Atharva Veda Sukta 5
Kanda 4Anuvaka 1Sukta 57 Mantras

Sukta 5

Rishi: Atharvan (traditional attribution for stambhana/nidrā material; hymn-level attribution varies by anukramaṇī)

Devata: Nidrā / Stambhana (functional ‘deity’), with Indra invoked indirectly via epithet

Chandas: Anuṣṭubh (predominant in this cluster)

Himne ini adalah mantra stambhana (melumpuhkan/membekukan) dan nidrā (membuat tidur) yang memadamkan kewaspadaan di sekeliling—angin, penglihatan, gerak, dan keadaan terjaga—agar pelaku dapat lewat tanpa terlihat. Mantra ini berulang kali memerintahkan kantuk menyelimuti semua (termasuk para perempuan dan anjing penjaga), namun sekaligus menetapkan pengecualian: sang pelaku tetap terjaga dan tidak tersentuh bahaya, meneladani ketakterlanggaran Indra.

Sanskrit recitationAtharva Veda 4.5

Mantras

Mantra 1

स्वापनम्। स॒हस्र॑शृङ्गो वृष॒भो यः स॑मु॒द्रादु॒दाच॑रत्। तेना॑ सह॒स्येऽना व॒यं नि जना॑न्त्स्वापयामसि

Tidur—Sang Banteng bertanduk seribu yang muncul dari samudra: dengan itu, wahai yang perkasa, kami tanpa gagal membuat orang banyak tenggelam ke dalam lelap.

Mantra 2

न भूमिं॒ वातो॒ अति॑ वाति॒ नाति॑ पश्यति॒ कश्च॒न। स्त्रिय॑श्च॒ सर्वाः॑ स्वा॒पय॒ शुन॒श्चेन्द्र॑सखा॒ चर॑न्

Jangan biarkan Angin melintas di atas bumi; jangan biarkan siapa pun memandang ke luar melampaui batas. Buatlah semua perempuan tertidur, dan juga anjing itu—sahabat Indra—ketika ia berkeliaran.

Mantra 3

प्रो॒ष्ठे॒श॒यास्त॑ल्पेश॒या नारी॒र्या व॑ह्य॒शीव॑रीः । स्त्रियो॒ याः पुण्य॑गन्धय॒स्ताः सर्वाः॑ स्वापयामसि

Para perempuan yang berbaring di dipan luar, para perempuan yang berbaring di ranjang—mereka yang dibawa ke luar dan masih bergerak; para perempuan yang harum oleh wewangian mujur—mereka semua, satu per satu, kami buai hingga tertidur.

Mantra 4

एज॑देजदजग्रभं॒ चक्षुः॑ प्रा॒णम॑जग्रभम्। अङ्गा॑न्यजग्रभं॒ सर्वा॑ रात्री॑णामतिशर्व॒रे

Segala yang bergerak telah kutawan; mata, napas (prāṇa) telah kutawan; anggota-anggota tubuh telah kutawan—dalam setiap malam, yang paling gelap dan terlampau gelap.

Mantra 5

य आस्ते॒ यश्चर॑ति॒ यश्च॒ तिष्ठ॑न्वि॒पश्य॑ति । तेषां॒ सं द॑ध्मो॒ अक्षी॑णि॒ यथे॒दं ह॒र्म्यं तथा॑

Siapa yang duduk, siapa yang berjalan, siapa yang berdiri dan memandang ke segenap arah—mata mereka semua kami satukan (kami pejamkan), sebagaimana rumah ini (tertutup); demikianlah jadinya.

Mantra 6

स्वप्तु॑ मा॒ता स्वप्तु॑ पि॒ता स्वप्तु॒ श्वा स्वप्तु॑ वि॒श्पतिः॑ । स्वप॑न्त्वस्यै ज्ञा॒तयः॒ स्वप्त्व॒यम॒भितो॒ जनः॑

Biarlah ibu tidur, biarlah ayah tidur; biarlah anjing tidur, biarlah tuan rumah tidur. Biarlah sanak-kerabatnya tidur; biarlah orang-orang di sekeliling ini semuanya tidur.

Mantra 7

स्वप्न॑ स्वप्नाभि॒कर॑णेन॒ सर्वं॒ नि स्वापया॒ जन॑म्। ओ॒त्सू॒र्यम॒न्यान्त्स्वा॒पया॑व्यु॒षं जा॑गृताद॒हमिन्द्र॑ इ॒वारि॑ष्टो॒ अक्षि॑तः

Wahai Tidur, dengan daya pesona pembawa-mimpi, tidurkanlah seluruh umat. Hingga Surya terbit, tidurkanlah yang lain; dari keadaan terjaga aku tetap terjaga—seperti Indra, tak terluka, tak terhanguskan.

Frequently Asked Questions

It aims to make nearby people and guardians drowsy and unobservant—especially by ‘closing’ their eyes—so the practitioner can act without being detected.

Indra functions as a protective paradigm: the hymn asks that others sleep, but the reciter remain awake, unharmed, and undiminished ‘like Indra.’

Not in the verses provided: it works primarily through spoken command, analogy (the sealed house), and the operator’s stated intention to keep others asleep until sunrise.

Ask anything about Sukta 5 of the Atharva Veda

Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.

Not sure where to start?

A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App