Adhyaya 48
Purva BhagaAdhyaya 4824 Verses

Adhyaya 48

Puṣkara-dvīpa, Lokāloka, and the Measure of the Brahmāṇḍa (Cosmic Egg)

Bab ini melanjutkan urutan kosmografi Purana tentang dwīpa dan samudra, lalu memuncak pada Puṣkara-dvīpa—dua kali luas Śāka-dvīpa—yang dikelilingi samudra air manis. Disebutkan Manasottara sebagai satu-satunya gunung cincin, serta pembagian/penamaan di dalam benua: wilayah Mānasya, daerah yang mengitari gunung, dan Mahāvīta/Dhātakīkhaṇḍa. Kisah kemudian beralih dari geografi ke teologi: sebuah pohon nyagrodha (beringin) yang agung berdiri sebagai poros yang layak dipuja; kehadiran Brahmā ditegaskan bersama kediaman Śiva dan Nārāyaṇa, dan puncaknya adalah pemujaan Hari-Hara (setengah Hara, setengah Hari) oleh para dewa dan resi-yogi. Setelah itu dijelaskan tanah batas keemasan dan Gunung Lokāloka sebagai pemisah dunia bercahaya dari kegelapan di luarnya. Penutupnya menguraikan ajaran brahmāṇḍa: dari Pradhāna/Prakṛti yang tak binasa lahir tak terhitung telur kosmis; masing-masing memuat empat belas loka beserta dewa-dewa penguasanya. Dengan demikian satu unit kosmografi ditutup dan diarahkan menuju pemahaman metafisis—Avyakta sebagai Brahman dan kemahameliputan Yang Mahatinggi—sebagai pengetahuan kontemplatif, bukan sekadar deskripsi.

All Adhyayas

Shlokas

Verse 1

इति श्रीकूर्मपुराणे षट्साह्स्त्र्यां संहितायां पूर्वविभागे सप्तचत्वारिंशोध्यायः सूत उवाच शाकद्वीपस्य विस्ताराद् द्विगुणेन व्यवस्थितः / क्षीरार्णवं समाश्रित्य द्वीपः पुष्करसंवृतः

Demikian dalam Śrī Kūrma Purāṇa, Saṃhitā enam-ribu śloka, bagian awal, bab ke-47. Sūta bersabda: Puṣkara-dvīpa tersusun dua kali luas Śāka-dvīpa; bersandar pada Samudra Susu dan dilingkupi wilayah Puṣkara laksana teratai.

Verse 2

एक एवात्र विप्रेन्द्राः पर्वतो मानसोत्तरः / योजनानां सहस्त्राणि सार्धं पञ्चाशदुच्छ्रितः / तावदेव च विस्तीर्णः सर्वतः परिमण्डलः

Wahai para brahmana utama, di sini hanya ada satu gunung bernama Manasottara. Tingginya seribu lima puluh yojana, lebarnya pun sama; membentuk lingkaran sempurna di segala arah.

Verse 3

स एव द्वीपः पश्चार्धे मानसोत्तरसंज्ञितः / एक एव महासानुः संनिवेशाद् द्विधा कृतः

Benua itu pada bagian barat disebut Mānasottara. Walau hanya satu punggung besar yang agung, karena susunannya ia digambarkan seakan terbagi menjadi dua.

Verse 4

तस्मिन् द्वीपे स्मृतौ द्वौ तु पुण्यौ जनपदौ शुभौ / अपरौ मानसस्याथ पर्वतस्यानुमण्डलौ / महावीतं स्मृतं वर्षं धातकीखण्डमेव च

Di dvīpa itu dikenang dua wilayah yang suci dan membawa pahala: yang satu bernama Mānasya, dan yang lain adalah daerah yang melingkari gunung. Di sana varṣa itu dikenal sebagai Mahāvīta, juga disebut Dhātakīkhaṇḍa.

Verse 5

स्वादूदकेनोदधिना पुष्करः परिवारितः / तस्मिन् द्वीपे महावृक्षो न्यग्रोधो ऽमरपूजितः

Puṣkara dikelilingi oleh samudra air manis. Di pulau itu berdiri pohon raksasa nyagrodha (beringin), yang dipuja bahkan oleh para dewa abadi.

