Atharva Veda Anuvaka 1
Kanda 1010 Suktas350 Mantras

Anuvaka 1

Tema utama: Perlindungan dan reintegrasi ala Atharva—mengusir kṛtyā/racun yang memusuhi sambil meneguhkan kembali diri dan kosmos melalui maṇi (jimat), sirkuit kemakmuran, serta penyelidikan Skambha–Prajāpati. Subtema: (1) Penangkal kṛtyā dan penghancuran sapátna (musuh/para perancang niat jahat) (2) Penyembuhan fisiologis–kosmologis atas puruṣa (tubuh sebagai kosmos) (3) Konsekrasi maṇi/jimat untuk ojas dan varcas (4) Apotropaik terhadap ular/bisa dan penetralan toksin (5) Kemakmuran melalui kembalinya Dakṣiṇā, ternak, susu, dan air manis.

Suktas in Anuvaka 1

Sukta 1

Atharvaveda 10.1 adalah kidung penangkal sihir (kṛtyā-nivāraṇa) yang mengenali kṛtyā yang memusuhi sebagai bahaya yang sengaja “dibuat dan dipadatkan”, lalu mengusirnya dari inti keberadaannya. Kidung ini melindungi rumah tangga yang tertimpa agar tidak terkena dampak samping, sekaligus dengan tegas membalikkan mantera itu kembali kepada pelaku manusianya. Bhava–Śarva (Rudra) dan “peluru/anak panah dewa” (devahéti) yang digerakkan oleh daya ilahi, dibayangkan sebagai kilat, dipanggil sebagai sarana penghukuman yang tepat dan tajam dari pembalasan ilahi

Rishi: Traditionally Atharvanic/Angirasa attribution for kṛtyā-hymns (as per anukramaṇī-type tradition). | Devata: Bhava-Śarva (Rudra) and the deva-missile (devahéti) as personified punitive force. | 32 Mantras

Sukta 2

AV 10.2 adalah kidung penyembuhan fisiologis–kosmologis yang memetakan pribadi manusia (puruṣa) sebagai tubuh–kosmos yang dapat diperbaiki secara ritual: kepala, jantung, napas, dan “selubung-selubung” batin dapat diteguhkan oleh mantra. Kidung ini memanggil Pavamāna sebagai arus pemurnian batin yang menyerupai Soma, yang mengangkat serta menambatkan prāṇa; sekaligus berpaling kepada suatu “yakṣa” yang berpusat pada Brahman/Ātman sebagai daya pelindung terdalam. Daya sūkta terletak pada pengikatan/“penjahitan” pusat-pusat vital yang rapuh, pemulihan keutuhan, serta pengesahan umur panjang dan kekuatan melalui wawasan dan pemurnian.

Rishi: Atharvan (traditional attribution for this physiologico-cosmological section) | Devata: Pavamāna (purifying power; Soma-like), and the embodied Purusha as ritual subject | 33 Mantras

Sukta 3

Himne ini memberdayakan maṇi (jimat) yang dibuat dari varaṇa sebagai “daya-mantra” yang terkonsentrasi, menghancurkan sapátna—para pesaing, perancang permusuhan, dan penyerang dengan sihir—seraya memagari pemakainya dari Nirṛti, ketakutan, dan sabetan Maut. Varuṇa/Varaṇa dipanggil bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan moral, melainkan juga sebagai daya pengikat dan pengekang yang ditanamkan ke dalam jimat, menjadikannya benteng rakṣā yang dapat dibawa ke mana-mana. Selain daya penunduk lawan, sūkta ini juga meneguhkan kīrti, yaśas, tejas, dan bhūti, sehingga perlindungan dan wibawa di hadapan umum bertumbuh bersama.

