Atharva Veda Sukta 19
Kanda 4Anuvaka 2Sukta 198 Mantras

Sukta 19

Rishi: Atharvanic tradition (not specified in excerpt)

Devata: Apāmārga

Chandas: Mixed/irregular prose-anuṣṭubh style (opening label + anuṣṭubh-like cadence; exact metrical scan uncertain from excerpt)

Kidung ini mengerahkan Apāmārga (tumbuhan ‘penyapu-penyingkir’) sebagai daya yang hidup—yang memotong sekaligus memulihkan ikatan: ia memutus derita yang berulang, ‘menghantui sepanjang tahun’, dan menghancurkan kṛtyā (sihir rekayasa) yang memusuhi serta diarahkan pada garis rumah tangga/keturunan. Seiring tujuan penyembuhan, kidung ini juga membangun kembali kohesi sosial—menjadikan ‘kawan’ dan ‘kerabat’—seraya menegakkan lingkar perlindungan yang terukur (seratus kali/seribu kali), diteguhkan oleh ojas Indra.

Mantras

Mantra 1

अपामार्गः। उ॒तो अ॒स्यब॑न्धुकृदु॒तो अ॑सि॒ नु जा॑मि॒कृत्। उ॒तो कृ॑त्या॒कृतः॑ प्र॒जां न॒डमि॒वा छि॑न्धि॒ वार्षि॑कम्

Apāmārga—lagi pula engkau menjadikan sahabat; lagi pula, kini engkau menjadikan kerabat. Lagi pula, sebagai pelaku penangkal Kṛtyā, putuskanlah penyakit yang menghantui setahun pada rakyat, seperti orang memotong sebatang gelagah.

Mantra 2

ब्रा॒ह्म॒णेन॒ पर्यु॑क्तासि॒ कण्वे॑न नार्ष॒देन॑ । सेने॑वैषि॒ त्विषी॑मती॒ न तत्र॑ भ॒यमस्ति॒ यत्र॑ प्रा॒प्नोष्यो॑षधे

Dengan mantra suci engkau dilingkupi—oleh Kaṇva, oleh Nārṣada. Laksana bala tentara engkau maju, penuh daya kilat; tiada ketakutan di tempat engkau capai, wahai Oṣadhi (Herba).

Mantra 3

अग्र॑मे॒ष्योष॑धीनां॒ ज्योति॑षेवाभिदी॒पय॑न्। उ॒त त्रा॒तासि॒ पाक॒स्याथो॑ ह॒न्तासि॑ र॒क्षसः॑

Wahai (tumbuhan) obat, engkau berjalan paling depan di antara segala oṣadhi; bagaikan cahaya engkau menyala dan memancar melawan (musuh). Dan engkau pelindung makanan rumah tangga; lagi pula engkau pembunuh para Rākṣasa.

Mantra 4

यद॒दो दे॒वा असु॑रां॒स्त्वयाग्रे॑ नि॒रकु॑र्वत । तत॒स्त्वमध्यो॑षधेऽपामा॒र्गो अ॑जायथाः

Ketika dahulu kala, pada awalnya, para Dewa dengan perantaraanmu mengusir dan menyingkirkan para Asura, dari situlah engkau lahir, wahai Oṣadhi, sebagai Apāmārga.

Mantra 5

वि॒भि॒न्द॒ती श॒तशा॑खा विभि॒न्दन् नाम॑ ते पि॒ता। प्र॒त्यग् वि भि॑न्धि॒ त्वं तं यो अ॒स्माँ अ॑भि॒दास॑ति

Yang membelah-cerai, berseratus cabang—“Pembelah” itulah nama yang ayahmu berikan kepadamu. Berbaliklah, dan belahlah menjadi dua orang yang memusuhi kami dan menyerang kami itu.

Mantra 6

अस॒द् भूम्याः॒ सम॑भव॒त् तद् यामे॑ति म॒हद् व्यचः॑ । तद् वै ततो॑ विधू॒पाय॑त् प्र॒त्यक् क॒र्तार॑मृच्छतु

Dari bumi, Yang-Tiada (Asat) berhimpun menjadi ada; ia menempuh jalannya, agung dan meluas. Lalu sungguh ia mengepulkan asap; semoga ia berbalik dan mengenai pelaku (bahaya) itu.

Mantra 7

प्र॒त्यङ् हि सं॑ब॒भूवि॑थ प्रती॒चीन॑फल॒स्त्वम्। सर्वा॒न् मच्छ॒पथाँ॒ अधि॒ वरी॑यो यावया व॒धम्

Sungguh engkau telah menjadi berbalik arah, dengan buah yang kembali ke belakang. Atas segala kutuk yang diarahkan kepadaku, jadilah engkau yang lebih kuat; halaukanlah bahaya yang mematikan.

Mantra 8

श॒तेन॑ मा॒ परि॑ पाहि स॒हस्रे॑णा॒भि र॑क्ष मा । इन्द्र॑स्ते वीरुधां पत उ॒ग्र ओ॒ज्मान॒मा द॑धत्

Dengan seratus penjagaan, kepunglah aku; dengan seribu, lindungilah aku dari serangan. Indra yang dahsyat telah menegakkan bagimu—wahai penguasa tumbuh-tumbuhan—daya kekuatan yang perkasa.

Frequently Asked Questions

In AV 4.19 Apāmārga is a medicinal herb addressed as a personified power. The hymn treats the plant as an active protector that can ‘cut off’ disease and repel hostile forces.

It refers to an illness or trouble that keeps returning with the seasons or year after year. The mantra asks Apāmārga to sever that repeating pattern from the household line.

The verses describe Apāmārga as a ‘splitter’ that turns attacks back (pratyag) and breaks the hostile working. Practically, the recitation is paired with holding/placing Apāmārga and performing a symbolic cutting or reversal gesture to enact the counter-force.

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App