Atharva Veda Anuvaka 10
Kanda 610 Suktas30 Mantras

Anuvaka 10

Tema utama: Perlindungan pemulihan—menyembuhkan gangguan sambil meneguhkan kemenangan, perjalanan selamat, dan kedaulatan yang stabil melalui ritus Atharvan. Subtema: (1) Mengusir penyakit pelayuan/penyusutan tubuh (yakṣman/rapas) dan menyingkirkan aṃhas (noda ritual-moral) (2) Terapi herbal (Kuṣṭha) dan ramuan majemuk (olahan jelai) (3) Konsekrasi penangkal racun (viṣadūṣaṇa) (4) Kemenangan perang, perlindungan di medan laga, serta pembalikan/koversi kekerasan musuh (5) “Pergi dengan selamat” (svastyayana) dan perlindungan batas/perimeter rumah tangga

Suktas in Anuvaka 10

Sukta 91

Himne penyembuhan singkat ini menargetkan pelayuan/penyusutan mirip yakṣman (rapas) dengan secara ritual “membalikkan” dan mengusir penyakit dari tubuh pasien. Ia memadukan obat yang nyata—jelai yang diramu—dengan rumus pengusiran berarah yang meneladani gerak kosmis ke bawah, lalu memeteraikan kesembuhan dengan menyeru Perairan sebagai obat universal dan penyebar-lerai penyakit.

Rishi: Atharvanic healer tradition | Devata: Bhaiṣajya (medicine) / Yakṣman-removal power (functional devatā) | 3 Mantras

Sukta 92

AV 6.92 adalah mantra kemenangan yang ringkas untuk kuda pacu (vājī), dimaksudkan untuk membangunkan kecepatan yang tersembunyi, memastikan start yang bersih, dan membawa pelari hingga garis akhir. Himne ini memasangkan kuda pada dorongan Indra, daya Marut, dan kesempurnaan jasmani Tvaṣṭṛ, sehingga napas, anggota tubuh, dan momentum berubah menjadi kemenangan yang pasti dengan keselamatan.

Rishi: Atharvanic tradition (anukramaṇī attribution varies for short practical sūktas) | Devata: Indra; Maruts; Tvaṣṭṛ (functional triad for victory, impetus, and bodily perfection) | 3 Mantras

Sukta 93

Kidung Svastyayana (perjalanan selamat) yang singkat ini menegakkan lingkar pelindung di sekeliling rumah tangga bagi para pria—terutama saat bepergian, saat terpapar bahaya, atau saat konflik—dengan mengerahkan bahkan daya-daya yang bernuansa maut dan serupa Rudra sebagai penjaga yang ditundukkan dan didisiplinkan. Kidung ini mengalihkan “racun-jahat” (bahaya permusuhan yang menyerupai senjata atau serangan sihir) menjauh dari pelaku yajña melalui penghormatan (namas), persembahan, dan pengerahan bala dewa (Deva-senā). Daya mantranya terletak pada gaya pengkatalogan nama: menyebut nama berarti mengikat, dan mengikat berarti membalikkan bahaya ke luar sambil memeteraikan keselamatan di dalam.

Rishi: Atharvanic tradition | Devata: Composite: Yama/Mṛtyu/Nirṛti and Rudra-forms as controlled guardians; also Deva-senā (divine hosts) | 3 Mantras

Sukta 94

AV 6.94 adalah kidung Saṃmanasya yang ringkas, yang menempa kesatuan komunal dengan menyelaraskan batin/pikiran (manas), kaul/ketetapan suci (vrata), dan kehendak bersama (ākūti), sekaligus secara koersif menarik para pembangkang kembali ke dalam keseragaman. Hymne ini bergerak dari penghormatan kepada kerukunan, menuju tindakan eksplisit berupa penggenggaman dan penguasaan mental, lalu berakhir pada gambaran kosmis tentang “menenun-memasukkan” yang meneguhkan ritus melalui Sarasvatī dan para dewa utama

Rishi: Atharvanic tradition (Saṃmanasya hymns often treated as communal charms) | Devata: Saṃmanasya (Concord) as an abstract power; implicitly the collective order (ṛta/dharma-like) | 3 Mantras

Sukta 95

Himne penyembuhan singkat ini mengesahkan Kuṣṭha sebagai obat yang dimenangkan secara ilahi, lahir dari amṛta, dengan asal-usul di surga tertinggi dan di Himavant—dunia sumber segala obat-obatan. Dengan menuturkan perolehan surgawinya (sebagai “tanda/bunga keabadian”) dan menamainya “rahim” bagi semua tumbuh-tumbuhan obat, sukta ini secara ritual mengaktifkan Kuṣṭha menjadi agada—penawar racun dan obat mujarab serba guna bagi penderitaan yang menetap dan penyakit yang membandel.

