
Rishi: Atharvanic tradition (specific ṛṣi attribution for this verse is not securely determinable from the single mantra alone)
Devata: Agni
Chandas: Anuṣṭubh-like cadence (exact metrical diagnosis requires full hymn context and pada scansion)
Himne Agni yang singkat ini merupakan kontra-mantra Atharvanik yang padat, yang membalikkan niat permusuhan kepada pengirimnya dengan memanfaatkan arciṣ (nyala api), śocis (panas yang menghanguskan), dan tejas (kemilau/keagungan) Agni. Ia berfungsi sebagai “pembalikan” ritual (praty-), berupaya membakar, menghanguskan, dan melucuti daya kuasa orang yang membenci pelaku upacara, sekaligus melindungi rumah tangga melalui kekuatan api yang terarah dan terkendali.
Mantra 1
शत्रुनाशनम्। अग्ने॒ यत् ते॒ तप॒स्तेन॒ तं प्रति॑ तप॒ यो॒३स्मान् द्वेष्टि॒ यं व॒यं द्वि॒ष्मः
Wahai Agni, dengan tapas (bara api/ketekunan) yang menjadi milik-Mu—dengan itu hanguskanlah sebagai balasan orang yang membenci kami, yang kami anggap musuh.
Mantra 2
अग्ने॒ यत् ते॒ हर॒स्तेन॒ तं प्रति॑ हर॒ यो॒३स्मान् द्वेष्टि॒ यं व॒यं द्वि॒ष्मः
Wahai Agni, dengan hara (panah/bolt yang membakar) milik-Mu—dengan panas itu, hantamlah sebagai balasan orang yang membenci kami, yang kami sendiri benci.
Mantra 3
अग्ने॒ यत् ते॒ऽर्चिस्तेन॒ तं प्रत्य॑र्च॒ यो॒३स्मान् द्वेष्टि॒ यं व॒यं द्वि॒ष्मः
Wahai Agni, dengan nyala api-Mu itu, menyala baliklah atas dia—yang membenci kami, yang kami benci.
Mantra 4
अग्ने॒ यत् ते॑ शो॒चिस्तेन॒ तं प्रति॑ शोच॒ यो॒३स्मान् द्वेष्टि॒ यं व॒यं द्वि॒ष्मः
Wahai Agni, dengan śociṣ (nyala api) milik-Mu—dengan itu hanguskanlah sebagai balasan orang yang membenci kami, yang kami sendiri benci.
Mantra 5
अग्ने॒ यत् ते॒ तेज॒स्तेन॒ तम॑ते॒जसं॑ कृणु॒ यो॒३स्मान् द्वेष्टि॒ यं व॒यं द्वि॒ष्मः
Wahai Agni, dengan kemilau daya (tejas) milik-Mu itu, jadikanlah dia tanpa kemilau—dia yang membenci kami, yang kami pun membencinya.
It is used to protect oneself and one’s household by ritually reversing hatred or harmful intent back onto the person who is sending it.
Agni is the visible, immediate power of fire; the hymn treats his flame and heat as an executable force that can burn, scorch, and neutralize an enemy’s potency.
The primary ‘substance’ is the fire itself. Traditional performance may add kindling and a small oblation, but the hymn’s main mechanism is directing Agni’s arciṣ/śocis/tejas through recitation.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.