Verse 6

तस्मिन् निवसति ब्रह्मा विश्वात्मा विश्वभावनः / तत्रैव मुनिशार्दूलाः शिवनारायणालयः

Di tempat itu Brahmā bersemayam—Jiwa semesta dan pemelihara yang menumbuhkan dunia-dunia. Di sana pula, wahai para resi laksana harimau, terdapat kediaman Śiva dan Nārāyaṇa.

Verse 7

वसत्यत्र महादेवो हरोर्ऽद्धहरिरव्ययः / संपूज्यमानो ब्रह्माद्यैः कुमाराद्यैश्च योगिभिः / गन्धर्वैः किन्नरैर्यक्षैरीश्वरः कृष्णपिङ्गलः

Di sini Mahādeva bersemayam—Tuhan yang tak binasa, setengah Hara dan setengah Hari. Ia dipuja dengan khidmat oleh Brahmā dan para dewa lainnya, oleh Sanatkumāra dan para yogi-ṛṣi; juga oleh Gandharva, Kinnara, dan Yakṣa: Īśvara yang berwarna gelap keemasan (kṛṣṇa-piṅgala).

Verse 8

स्वस्थास्तत्र प्रजाः सर्वा ब्रह्मणा सदृशत्विषः / निरामया विशोकाश्च रागद्वेषविवर्जिताः

Di sana semua rakyat hidup sehat dan teguh, bercahaya laksana Brahmā. Mereka bebas penyakit dan duka, serta terbebas dari keterikatan dan kebencian.

Verse 9

सत्यानृते न तत्रास्तां नोत्तमाधममध्यमाः / न वर्णाश्रमधर्माश्च न नद्यो न च पर्वताः

Di sana tiada kebenaran maupun kebohongan; tiada pula perbedaan utama, rendah, atau sedang. Di sana tidak ada dharma varṇa‑āśrama; tiada sungai dan tiada gunung.

Verse 10

परेण पुष्करस्याथ स्थितो महान् / स्वादूदकसमुद्रस्तु समन्ताद् द्विजसत्तमाः

Di sebelah barat Puṣkara terdapat Samudra Air Manis yang agung; ia mengelilingi wilayah itu dari segala penjuru, wahai para dvija utama.

Verse 11

परेण तस्य महती दृश्यते लोकसंस्थितिः / काञ्चनी द्विगुणा भूमिः सर्वा चैव शिलोपमा

Di balik itu tampak tatanan dunia yang sangat luas. Di sana ada tanah keemasan, dua kali lebih luas, dan di segala tempat bagaikan batu padu.

Verse 12

तस्याः परेण शैलस्तु मर्यादात्मात्ममण्डलः / प्रकाशश्चाप्रकाशश्च लोकालोकः स उच्यते

Di baliknya berdiri sebuah gunung, batas suci yang melingkari lingkaran Ātman. Ia sekaligus bercahaya dan tak bercahaya; karena itu disebut Lokāloka.

Verse 13

योजनानां सहस्त्राणि दश तस्योच्छ्रयः स्मृतः / तावानेव च विस्तारो लोकालोको महागिरिः

Ketinggian Mahāgiri Lokāloka disebut sepuluh ribu yojana; lebarnya pun sama besarnya.

Verse 14

समावृत्य तु तं शैलं सर्वतो वै तमः स्थितम् / तमश्चाण्डकटाहेन समन्तात् परिवेष्टितम्

Ketika gunung itu tertutup, kegelapan pekat berdiri di segala penjuru; dan kegelapan itu, bagaikan kawah raksasa, mengurungnya sepenuhnya dari sekeliling.

Verse 15

एतै सप्त महालोकाः पातालाः सप्तकीर्तिताः / ब्रह्माण्डस्यैष विस्तारः संक्षेपेण मयोदितः

Demikianlah tujuh Mahāloka dan tujuh Pātāla telah dijelaskan. Inilah keluasan dan susunan Brahmāṇḍa yang kusampaikan secara ringkas.

