Character · Skanda Purana

Dewaki in the Skanda Purana

देवकीNamed in 51 verses

In this book

Named as
Devakī
  1. Khanda 12
  2. Khanda 23
  3. Khanda 320
  4. Khanda 45
  5. Khanda 54
  6. Khanda 62
  7. Khanda 715

Every verse that names Dewaki

51 verses

  1. 1.2.64.66

    Namun jika engkau tetap ingin melepaskannya (nyawamu), dengarkan juga sabda ini: dalam waktu yang sangat singkat, dari Kṛṣṇa, putra Devakī, (urusan ini akan terselesaikan).

  2. 1.3.12.9

    Tegakkanlah itu dengan bhakti yang teguh, senantiasa demi kesejahteraan umat. Pada nakṣatra yang dipimpin para Viśvedeवा, lakukanlah upacara saṅgama di tempat pertemuan Devakī.

  3. 2.2.13.18

    Ketika dunia bumi diganggu dan manusia bahkan dimangsa, Yang Lahir dari rahim Devakī menjelma demi meringankan beban Bumi.

  4. 2.5.1.1

    Sūta berkata: Aku bersujud kepada Kṛṣṇa, putra Devakī, Mādhava, yang dikasihi para bhakta, yang mendatangkan kebahagiaan bagi dunia dan menganugerahkan kesejahteraan duniawi serta pembebasan.

  5. 2.9.18.32

    Pada masa peralihan akhir antara Dvāpara dan Kali, demi memusnahkan kekuatan-kekuatan asura yang membebani bumi, dan untuk melindungi dharma serta orang-orang saleh, Aku akan lahir dari Vasudeva dalam rahim Devakī, di kota Mathurā.

  6. 3.1.27.35

    Śrī Sūta berkata: “Dalam wangsa Yadu ada seorang termasyhur bernama Vasudeva, putra Śūra. Ia beristri Devakī, putri Devaka yang masyhur.”

  7. 3.1.27.36

    Sesudah pernikahan, ia naik kereta dan berangkat menuju kotanya. Saat itu Kaṃsa pun menjadi kusir Ānakadundubhi (Vasudeva).

  8. 3.1.27.37

    Saat itu sebuah suara tanpa wujud berkata kepada Kaṃsa sang kusir, ketika ia mengangkut saudari perempuannya yang bercahaya di atas kereta yang mulia.

  9. 3.1.27.38

    “Wahai penakluk musuh, perempuan inilah yang kau bawa di keretamu; dari rahimnya yang kedelapan engkau akan terbunuh—tanpa keraguan.”

  10. 3.1.27.39

    Mendengar sabda ilahi itu, Kaṃsa menggenggam pedangnya dan, wahai yang utama di antara para dwija, bertekad membunuh saudari kandungnya sendiri.

  11. 3.1.27.40

    Lalu Vasudeva, hendak menenangkannya, berbicara kepada Kaṃsa. Vasudeva berkata: “Wahai Kaṃsa, putra-putra yang lahir darinya akan kuserahkan kepadamu.”

  12. 3.1.27.41

    “Janganlah engkau menyakiti saudari kandungmu ini; darinya tiada bahaya bagimu.” Mendengar kata-kata itu, Kaṃsa pun saat itu mengurungkan pembunuhannya.

  13. 3.1.27.42

    Bersama Devakī dan Vasudeva, ia pergi ke kotanya sendiri. Devakī dan Vasudeva terbelenggu, kaki mereka dipasung rantai.

  14. 3.1.27.43

    Kemudian Kaṃsa yang berhati jahat itu mengurung mereka di rumah penjara. Setelah berlalu waktu yang panjang, Devakī sungguh-sungguh (mengandung) dari Vasudeva—

  15. 3.1.27.45

    Wahai yang terbaik di antara kaum dwija—ketika enam putra yang lahir dari rahim Devakī telah dibunuh oleh Kaṃsa, yang berhati kejam dan tanpa belas kasih—

  16. 3.1.27.46

    Kemudian, di dalam rahim Devakī, kehamilan ketujuh adalah Śeṣa (Ananta) sendiri. Lalu Māyādevī—terdorong oleh kehendak Viṣṇu—mengambil alih janin itu.

  17. 3.1.27.47

    Ia menempatkannya ke dalam Rohiṇī yang tinggal di rumah tangga Nanda sang gembala. Maka tersiar kabar bahwa kandungan ketujuh Devakī telah ‘gugur dari rahim’.

  18. 3.1.27.48

    Oleh līlā ilahi Viṣṇu, kabar besar pun tersiar di dunia. Sesudah itu, Viṣṇu sendiri memasuki rahim Devakī sebagai janin.

  19. 3.1.27.49

    Kemudian, setelah sepuluh bulan berlalu, Hari Yang Tak Binasa lahir dari rahim Devakī, termasyhur di segala penjuru dengan nama ‘Kṛṣṇa’.

  20. 3.1.27.50

    Ia menampakkan diri dengan empat lengan, bercahaya dengan sangkha, cakra, gada, dan pedang; bertajuk mahkota, berkalung bunga hutan, serta penghapus duka kedua orang tua-Nya.