
Rishi: Atharvanic tradition (specific r̥ṣi attribution varies by anukramaṇī; requires recension-specific confirmation).
Devata: Vasu/Śrī as prosperity-power; secondarily Yajña as efficacious agent.
Chandas: Likely Anuṣṭubh or mixed prose-like cadence (meter requires pada-count verification from full hymn context).
Himne Atharvavedik yang singkat ini merupakan mantra pesona untuk kemakmuran dan keberhasilan, yang mengaitkan kelimpahan materi (Vasu/Śrī) dengan daya penghasil yajña, memandang kurban sebagai sarana yang “memenangkan” dan “menitipkan” kekayaan pada pelaku upacara. Himne ini juga bernada svargya yang luhur: otoritas ilahi (Agni, Soma, Pūṣan) mengesahkan tujuan, dan himne memeteraikan hasilnya sebagai kenaikan ke alam bercahaya “dengan sinar Sang Surya”, membingkai kemakmuran sebagai kemajuan duniawi sekaligus kesejahteraan yang aman melampaui kehidupan ini.
Mantra 1
२ आर्च्युष्णिक्, ३ साम्नी पङ्क्तिः, ४ परोष्णिक्। जि॒तम॒स्माक॒मुद्भि॑न्नम॒स्माक॑म॒भ्यऽष्ठां॒ विश्वाः॒ पृत॑ना॒ अरा॑तीः
Kemenangan adalah milik kami; kehancuran menimpa (musuh) bagi kami: kami telah berdiri teguh menghadapi segala pertempuran, menghadapi segala permusuhan yang jahat.
Mantra 2
तद॒ग्निरा॑ह॒ तदु॒ सोम॑ आह पू॒षा मा॑ धात् सुकृ॒तस्य॑ लो॒के
Itu telah diucapkan oleh Agni; itu pula, sungguh, telah diucapkan oleh Soma: semoga Pūṣan menempatkanku di alam kebajikan yang dikerjakan dengan baik.
Mantra 3
अग॑न्म॒ स्वः॑१ स्वऽरगन्म॒ सं सूर्य॑स्य॒ ज्यो॑ति॑षागन्म
Kami telah pergi ke surga; ke surga kami telah pergi: sepenuhnya, bersama cahaya Sang Surya, kami telah pergi.
Mantra 4
व॒स्यो॒भूया॑य॒ वसु॑मान् य॒ज्ञो वसु॑ वंसिषीय॒ वसु॑मान् भूयासं॒ वसु॒ मयि॑ धेहि
Untuk keunggulan yang lebih besar: yajña, yang kaya harta—semoga aku memperoleh harta; semoga aku menjadi kaya harta. Wahai Kekayaan (Vasu), tanamkanlah dirimu di dalam diriku.
It is primarily paustika (prosperity), but it frames prosperity as ‘excellence’ and stable good fortune, ratified by merit (sukṛta) and sealed in solar luminosity—so it also aims at well-being and auspicious destiny.
Agni and Soma function as authoritative witnesses of the spoken resolve, while Pūṣan is the guiding/placing deity who is asked to establish the performer securely in the ‘world of well-wrought merit,’ making the prosperity stable and protected.
It treats wealth as a power that can be invited to ‘settle’ within you—i.e., to become steady, retained prosperity—rather than a temporary gain, and it is the hymn’s clearest sealing request for lasting abundance.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.