
Rishi: Atharvanic tradition (exact r̥ṣi attribution depends on anukramaṇī tradition for AVŚ 2.15)
Devata: Prāṇa (vital breath), with implicit support of Ahaḥ–Rātrī (Day and Night) as cosmic exemplars
Chandas: Anuṣṭubh (approx.)
Sinopsis Atharvaveda yang singkat dan bersifat penyembuhan–perlindungan ini menyapa Prāṇa (napas/tenaga hidup) secara langsung, memerintahkannya agar tetap teguh, tanpa takut, dan tidak terluka di dalam diri pasien. Dengan menyelaraskan napas-hidup pasien dengan teladan kosmis dan sosial yang tak dapat diganggu gugat—Siang dan Malam, brahman dan kṣatra, masa lampau dan masa depan—himne ini menangkis syok, kepanikan, dan “pelarian” prāṇa yang berbahaya yang mendahului ambruknya tubuh. Daya mantranya terletak pada perbandingan yang berulang dan meneguhkan (yathā… evā…), yang secara ritual “menetapkan” prāṇa kembali pada keteguhan dan kesinambungan.
Mantra 1
अभय प्राप्तिः। यथा॒ द्यौश्च॑ पृथि॒वी च॒ न बि॑भी॒तो न रिष्य॑तः । ए॒वा मे॑ प्राण॒ मा बि॑भेः
Sebagaimana Langit dan Bumi bersama-sama tidak takut dan tidak mengalami celaka, demikian pula, wahai Prāṇa (Napas Kehidupan), demi diriku—janganlah engkau takut.
Mantra 2
यथाह॑श्च॒ रात्री॑ च॒ न बि॑भी॒तो न रिष्य॑तः । ए॒वा मे॑ प्राण॒ मा बि॑भेः
Sebagaimana Siang dan Malam tidak takut dan tidak tertimpa celaka, demikian pula, wahai Prāṇa (napas kehidupan) bagiku—janganlah engkau takut.
Mantra 3
यथा॒ सूर्य॑श्च च॒न्द्रश्च॒ न बि॑भी॒तो न रिष्य॑तः । ए॒वा मे॑ प्राण॒ मा बि॑भेः
Sebagaimana Matahari dan Bulan tidak takut dan tidak tertimpa celaka, demikian pula, wahai Prāṇa-ku (napasku), janganlah engkau takut.
Mantra 4
यथा॒ ब्रह्म॑ च क्ष॒त्रं च॒ न बि॑भी॒तो न रिष्य॑तः । ए॒वा मे॑ प्राण॒ मा बि॑भेः
Sebagaimana kekuatan Brahman dan kekuatan Kṣatra tidak takut dan tidak mengalami celaka—demikian pula, wahai Prāṇa (Napas Kehidupan), demi diriku—janganlah engkau takut.
Mantra 5
यथा॑ स॒त्यं चानृ॑तं च॒ न बि॑भी॒तो न रिष्य॑तः । ए॒वा मे॑ प्राण॒ मा बि॑भेः
Sebagaimana Kebenaran dan Ketidakbenaran tidak takut dan tidak mengalami celaka—demikianlah, wahai Prāṇa-ku, janganlah engkau takut.
Mantra 6
यथा॑ भू॒तं च॒ भव्यं॑ च॒ न बि॑भी॒तो न रिष्य॑तः । ए॒वा मे॑ प्राण॒ मा बि॑भेः
Sebagaimana yang telah terjadi dan yang akan terjadi tidak menimbulkan takut dan tidak mendatangkan celaka—demikianlah, wahai Prāṇa-ku, janganlah engkau takut.
It is used to steady and retain prāṇa (vital breath) when a person is frightened, weak, or at risk of collapse—removing fear and guarding against harm.
These are presented as stable, unharmed powers. The mantra transfers that same steadiness and inviolability to the patient’s life-breath through repeated comparison.
No substances are required by the hymn itself. It can be performed purely by recitation, with optional calming supports like sprinkling clean water if one follows local practice.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.