
Rishi: Atharvanic tradition (often transmitted without a single named ṛṣi for short apotropaic pieces; kapota-śakuna context)
Devata: Nirṛti (as the threatening power) and the Gods (as controllers of dispatch); implicitly Śam (weal) as desired state
Chandas: Triṣṭubh-like cadence (mixed/irregular in AV omens); often treated as pragmatic prose-verse in ritual use
Mantra śānti singkat dari tradisi Atharvaveda ini menetralkan pertanda buruk ketika seekor merpati tampak hinggap di atau masuk ke dalam rumah, yang ditafsirkan sebagai utusan Nirṛti (malapetaka). Dengan membingkai ulang burung itu sebagai sesuatu yang dapat membawa tuah di bawah kendali para dewa, serta menambatkan perlindungan pada perapian (Agni), kidung ini “membebaskan” rumah tangga dari cengkeraman pertanda tersebut dan meneguhkan śam (kesejahteraan) bagi manusia maupun ternak.
Mantra 1
अरिष्टक्षयणम्। देवाः॑ क॒पोत॑ इषि॒तो यदि॒छन् दू॒तो निरृ॑त्या इ॒दमा॑ज॒गाम॑ । तस्मा॑ अर्चाम कृ॒णवा॑म॒ निष्कृ॑तिं॒ शं नो अस्तु द्वि॒पदे॒ शं चतु॑ष्पदे
(Ariṣṭa-kṣayaṇam) Jika para Dewa mengutus Merpati, dan ia—utusan Nirṛti—telah datang ke sini, maka dengan kidung kami akan mengusahakan baginya pelepasan. Semoga sejahtera bagi kami yang berkaki dua; sejahtera bagi yang berkaki empat.
Mantra 2
शि॒वः क॒पोत॒ इषि॒तो नो॑ अस्त्वना॒गा दे॑वाः शकु॒नो गृ॒हं नः॑ । अ॒ग्निर्हि विप्रो॑ जु॒षतां॑ ह॒विर्नः॒ परि॑ हे॒तिः प॒क्षिणी॑ नो वृणक्तु
Merpati itu semoga membawa keberuntungan, meski diutus; dan tanpa salah, wahai para Dewa, semoga pertanda-burung itu (berlaku baik) bagi rumah kami. Sebab Agni, sang bijak-terilham, akan berkenan pada persembahan kami; dan biarlah peluru bersayap itu memilih jalannya menjauh, mengitari kami (sebagai lindungan).
Mantra 3
हे॒तिः प॒क्षिणी॒ न द॑भात्य॒स्माना॒ष्ट्री प॒दं कृ॑णुते अग्नि॒धाने॑ । शि॒वो गोभ्य॑ उ॒त पुरु॑षेभ्यो नो अस्तु॒ मा नो॑ देवा इ॒ह हिं॑सीत् क॒पोतः॑
Wahai hetí (senjata/anak panah) yang bersayap, janganlah engkau mencederai kami; seperti batu yang dilempar, janganlah engkau membuat pijakan di tempat perapian (agnidhāna). Semoga engkau membawa keberuntungan bagi sapi-sapi kami dan bagi orang-orang kami. Wahai para Dewa, janganlah merpati di sini menyakiti kami.
In this omen-context the pigeon can be read as a śakuna (portent), even as a ‘messenger of Nirṛti’—a sign that misfortune is trying to enter the household. The hymn does not attack the bird; it cancels the omen’s harmful meaning.
Niṣkṛti is an expiatory “release” or undoing: a ritual-linguistic act that removes the household from the claim of an inauspicious sign, restoring normal welfare (śam).
No. The core action is recitation oriented to the hearth (Agni) with a simple offering if available. It is designed as an immediate domestic śānti: redirect harm, prevent it from ‘taking footing’, and affirm safety for people and animals.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.