Atharva Veda Sukta 25
Kanda 2Anuvaka 3Sukta 255 Mantras

Sukta 25

Rishi: Atharvanic tradition (often transmitted under Atharvan/Angiras lineages for bhaiṣajya hymns; specific r̥ṣi attribution depends on anukramaṇī tradition for AV 2.25).

Devata: Pṛśniparṇī (herb-deity/personified medicinal power).

Chandas: Anuṣṭubh (probable; standard for many AV healing/apotropaic verses—confirmable by full hymn metrical scan).

AV 2.25 adalah kidung bhaiṣajya–apotropaik yang ringkas, menobatkan Pṛśniparṇī sebagai dewi-ramuan penakluk, yang dayanya dapat melumpuhkan orang-orang bermusuhan, sihir, dan kekuatan penyebab keguguran. Melalui ujaran yang secara verbal “memenggal kepala” mereka yang bernama buruk, serta dengan membayangkan ramuan itu mengejar laksana Agni, kidung ini mengubah tanaman obat menjadi senjata penetralan total dan perlindungan komunal

Sanskrit recitationAtharva Veda 2.25

Mantras

Mantra 1

पृश्निपर्णी। शं नो॑ दे॒वी पृ॑श्निप॒र्ण्यशं॒ निरृ॑त्या अकः । उ॒ग्रा हि क॑ण्व॒जम्भ॑नी॒ ताम॑भक्षि॒ सह॑स्वतीम्

Pṛśniparṇī. Datangkanlah kesejahteraan bagi kami, wahai Dewi Pṛśniparṇī; dari Nirṛti jadikanlah bagi kami tanpa celaka. Sebab garang sungguh ia, penghancur Kaṇva; yang perkasa itu telah aku santap/ambil sebagai ramuan—dia yang penuh daya.

Mantra 2

सह॑माने॒यं प्र॑थ॒मा पृ॑श्निप॒र्ण्यऽजायत । तया॒हं दु॒र्णाम्नां॒ शिरो॑ वृ॒श्चामि॑ श॒कुने॑रिव

Pṛśniparṇī yang menaklukkan ini lahir sebagai yang pertama dari semuanya; dengan dia aku menebas kepala orang yang bernama buruk, seperti (orang) memenggal kepala seekor burung.

Mantra 3

अ॒राय॑मसृ॒क्पावा॑नं॒ यश्च॑ स्फा॒तिं जिही॑र्षति । ग॒र्भा॒दं कण्वं॑ नाशय॒ पृश्नि॑पर्णि॒ सह॑स्व च

Musuh, sang pemurni darah, dan siapa pun yang hendak merampas kemakmuran kita— hancurkanlah si perusak kandungan, yakni Kaṇva itu; wahai Pṛśniparṇī, engkau pun menanglah dan bertahanlah dengan daya.

Mantra 4

गि॒रिमे॑नाँ॒ आ वे॑शय॒ कण्वा॑न् जीवित॒योप॑नान्। तांस्त्वं दे॑वि पृश्निपर्ण्य॒ग्निरि॑वानु॒दह॑न्निहि

Bawalah masuk orang-orang gunung itu; buat mereka masuk ke bawah (kuasa) para Kaṇva—mereka yang pijakannya sendiri adalah perampasan hidup. Wahai Dewi Pṛśniparṇī, engkau—bagaikan Agni yang menyala mengejar—hanguskanlah mereka; pergilah keluar!

Mantra 5

परा॑च एना॒न् प्र णु॑द॒ कण्वा॑न् जीवित॒योप॑नान्। तमां॑सि॒ यत्र॒ गच्छ॑न्ति॒ तत् क्र॒व्यादो॑ अजीगमम्

Usirlah mereka, doronglah jauh ke luar—para Kaṇva, para pengepung hidup, para pendatang yang mendekat. Ke kegelapan tempat mereka pergi, ke sanalah telah kukirim sang pemakan daging (kravyāda).

Frequently Asked Questions

Pṛśniparṇī is a medicinal plant personified as a goddess. The hymn treats her as an active protective power that can both heal and drive away harmful influences.

It is Atharvanic symbolic language for completely disabling an enemy’s power—whether that enemy is a hostile person, a curse, or a demonic force—so it cannot return or act again.

Traditionally it is paired with handling the Pṛśniparṇī herb—binding it as an amulet, brushing the body, or protecting thresholds with sprinkling—while reciting the verses to expel threats and safeguard life, especially pregnancy and household prosperity.

Ask anything about Sukta 25 of the Atharva Veda

Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.

Not sure where to start?

A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App