
Rishi: Atharvanic tradition (arishta-kṣayaṇa complex)
Devata: Primarily the operative mantra-force (ṛc) and the household’s Śānti/Ūrj; adversary is the omen and attached durita
Chandas: Triṣṭubh-like (AV irregular)
Himne arishta-kṣayaṇa yang singkat ini menetralkan pertanda buruk yang telah “melekat” pada rumah tangga—dibayangkan sebagai kapota (merpati)—dengan mengusirnya melalui daya ṛc (ucapan metris yang efektif), dibantu umpan. Lalu himne ini meneguhkan ranah domestik dengan suatu lingkar pelindung di sekeliling Agni dan ternak sapi, dan akhirnya memohon perkenan Yama/Mṛtyu agar lintasan pertanda itu terputus tanpa menguras ūrj (daya-hidup kemakmuran) rumah. Dalam tiga gerak yang padat, sukta ini mengubah omen menjadi kepergian, bahaya menjadi kewibawaan yang terjaga (śravas), dan kefanaan menjadi jarak yang telah didamaikan
Mantra 1
अरिष्टक्षयणम्। ऋ॒चा क॒पोतं॑ नुदत प्र॒णोद॒मिषं॒ मद॑न्तः॒ परि॒ गां न॑यामः । सं॒लो॒भय॑न्तो दुरि॒ता प॒दानि॑ हि॒त्वा न॒ ऊर्जं॒ प्र प॑दा॒त् पथि॑ष्ठः
Dengan sebuah ṛc (bait suci), halaukanlah merpati itu—usirlah ia pergi. Dengan umpan, sambil bersukacita, akan kami giring ia berkeliling menuju tanah lapang; dengan memikatnya, biarlah ia meninggalkan jejak-jejak yang jahat, dan melangkah menjauh dari daya-nutrisi (ūrj) kami melalui jalan yang paling baik.
Mantra 2
परी॒मे॒३ग्निम॑र्षत॒ परी॒मे गाम॑नेषत । दे॒वेष्व॑क्रत॒ श्रवः॒ क इ॒माँ आ द॑धर्षति
Di sekeliling Agni mereka mengalir/beredar; di sekeliling Sapi mereka menggiringnya. Di antara para Dewa mereka menegakkan kemasyhuran (śravas). Siapakah dia yang berani menyerang yang ada di sini ini?
Mantra 3
यः प्र॑थ॒मः प्र॒वत॑मास॒साद॑ ब॒हुभ्यः॒ पन्था॑मनुपस्पशा॒नः । यो॒३स्येशे॑ द्वि॒पदो॒ यश्चतु॑ष्पद॒स्तस्मै॑ य॒माय॒ नमो॑ अस्तु मृ॒त्यवे॑
Dia yang pertama mencapai turunan terjal; yang demi banyak orang telah melihat dan menandai jalan; yang berkuasa atas ini—atas yang berkaki dua dan yang berkaki empat—kepada-Nya, Yama, hormat sembah; hormat sembah kepada Mṛtyu, yakni Kematian.
In Atharvavedic omen-logic, certain birds entering or lingering in the house-space can be read as nimitta (a sign) that durita (misfortune) has ‘caught’ the household. The hymn’s goal is not to harm the bird but to detach and export the attached ill-luck.
It means the misfortune is imagined as having a “trail” (padāni) that can cling to a place. By luring the omen outward and commanding it to depart by the best path, the rite aims to keep the household’s vitality (ūrj) intact while the durita goes away with the omen.
In this ritual grammar, respectful propitiation is a seal that prevents escalation. By acknowledging Yama/Mṛtyu as the ultimate authority over bipeds and quadrupeds, the performer seeks to pacify the fatal edge of the omen and secure postponement or averting of death-loss.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.