
Sukta 9.32
Soma Pavamāna
Himne Soma Pavamāna yang singkat ini merayakan Soma yang telah diperas ketika ia mengalir deras dengan daya yang menggugah, memasuki perhimpunan ritual dan membawa kemasyhuran, pendengaran yang terilhami, serta pengangkatan batin bagi para dermawan dan para penyanyi pujian. Soma dipuji sebagai daya bercahaya yang menerangi kedua dunia, melesat seperti makhluk yang tangkas, dan pada akhirnya “bersemayam” dalam rahim Ṛta (tatanan kosmis). Himne ini memuncak pada permohonan langsung agar Soma menegakkan kemuliaan yang bercahaya, memenangkan pertambahan, kecerdasan (medhā), dan kemasyhuran yang lestari (śravas) bagi para pemuja.
Mantra 1
प्र सोमासो मदच्युतः श्रवसे नो मघोनः । सुता विदथे अक्रमुः ॥
Maju meluncur Somā-Somā, mengalirkan ekstasi, demi pendengaran ilham dan kemasyhuran kami, wahai para dermawan; diperas, mereka melangkah ke dalam sidang suci para pencari.
Mantra 2
आदीं त्रितस्य योषणो हरिं हिन्वन्त्यद्रिभिः । इन्दुमिन्द्राय पीतये ॥
Lalu para gadis Trita menggerakkan Soma yang keemasan dengan batu-batu pemeras; tetes yang cemerlang itu dipersembahkan bagi Indra untuk diminum.
Mantra 3
आदीं हंसो यथा गणं विश्वस्यावीवशन्मतिम् । अत्यो न गोभिरज्यते ॥
Lalu Angsa dari ketinggian membangunkan rombongan, membangkitkan pikiran semua; ia diurapi dengan Sinar-Sinar Cahaya bagaikan kuda tangkas.
Mantra 4
उभे सोमावचाकशन्मृगो न तक्तो अर्षसि । सीदन्नृतस्य योनिमा ॥
Wahai Soma, engkau membuat kedua dunia bercahaya; seperti satwa liar yang terlatih baik engkau melesat maju, dan setelah duduk engkau mengambil tempatmu di rahim Ṛta.
Mantra 5
अभि गावो अनूषत योषा जारमिव प्रियम् । अगन्नाजिं यथा हितम् ॥
Sinar-sinar itu mendesak menuju Dia dengan seruan gembira, laksana pengantin perempuan menuju kekasihnya; mereka bergerak ke sasaran, seperti hadiah yang telah ditakdirkan dan ditempatkan dengan tepat.
Mantra 6
अस्मे धेहि द्युमद्यशो मघवद्भ्यश्च मह्यं च । सनिं मेधामुत श्रवः ॥
Dalam diri kami tempatkanlah kemuliaan yang bercahaya—pada para pemberi dan juga padaku; anugerahkan pula kemenangan yang menambah, kecerdasan ilham (medhā), dan nama harum yang luas yang mengangkat jiwa.
The hymn praises Soma in his Pavamāna form—Soma as the purified, flowing juice during the pressing and filtering rites.
It means Soma, once purified, is established in cosmic order (Ṛta). The ritual act mirrors a deeper truth: clarity and rightness are the final seat of sacred power.
It asks for luminous glory (yaśas), winning increase (sanī), inspired intelligence (medhā), and wide, enduring fame (śravas) for the worshippers and patrons.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.