Atharva Veda Anuvaka 6
Kanda 610 Suktas29 Mantras

Anuvaka 6

Tema utama: Pemulihan dan penjagaan daya-hidup, kedudukan, dan kemakmuran melalui pemurnian Atharvanik, mantra perlindungan, dan jampi-jampi keberhasilan. Subtema: Penebusan dan peniadaan enas (kenajisan ritual/moral); Perlindungan apotropaik yang dipimpin Surya terhadap bahaya tak terlihat (adṛṣṭa) dan gangguan rakṣas; Kemenangan dan kenaikan kuasa politik (amitra-dambhana); Kerukunan sosial dan keberuntungan (saumanasya/śānti); Kemasyhuran dan pengakuan publik (yáśas); Perlindungan serta pemulihan kekayaan ternak-sapi; Perlindungan dari bahaya ular.

Suktas in Anuvaka 6

Sukta 51

AV 6.51 adalah kidung ringkas bersifat prāyaścitta dan pemurnian yang menetralkan enas (kenajisan ritual/moral) dengan menggambarkan pemurnian sebagai arus yang dapat “dibalik” namun tak terbendung: Soma disaring dan “diputar balik” melampaui bahaya; Air-Airan membasuh segala noda; dan Varuṇa ditenteramkan atas pelanggaran yang terjadi tanpa sengaja. Daya himne ini terletak pada penggabungan tiga pemurni klasik—angin/proses penyaringan, air lustral bersama ghee, dan pengakuan di hadapan Varuṇa—sehingga kenajisan sungguh disingkirkan, bukan sekadar disembunyikan, dan akibat hukuman dapat dielakkan

Rishi: Atharvanic tradition (exact r̥ṣi not specified in the provided excerpt) | Devata: Soma (with Vāyu and Indra as associated purifiers/protectors) | 3 Mantras

Sukta 52

Himne singkat yang bersifat penyembuhan dan perlindungan ini memanfaatkan Matahari yang terbit (Sūrya/Āditya) sebagai daya yang tampak, yang menghancurkan para rakṣas dan menyingkirkan “yang tak terlihat” (adṛṣṭa)—bahaya gaib, penyakit tersembunyi, serta pengaruh jahat. Lalu daya penenteram yang sama diperluas ke ranah rumah tangga (ternak, pemangsa, kegaduhan arus sungai), dan ditutup dengan menghadirkan tumbuhan obat termasyhur milik Kaṇva sebagai ramuan mujarab universal untuk menenangkan derita tak terlihat pada sang pasien.

Rishi: Atharvanic tradition (exact r̥ṣi not specified in the provided excerpt) | Devata: Sūrya/Āditya | 3 Mantras

Sukta 53

AV 6.53 adalah kidung Atharvan yang ringkas untuk perlindungan dan pemulihan: mula-mula menegakkan penjagaan ke segala arah oleh Langit dan Bumi serta lingkaran para dewa penopang; lalu memanggil kembali daya-daya hidup yang tercerai—napas, diri, penglihatan, dan vitalitas—ke dalam orang yang sedang tertimpa sakit. Kidung ini berpuncak pada tindakan pemulihan Tvaṣṭṛ: membentuk ulang yang rusak, menyatukan kembali tubuh dan batin dengan cahaya serta nutrisi, dan memeteraikan ruang/diri dari kemalangan batin maupun lahir.

Rishi: Atharvanic tradition (specific r̥ṣi not stated in the provided excerpt) | Devata: Dyāvāpṛthivī; Soma, Agni, Vāyu, Savitṛ, Bhaga; Svadhā as sustaining power | 3 Mantras

Sukta 54

AV 6.54 adalah mantra singkat bagi raja dan negara yang mengikat kemakmuran (rayi, śrī) dengan kemenangan koersif yang menundukkan musuh (amitra-dambhana), agar sang pelindung tetap “di atas” dalam setiap benturan. Himne ini menyeru poros perang–kurban: daya penakluk Indra serta pasangan Agni–Soma sebagai penopang kṣatra, untuk meneguhkan kedaulatan, sumber daya, dan dominasi di bawah tekanan politik.

