahan Vala; kemenangan yang diingat); relasi patron–dewa demi keteguhan dan kesejahteraan
AV 20.11 adalah Indra-stuti bermetrum Triṣṭubh (sebagian besar berupa pengulangan dari RV) yang membesarkan banyak “perbuatan yang terolah dengan baik” milik Indra dan menyalurkan daya tempurnya melawan kuasa-kuasa musuh yang menghalangi (musuh tipe dasyu/vṛjina/vṛtra). Dilantunkan sebagai japa kemenangan bernuansa abhicārika untuk menundukkan lawan, himne ini memohon agar para adversari dihancurkan, perlindungan diperoleh dalam konflik, dan keberhasilan perang diubah menjadi hadiah, kekayaan, serta wibawa bercahaya bagi komunitas pelindung/patron.
AV 20.12 adalah kidung pemanggilan Indra yang menarik sang dewa mendekat sebagai “pendengar yang dekat”, mendesaknya untuk mendengar, datang dengan cepat, serta menganugerahkan kekuatan, hadiah/ganjaran, dan perlindungan. Kidung ini memadukan pencarian kemakmuran (vāja—daya kemenangan; lambang kekayaan seperti air dan sapi) dengan logika rakṣā berupa keselarasan dengan ṛta dan kuasa pembunuh Vṛtra, lalu berpuncak pada seruan liturgis Soma yang mengundang Indra pada kegairahan tengah hari.
Himne Indra yang singkat ini (berasal dari Ṛgveda) memanggil Maghavan yang perkasa dan tiada banding sebagai penolong komunitas dalam perebutan vāja—kemenangan, kekuatan, dan hadiah kemakmuran. Dengan mengingat anugerah Indra “dahulu” serta memuji kemurahan hati-Nya yang bergelora, sukta ini bertujuan mengubah pujian dan persembahan menjadi perlindungan segera serta kelimpahan harta berupa sapi dan kuda
AVŚ 20.15 adalah pujian kepada Indra bergaya Rigveda yang dipertahankan dalam korpus resitasi Atharvaveda, dimaksudkan untuk memastikan Indra menyimak dan menerima sanjungan dengan penuh perhatian, sehingga Ia melepaskan kedermawanan-Nya yang “tanpa rintangan”. Himne ini membingkai kemakmuran sebagai hasil yang mantap dan berhasil, lahir dari ujaran yang disahkan (vāc) yang dipersembahkan melalui ritus yang tertata (sam-adhvara), sambil menyeru keagungan Indra yang dahsyat, daya pemberi kemasyhuran (indriya), serta kekayaan yang mengalir laksana air menuruni lereng.
AV 20.16 adalah kidung Triṣṭubh kepada Bṛhaspati yang mengaktifkan kembali paradigma mitos Vala: Sang Penguasa Doa dan kuasa kependetaan membelah rintangan sekeras batu, lalu membebaskan “sapi-sapi” (kekayaan, cahaya, dan sumber daya) yang tersembunyi dalam kurungan. Kidung ini dilantunkan untuk mengembalikan dan memantapkan kemakmuran—ternak, kuda, kekuatan, dan kohesi sosial—dengan menyelaraskan sang pelaku yajña dengan terobosan kemenangan para Angirasa. Daya kidung terletak pada pemaknaan kehilangan dan kebuntuan sebagai kepungan mitis yang dapat dibelah oleh Bṛhaspati, sehingga kelimpahan serta daya-penopang hidup (vayas) dipulihkan.
AV 20.17 adalah kidung Triṣṭubh yang bersumber dari Rigveda, yang memasangkan daya-kemenangan Indra yang tiada tertandingi dengan penjagaan kependetaan Bṛhaspati untuk membentuk “ruang aman” yang terlindungi dan makmur bagi sang pelindung (patron) dan para sekutunya. Kidung ini memohon keunggulan dalam pertarungan (dukungan raja, kemenangan bersama vṛjana—kelompok/rombongan sendiri), kelimpahan sapi dan biji-bijian, serta perisai perlindungan ke segala arah terhadap kekuatan yang memusuhi dan para pelaku kejahatan.
Stotra Indra enam bait ini (bersumber dari Rigveda) mengikat para pelantun kepada Indra melalui identitas otoritatif garis Kaṇva, menampilkan mereka sebagai “sahabat” setia yang memuji dan menggerakkan-Nya untuk bertindak. Himne ini memohon baik kemakmuran maupun keunggulan di medan laga dengan menggambarkan Indra sebagai pemberi kekayaan, pelindung, dan pelopor—sebagai “zirah” yang membuat sang penutur mampu menjawab musuh dengan penuh keyakinan
AV 20.19 adalah sebuah Indra-stotra yang dipakai sebagai mantra pelindung dan pemanggil kemenangan perang: mengarahkan pikiran dan pandangan Indra kepada sang pelindung/patron, serta menyeru banyak nama-Nya sebagai daya-daya yang bekerja nyata. Daya himne ini bersifat apotropaik—menolak abhimāti (agresi permusuhan, kebencian, pengaruh yang mencelakakan)—dan bersifat saṃgrāmika—meneguhkan kemenangan dengan memanggil Indra sebagai pembunuh Vṛtra, yang menundukkan segala rintangan dalam perlombaan dan pertikaian.
AV 20.20 adalah stotra bagi Indra yang diambil dari bahan Rigveda, dipakai dalam tradisi Atharvan sebagai pembacaan pelindung dan pembawa kemakmuran. Himne ini memanggil Indra dari dekat dan jauh, memohon agar Ia berjaga dengan waspada atas sang pelaksana yajña dan ritus Soma, lalu berpuncak pada perisai segala penjuru (sarvāśāḥ) yang menganugerahkan ketakutan lenyap dan kemenangan atas para musuh.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.