
Tema utama: Mengokohkan keutuhan dan keuntungan melalui daya bulan–kesuburan, tabib ilahi, serta persekutuan yang menjaga kemenangan. Subtema: (1) Pembuahan, persalinan selamat, dan peneguhan keturunan (Sinīvālī) (2) Pemulihan/perbaikan luka tubuh dan kesuburan (Rākā) (3) Kemanjuran ritus dan pembagian kekayaan pada bulan baru (Kuhū) (4) Penyembuhan dan penyucian oleh tabib ilahi (Soma–Rudra) (5) Kemenangan, keunggulan/menjadi yang terdahulu, dan mematahkan siasat musuh (Indra; Indra–Viṣṇu) (6) Pendamaian dan penenteraman sosial
Himne singkat dua mantra ini memanggil Suparṇa/Śyena—burung ilahi yang cepat dan bermata tajam—sebagai pengangkut yang membawa kebaikan, yang menembus tanah tandus, perairan, dan ruang-ruang bawah untuk tiba dengan selamat dan mujur, dalam persekutuan dengan Indra. Himne ini berfungsi sebagai japa pelindung “pengantaran yang berhasil”: menjamin kedatangan aman dari daya/anugerah yang diinginkan serta memulihkan harta yang telah dibawa pergi, dengan keteguhan berkat restu leluhur (Pitṛ).
AV 7.42 adalah mantra penyembuhan dan pemurnian yang ringkas, terdiri dari dua bait, yang memanggil kuasa berpasangan Soma dan Rudra sebagai tabib ilahi. Hymne ini memohon agar keduanya mengusir affliksi yang berkeliaran (penyakit/pengaruh jahat), menghalau Nirṛti (malapetaka/kehancuran) sejauh mungkin, serta melonggarkan daya ikat enas (dosa/kesalahan yang telah diperbuat) yang diyakini melekat pada tubuh dan rumah tangga. Daya hymne terletak pada tindakan gandanya: pengusiran kemalangan ke luar dan pelepasan batin dari dosa sebagai belenggu jasmani yang nyata.
Himne satu bait ini menyapa Vāc (Ucapan) sebagai daya yang dapat menampakkan diri baik sebagai yang mujur maupun yang celaka, dan memohon agar wujudnya yang berbelas kasih dan membawa keberuntunganlah yang menang. Ini mencerminkan teori mantra dalam tradisi Atharvanik dengan menempatkan banyak “suara” di dalam diri seseorang serta mengupayakan pelepasan bunyi yang terdisiplin, sehingga ujaran menjadi pelindung, bukan pembawa mudarat.
Mantra Atharvaveda satu bait ini memanggil daya berpasangan Indra dan Viṣṇu sebagai para penakluk yang tak terkalahkan, untuk meneguhkan kemenangan sekaligus mencegah kekalahan atau kehilangan total. Mantra ini juga membingkai kemakmuran sebagai “pembagian tiga serangkai” yang tertib dan disahkan secara ilahi atas “seribu” (rampasan, ternak, kekuatan, atau sumber daya), yang digerakkan oleh energi persaingan kedua dewa itu.
Himne singkat dua mantra ini adalah jampi penyembuhan sosial: ia memperlakukan īrṣyā (kecemburuan/iri hati) sebagai daya yang membakar dan mencelakakan, lalu memanggil bheṣaja (obat/penawar) untuk menetralkannya. Sang penutur menyatakan ia “mengambil” penangkal itu dari jauh—secara simbolis dari ranah manusia bersama, bahkan dari Sindhu—kemudian memerintahkan agar iri hati itu ditarik keluar dan dipadamkan seperti bara api, sehingga kedamaian sosial, perlindungan, dan ketenteraman dipulihkan bagi pihak yang dituju
Himne rumah tangga Atharvavedik yang singkat ini memohon Sinīvālī sebagai pelindung ilahi bagi pembuahan, persalinan yang selamat, dan peneguhan keturunan yang mantap di dalam rumah. Melalui persembahan āhuti yang sederhana dan pujian yang langsung, himne ini bertujuan menyingkirkan kemandulan, memohon “banyak anak”, serta menyelaraskan kemakmuran perkawinan (pati yang layak) dengan kesuburan dan keberhasilan yang berkembang (rādhas).
Himne Paustika yang singkat ini memanggil Kuhū—daya bulan yang mujur, terkait dengan malam bulan baru—agar menjadikan kurban/ritus persembahan berhasil dan “menetapkan/menganugerahkan” kekayaan yang menyeluruh serta penuh pilihan kepada sang pelaksana yajña. Melalui seruan yang diulang-ulang (johavīmi) dan permohonan agar ia menerima havis (persembahan), sukta ini menargetkan rāyas-poṣa (pertambahan kemakmuran) serta karunia seorang putra pahlawan yang kuat (vīra). Daya himne ini terletak pada penyelarasan persembahan rumah tangga dengan aspek Kuhū yang reseptif dan membawa kesuburan, sehingga kelimpahan dan kelangsungan garis keturunan terjamin bersama-sama.
Himne Atharvanik yang singkat ini memanggil Rākā, daya bulan purnama dari pemulihan dan kesuburan, agar “menjahit kembali” apa yang telah tertusuk atau terpotong dan membuat tubuh menjadi utuh lagi. Dalam satu tarikan napas yang sama, himne ini memohon agar ia menganugerahkan putra pahlawan yang gagah dan kemakmuran, dengan menampilkan keutuhan bulan sebagai teladan bagi keutuhan jasmani dan pertambahan rumah tangga
AV 7.49 memanggil Devapatnī—para permaisuri dewa-dewa utama—sebagai daya pelindung kolektif untuk “menjaga kami maju terus” dalam saat serbuan, pertarungan, dan perolehan hadiah. Dengan menyeru baik para dewi yang tak disebut namanya maupun yang disebut secara khusus (Indrāṇī, Agneyī, Varuṇānī, Aśvinī), kidung ini memohon naungan damai (śarma) serta pengaktifan tatanan mujur, termasuk ketepatan waktu (ṛtu) bagi perempuan, di dalam kepungan kosmis yang merentang meliputi bumi dan perairan.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.