Rishi: Atharvanic tradition (often transmitted under Atharvan/Angiras lineages; specific r̥ṣi not explicit in the provided excerpt). | Devata: Kuṣṭha (herb as divine remedy) / amṛta-associated divine agency | 3 Mantras

Sukta 96

AV 6.96 adalah kidung singkat pemurnian–penyembuhan yang memandang penyakit dan kemalangan sebagai tanda lahiriah dari noda moral-ritual (aṃhas, devakilbiṣa) yang timbul melalui penglihatan, pikiran, dan ucapan, baik saat terjaga maupun dalam tidur. Kidung ini mengerahkan daya kolektif para Oṣadhi (tumbuhan obat) di bawah kedaulatan pemurni Soma serta otorisasi kependetaan Bṛhaspati untuk “membebaskan” si penderita dari belenggu—sumpah dan kutuk, hukuman Varuṇa, dan jerat Yama—yang berpuncak pada tindakan pembersihan Soma

Rishi: Atharvanic tradition (exact r̥ṣi not specified in the provided excerpt) | Devata: Soma (as pāvaka/purifier) | 3 Mantras

Sukta 97

Kidung Atharvanik tiga bait ini adalah mantra kemenangan yang ringkas, yang menyakralkan keberhasilan perang dengan menyatakan bahwa “kemenangan” merupakan sifat hakiki sang pahlawan, kurban yajña, dan daya-daya ritus utama—Agni, Soma, dan Indra. Kidung ini meneguhkan kṣātra (daya kedaulatan/kekuatan kesatria), mengikat para sekutu pada pemimpin, serta mengusir Nirṛti (kemalangan/kehancuran), bahkan noda dari kesalahan yang telah diperbuat, melalui kemanisan yang membawa tuah dan persembahan yang tepat.

Rishi: Atharvanic tradition (not specified in the provided excerpt) | Devata: Indra (with Agni, Soma, and Yajña personified as victorious powers) | 3 Mantras

Sukta 98

Himne Atharvanik singkat untuk upacara kerajaan ini menobatkan Indra sebagai adhírāja (raja di atas para raja) dan memohon agar Ia menegakkan ajara kṣatra—kedaulatan yang tak menua dan tak terkalahkan—bagi sang pelindung. Himne ini menyakralkan supremasi politik dengan menempatkan kekuasaan raja di bawah daya kemenangan Indra, meluaskan wilayah kuasa ke segala penjuru, serta menjamin kepatuhan dan kesetiaan para klan dan para penguasa saingan.

Rishi: Atharvanic tradition (often transmitted under Atharvan/Āṅgiras lineages for royal rites; specific r̥ṣi attribution depends on anukramaṇī tradition) | Devata: Indra (as adhírāja and kṣatra-dātṛ) | 3 Mantras

Sukta 99

Mantra pertempuran singkat ini memanggil Indra sebagai pengarah hasil yang garang, serta menegakkan “lengan” beliau sebagai kepungan pelindung terhadap bahaya perang yang segera mengancam. Mantra ini mengubah tebasan mematikan yang diangkat musuh menjadi ancaman yang terkurung dan dinetralisir, lalu memeteraikan ritus dengan doa kesejahteraan (svasti) dengan menyelaraskan batin pelaku dengan perkenan ilahi. Walau tergolong abhicārika dalam latar medan laga, nada operatifnya adalah sihir-tanding yang bersifat protektif, bukan agresi untuk mencelakakan.

Rishi: Atharvanic transmission (anukramaṇī-dependent) | Devata: Indra | 3 Mantras

Sukta 100

AV 6.100 adalah mantra penangkal racun (viṣa) yang ringkas, yang menguduskan daya antidot bernama Viṣadūṣaṇa—“perusak racun”—sebagai anugerah yang mengalir dari para pemberi kosmis tertinggi. Dengan menyeru Surya, Langit, Bumi, dan tiga Sarasvatī, kidung ini menjadikan air dan agen penawar sebagai daya tanding yang disahkan ilahi, menguras “sari” (keganasan) bisa dan memulihkan keselamatan bagi yang terkena.

Rishi: Atharvanic tradition (Anukramaṇī attribution varies; commonly Atharvan/Angiras-type seer for bhaiṣajya hymns) | Devata: Viṣadūṣaṇa (antidotal power) with cosmic donors (Sūrya, Dyauḥ, Pṛthivī, Sarasvatī) | 3 Mantras

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App