Atharva Veda Anuvaka 4
Kanda 26 Suktas35 Mantras

Anuvaka 4

Tema utama: Memulihkan daya hidup dengan mengusir agen-agen penyakit dan meneguhkan kembali tatanan sosial–ritual. Subtema: - Pemusnahan Kr̥mi (cacing/parasit) pada manusia dan ternak - Pencabutan Yákṣma (penyakit pelayuan/kemerosotan) dari bagian-bagian tubuh tertentu - Perlindungan Rudra–Paśupati atas ternak serta kemakmuran rumah tangga - Perbaikan cacat ritual (énas/duriṣṭi) menjadi persembahan yang berhasil (sviṣṭi) - Daya tarik dan pemantapan pernikahan melalui Agni domestik Fokus praktis: Penanganan penyakit (parasit, penyakit pelayuan) serta pemulihan ketepatan ritual/keberkahan rumah tangga

Suktas in Anuvaka 4

Sukta 31

AV 2.31 adalah mantra bhaiṣajya (penyembuhan) yang ditujukan untuk membinasakan dan mengusir kṛmi—cacing/parasit, yang dipahami sekaligus sebagai infestasi jasmani dan sebagai agen permusuhan pembawa penyakit. Kidung ini berulang kali membingkai penyembuhan sebagai tindakan menghancurkan dan memukul: dṛṣad (batu penekan/penggiling) milik Indra dan vāc Atharvanik (ucapan suci yang manjur) menjadi daya operatif yang melumat cacing di setiap lokus tubuh dan memutus bahkan “kelahiran” (janima) mereka agar tidak kembali.

Rishi: Atharvanic seer tradition (often transmitted under Atharvan/Angiras attribution for bhaiṣajya hymns; specific r̥ṣi for 2.31 varies by anukramaṇī tradition). | Devata: Kṛmi (worms) as the addressed adversary; vāc/mantra as operative power; implicitly the healing force allied with Atharvanic speech. | 5 Mantras

Sukta 32

AV 2.32 adalah mantra penyembuhan pemusnah kṛmi (cacing/parasit) yang mengerahkan sinar Āditya saat terbit dan terbenam sebagai senjata yang membakar dan menyelidik untuk memburu parasit di dalam tubuh, terutama yang menyerang ternak. Himne ini memadukan pemurnian surya dengan ajaran Atharvan bahwa “ucapan adalah obat”, menegaskan bahwa brahman dari mantra ini menghancurkan dan mengusir setiap golongan kṛmi—yang di dalam, yang mengitari, yang besar maupun yang kecil—sehingga memulihkan daya hidup dan produktivitas

Rishi: Atharvanic tradition (specific r̥ṣi attribution varies by anukramaṇī; commonly treated as Atharvan/Angiras-type healing corpus). | Devata: Āditya (Sun) as kṛmi-slayer; raśmi as his operative power. | 6 Mantras

Sukta 33

Himne penyembuhan Atharvaveda ini merupakan jampi “pembedahan lewat ujaran” untuk mencabut/merenggut yákṣma—dibayangkan sebagai demon penyakit yang menggerogoti dan bersemayam pada organ serta jaringan tertentu. Dengan menyebut bagian-bagian tubuh dalam sapuan anatomi yang sistematis dan berulang-ulang menyatakan “kami merenggutnya keluar” (vi vṛh-), mantra ini berfungsi sebagai terapi pengusiran—menggoyahkan dan mengeluarkan derita itu dari kepala dan indra menuju batang tubuh dan kulit. Himne ini berpuncak pada penyucian seluruh tubuh, dikuatkan oleh arus otoritatif daya penyembuhan yang dikaitkan dengan Kaśyapa serta kekuatan vībarha, sang “pencabut akar/penarik-keluar”.

Rishi: Atharvanic tradition (specific ṛṣi not stated in the supplied excerpt) | Devata: Yákṣma (as disease-demon) / healing-extraction force of the Atharvan | 7 Mantras

Sukta 34

AVŚ 2.34 adalah mantra Atharvan yang ringkas untuk perlindungan dan kemakmuran, yang meneguhkan kesejahteraan ternak dan manusia dengan mengakui Paśupati (Rudra sebagai Penguasa segala makhluk) sebagai tuan yang sah atas yang berkaki dua dan berkaki empat, serta mempersembahkan bagian yang menjadi hak-Nya sebagai “tebusan/pembelian-penebusan” (niṣkrīti). Lalu himne ini meluas menjadi rumus keberhasilan: para dewa dimohon membuka “jalan” (gātu/pāthaḥ) yang aman bagi yajamāna; ikatan-ikatan dan pengawasan yang memusuhi dilonggarkan oleh Agni dan dijaga oleh Viśvakarman, sehingga kekayaan, pertambahan kawanan, dan keturunan tetap utuh dan tidak berkurang

Rishi: Atharvanic/Angirasa tradition (hymn-level attribution varies by anukramaṇī; commonly treated as Atharvanic). | Devata: Paśupati (Rudra as Lord of beasts; protector and controller of cattle and bipeds). | 5 Mantras

Sukta 35

AV 2.35 adalah himne kepada Viśvakarman, dipakai untuk memulihkan kesalahan ritual (duriṣṭi/énas) dan mengubah persembahan yang gagal menjadi sviṣṭi yang berhasil serta membawa kekayaan. Himne ini memandang yajña sebagai tubuh yang hidup—bermata, bermulut, bersuara, berpendengaran, dan berakal budi—sehingga bila ada bagian yang terluka, Sang Perajin kosmis dapat membentuknya kembali menjadi utuh. Daya mantranya bersifat restoratif: memanggil pulang apa yang “hilang” (naṣṭa)—bagian-bagian, tetes yang tercecer, kemakmuran, dan kesejahteraan—seraya menyatukan kembali si pelaksana kurban dan seisi rumahnya dengan tatanan ritual yang semestinya

Rishi: Traditionally associated with Viśvakarman hymnic material; specific Atharvavedic assignment varies by anukramaṇī tradition. | Devata: Viśvakarman (cosmic artificer; restorer of ritual integrity) | 5 Mantras

Sukta 36

AV 2.36 adalah mantra pernikahan domestik yang menarik suami yang layak mendekati seorang gadis dan meneguhkan jodoh itu melalui penerimaan sosial, kemakmuran, dan keselarasan batin. Dengan menyeru Agni sebagai perantara rumah tangga dan Bhaga sebagai pembagi “bagian” serta keberuntungan, kidung ini bertujuan menjadikan sang gadis berkenan di antara para pelamar dan memastikan pernikahan yang bebas dari amarah dan rasa tersinggung.

Rishi: Atharvanic tradition (specific r̥ṣi attribution varies by anukramaṇī for this minor nuptial charm) | Devata: Agni (primary), Bhaga (auxiliary as fortune-distributor) | 7 Mantras

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App