Verse 16

अण्डानामीदृशानां तु कोट्यो ज्ञेयाः सहस्त्रशः / सर्वगत्वात् प्रधानस्य कारणस्याव्ययात्मनः

Ketahuilah bahwa Brahmāṇḍa semacam ini berjumlah jutaan—ribuan demi ribuan; sebab Pradhāna, sebab mula yang tak binasa, bersifat meresapi segala.

Verse 17

अण्डेष्वेतेषु सर्वेषु भुवनानि चतुर्दश / तत्र तत्र चतुर्वक्त्रा रुद्रा नारायणादयः

Di dalam semua Brahmāṇḍa itu terdapat empat belas bhuvana; dan pada masing-masingnya hadir Brahmā bermuka empat, Rudra, Nārāyaṇa, serta daya-daya ilahi lainnya.

Verse 18

दशोत्तरमथैकैकमण्डावरणसप्तकम् / समन्तात् संस्थितं विप्रा यत्र यान्ति मनीषिणः

Lalu, wahai para brāhmaṇa, di sekeliling tiap Brahmāṇḍa tersusun tujuh-tujuh selubung dalam tujuh belas lingkaran mandala, mengitari dari segala arah—ke sanalah para bijak melangkah dalam kontemplasi suci.

Verse 19

अनन्तमेकमव्यक्तनादिनिधनं महत् / अतीत्य वर्तते सर्वं जगत् प्रकृतिरक्षरम्

Yang Tak Berhingga, Esa, tak termanifest, agung, tanpa awal dan akhir—Prakṛti yang tak binasa ini melampaui namun juga meresapi seluruh jagat.

Verse 20

अनन्तत्वमनन्तस्य यतः संख्या न विद्यते / तदव्यक्तमिति ज्ञेयं तद् ब्रह्म परमं पदम्

Keberhinggaan Sang Ananta demikian karena tiada bilangan atau ukuran bagi-Nya; maka ketahuilah Itu sebagai Avyakta—Itulah Brahman, Kediaman Tertinggi.

Verse 21

अनन्त एष सर्वत्र सर्वस्थानेषु पठ्यते / तस्य पूर्वं मयाप्युक्तं यत्तन्माहात्म्यमव्ययम्

Ajaran/kidung tentang Ananta ini dilantunkan di mana-mana, di segala tempat; kemuliaannya yang tak fana telah pula kukatakan sebelumnya.

Verse 22

गतः स एष सर्वत्र सर्वस्थानेषु वर्तते / भूमौ रसातले चैव आकाशे पवने ऽनले / अर्णवेषु च सर्वेषु दिवि चैव न सशयः

Ia, sebagai Yang Mahameresapi, berdiam di mana-mana: di bumi, di rasātala, di angkasa, dalam angin dan api, di semua samudra, dan di surga pula—tanpa ragu.

Verse 23

तथा तमसि सत्त्वे च एष एव महाद्युतिः / अनेकधा विभक्ताङ्गः क्रीडते पुरुषोत्तमः

Demikian pula dalam tamas dan sattva, Yang Mahabercahaya itu juga tampak; membagi anggota-Nya dalam banyak cara, Puruṣottama bermain sebagai līlā, memanifestasikan jagat.

Verse 24

महेश्वरः परो ऽव्यक्तादण्डमव्यक्तसंभवम् / अण्डाद् ब्रह्मा समुत्पन्नस्तेन सृष्टमिदं जगत्

Mahēśvara, Tuhan Yang Mahatinggi, menampakkan Telur Kosmis yang lahir dari Yang Tak-Termanifest. Dari telur itu lahirlah Brahmā; dan olehnya seluruh jagat ini diciptakan.

← Adhyaya 47Adhyaya 49

Frequently Asked Questions

Lokāloka is the boundary-mountain encircling the cosmic sphere, described as both luminous and non-luminous because it divides the realm where light (loka) is present from the surrounding darkness (aloka).

By presenting Avyakta (the Unmanifest) as immeasurable, beginningless, and the Supreme Abode, the chapter implies that all manifest worlds—including jīvas within countless brahmāṇḍas—are pervaded and grounded in Brahman, to be realized through contemplative discernment beyond mere cosmographic measure.