Rishi: Atharvanic/Angirasa tradition (as typical for rāṣṭra- and kṣatra-formulas in AV 6; exact r̥ṣi assignment depends on Anukramaṇī). | Devata: Agni-Soma (dual) | 3 Mantras

Sukta 55

AV 6.55 adalah kidung śānti–paustika yang singkat, memohon agar seluruh tatanan ilahi—jalur-jalur penghubung antara Langit dan Bumi, Musim-musim, dan Tahun itu sendiri—mengelilingi sang pemuja dengan saumanasya (itikad baik, kerukunan, kelembutan budi). Dengan menyelaraskan ritme kosmis (ṛtu dan saṃvatsara), kidung ini bertujuan menenteramkan gangguan pada waktu dan lingkungan, sehingga menghadirkan tempat tinggal yang aman, kemakmuran dalam ternak dan keturunan, serta suasana damai yang mantap

Rishi: Atharvanic tradition (per Anukramaṇī for AV 6.55). | Devata: Viśve Devāḥ (All the Gods); with Heaven-and-Earth as cosmic setting | 3 Mantras

Sukta 56

Himne rakṣā singkat ini meneguhkan perlindungan dari ular dengan memadukan penghormatan penenteraman (namo) kepada berbagai jenis ular dengan mantra kuat untuk “mengikat/menutup” sehingga gigitan menjadi tak berdaya. Himne ini memohon para dewa mengekang ahi agar tidak dapat menyambar, lalu secara ritual menutup taring, rahang, lidah, dan mulut ular—menetralisir bisa dan bahaya bagi segenap rumah tangga.

Rishi: Atharvanic tradition (often transmitted under Atharvan/Angiras lineages; specific r̥ṣi not stated in the provided excerpt) | Devata: Sarpa/Ahi (serpent-kinds) addressed through propitiation; gods invoked as restrainers | 2 Mantras

Sukta 57

Atharvaveda 6.57 adalah mantra penyembuhan terapi-air yang ringkas: penderitaan yang tajam dan menusuk dipandang sebagai “anak panah” Rudra, lalu ditangkal dengan air obat yang telah disucikan (jālāṣa). Melalui pemercikan berulang dan sebuah berkat penutup yang memenyeluruhkan makna, kidung ini memperluas ranah kesembuhan dari nyeri tertentu menjadi perlindungan yang meliputi segalanya, ketika Bumi dan Perairan sendiri menjadi bheṣaja (remedi/obat penyembuh).

Rishi: Atharvanic tradition (unspecified here) | Devata: Bheṣaja; Rudra as lord of healing | 3 Mantras

Sukta 58

Himne paustika yang singkat ini adalah jampi untuk memperoleh dan meneguhkan yáśas—kemasyhuran di muka umum, prestise, dan pengakuan sosial—terutama dalam ekonomi ritual patronase dan dakṣiṇā. Himne ini menarik ketenaran turun dari sumber-sumber kosmis dan kurban yang paling berwibawa (Indra, Dyāvāpṛthivī, Savitar; dan secara implisit juga Agni dan Soma), lalu menjadikannya bersifat universal sehingga sang penutur menjadi “yang paling termasyhur” di antara semua makhluk.

Rishi: Atharvanic tradition (anonymous/collective in many AV paustika hymns) | Devata: Indra; Dyāvāpṛthivī; Savitar | 3 Mantras

Sukta 59

Himne Atharvanik yang singkat ini memanggil Arundhatī—daya Oṣadhi (tumbuhan obat) yang dipersonifikasikan—untuk melindungi dan memulihkan kekayaan ternak: lembu jantan, sapi perah, sapi kering, anak sapi, dan seluruh kawanan berkaki empat. Ia memohon kandang yang kaya susu dan bebas penyakit, serta memperluas perlindungan yang sama kepada rumah tangga manusia, mengusir ‘panah/proyektil’ Rudra yang ditakuti (kematian mendadak, wabah/penyakit menular pada ternak). Dalam gaya domestik Atharvaveda, mantra itu sendiri berfungsi sebagai muatan pelindung yang “dipasang” pada kandang dan kawanan melalui pelafalan serta ritus tumbuhan obat yang sederhana

Rishi: Atharvanic tradition (anonymous/collective) | Devata: Oṣadhi (Arundhatī) as a personified healing/protective power | 3 Mantras

Sukta 60

Himne pati-lābha yang singkat ini memohon kepada Aryaman, penjaga ikatan yang disahkan oleh tatanan sosial, agar menghadirkan suami yang layak bagi seorang gadis dan meneguhkan peralihannya menuju peran istri yang berbuah. Himne ini mengakui arena persaingan dalam pemilihan jodoh ("pertemuan bersama") dan memohon keunggulan ilahi atas para pesaing. Bait penutup menambatkan permohonan itu pada daya penataan kosmis Dhātṛ, menyiratkan bahwa pernikahan yang serasi merupakan bagian dari ṛta (tatanan yang mantap) dan membawa keturunan serta kemakmuran.

Rishi: Atharvanic tradition (hymn for pati-lābha) | Devata: Aryaman | 3 Mantras

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App