
Rishi: Atharvanic tradition (Anukramaṇī attribution varies; commonly treated as a royal/prosperity prayer)
Devata: Indra
Chandas: Triṣṭubh (by cadence and length; common for Indraic royal petitions)
AV 6.39 adalah mantra singkat untuk kemakmuran kerajaan, yang memusatkan dorongan kemenangan Indra (indrajūta) ke dalam kebaikan-kebaikan sosial: rāṣṭra (kedaulatan yang mantap), yaśas (kemasyhuran di hadapan umum), dan varcas (pancaran wibawa yang cemerlang). Dalam tiga mantra, kemasyhuran diperlakukan sebagai sesuatu yang dapat dipupuk secara ritual laksana persembahan, lalu diklaim sebagai keunggulan yang menetap, tampak bagi khalayak, dan bertahan lama (jyeṣṭhatā).
Mantra 1
वर्चस्यम्। यशो॑ ह॒विर्व॑र्धता॒मिन्द्र॑जूतं स॒हस्र॑वीर्यं॒ सुभृ॑तं॒ सह॑स्कृतम्। प्र॒सर्स्रा॑ण॒मनु॑ दी॒र्घाय॒ चक्ष॑से ह॒विष्म॑न्तं मा वर्धय ज्ये॒ष्ठता॑तये
Untuk kemilau (várchas). Semoga kemasyhuran, sebagai persembahan (havis), bertambah—didorong Indra, berkekuatan seribu, terpelihara baik, ditempa oleh daya—menghampar terus tanpa putus demi penglihatan yang panjang bertahan. Aku, yang kaya persembahan, engkau tingkatkan menuju keutamaan tertinggi.
Mantra 2
अच्छा॑ न॒ इन्द्रं॑ य॒शसं॒ यशो॑भिर्यश॒स्विनं॑ नमसा॒ना वि॑धेम । स नो॑ रास्व रा॒ष्ट्रमिन्द्र॑जूतं॒ तस्य॑ ते रा॒तौ य॒शसः॑ स्याम
Mari menuju Indra yang mulia; dengan kemuliaan-kemuliaan kami, kepada pemberi kemasyhuran, sambil menunduk kami berbakti. Anugerahkanlah kepada kami suatu kerajaan yang digerakkan oleh Indra; dalam pemberian-Mu itu semoga kami menjadi orang-orang yang mulia.
Mantra 3
य॒शा इन्द्रो॑ य॒शा अ॒ग्निर्य॒शाः सोमो॑ अजायत । य॒शा विश्व॑स्य भू॒तस्या॒हम॑स्मि य॒शस्त॑मः
Mulia Indra, mulia Agni; mulia Soma telah lahir. Mulia—di antara segala yang ada—akulah yang paling mulia.
It asks for an Indra-impelled realm (rāṣṭra) and for enduring public fame (yaśas) and splendour (varcas), so the patron/community gains recognized pre-eminence.
The hymn treats yaśas as something that can be ritually nourished and increased—like oblation-fed fire—so reputation becomes steady, visible, and socially effective over time.
Both layers are present: the closing affirmation claims glory personally, but its primary Atharvanic use is public—strengthening leadership, legitimacy, and communal standing under Indra’s sanction.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.