Rishi: Atharvanic tradition (amulet hymn complex; r̥ṣi attribution varies in indices). | Devata: Maṇi (amulet) empowered by Varana; functional ‘deity’ is the charm-power itself. | 25 Mantras

Sukta 4

AV 10.4 adalah mantra bhaiṣajya–apotropaik untuk mengusir daya-agen ular dan menetralkan bisa sebagai kekuatan musuh yang bergerak. Himne ini mengerahkan triad pelindung—Indra, para Dewa secara kolektif, dan Varuṇa—bersama daya penawar yang dipersonifikasikan serta “jejak pembunuh-ular”, guna membentuk jalur yang aman, menahan ancaman, dan merusak racun pada tempat bersemayamnya

Rishi: Atharvanic tradition (anti-venom corpus; specific r̥ṣi attribution varies by anukramaṇī). | Devata: Indra; the Gods collectively; Varuṇa (protective triad against serpent-force). | 26 Mantras

Sukta 5

Rangkaian himne ini berfungsi sebagai formula Atharvanik untuk kemakmuran dan wibawa, di mana Dakṣiṇā (pemberian ritual yang dipersonifikasikan) dibuat “berputar kembali” kepada pelaku upacara dalam sirkuit yang sama andalnya seperti peredaran Sūrya. Di samping tujuan paustika berupa kekayaan dan brāhmaṇavarcasa (prestise/kemilau sakral brahmana), sukta ini juga memuat unsur yang kuat untuk menghancurkan dan menundukkan para pesaing, memakai citra langkah kosmis/pengusiran serta “membalutkan” pancaran, napas, dan umur panjang bagi garis keturunan sang patron

Rishi: Atharvanic tradition (exact r̥ṣi attribution varies by anukramaṇī; commonly treated as an Atharvanic prosperity formula-set) | Devata: Dakṣiṇā (personified), with Sūrya as cosmological guarantor | 50 Mantras

Sukta 6

AV 10.6 adalah sebuah maṇi-hymn yang menguduskan tindakan mengikatkan/mengenakan permata-jimat pelindung, diperlakukan sebagai daya hidup yang menjaga ojas (daya vital) dan varcas (wibawa bercahaya) pemakainya. Selain memohon kemakmuran dan penguatan indra (pendengaran, penglihatan), himne ini juga memiliki sisi abhicārika: kuasa mantra secara ritual “menebas/meruntuhkan” kepemimpinan atau otoritas bermusuhan milik pesaing dan memantulkan kebencian kembali. Penutupnya mengaitkan daya jimat dengan persembahan api rumah tangga, memeteraikan perlindungan dan pertambahan melalui penerimaan persembahan oleh Agni

Rishi: Atharvanic tradition (maṇi-hymn stratum; specific r̥ṣi varies by anukramaṇī). | Devata: Maṇi (amulet as personified protective power); implicit ojas. | 35 Mantras

Sukta 7

AV 10.7 termasuk dalam rangkaian himne Skambha (Penopang Kosmis) dan menempuh penyelidikan bergaya rahasya tentang landasan tersembunyi tempat Prajāpati dan dunia-dunia “ditegakkan.” Alih-alih memohon satu anugerah tertentu, himne ini mendorong pendengar menuju pengenalan brahmanis: Skambha sebagai penopang tak terlihat, “harta” yang dijaga, dan asas penata yang membuat langit, angin/napas, serta bunyi liturgis berpadu. Daya himne ini bersifat kontemplatif dan meneguhkan—menjamin keteraturan kosmis dan batin melalui pengetahuan yang tepat (vidyā) dan pelafalan/recitasi.

Rishi: Traditionally attributed in Anukramaṇī-style listings to Atharvanic seers (Skambha hymn complex; often treated as anonymous/rahasya in character). | Devata: Skambha (cosmic Support; brahman). | 44 Mantras

Sukta 8

AV 10.8 adalah kidung kosmogonis bergaya brahmodya yang menyelidiki Prajāpati yang tersembunyi, bergerak di dalam garbha (rahim/benih), menanyakan bagaimana “Yang Satu” menjadi “yang banyak” namun tetap tak terlihat di batin. Daya himne ini bukan bersifat pengobatan, melainkan kognitif dan meneguhkan: secara ritual ia menegakkan ṛta (tatanan) dengan membuat komunitas mengulang dan menghayati visi tentang satu pencipta yang bersemayam di dalam, yang berada di balik kekerabatan, tingkatan, kelahiran, dan kemakmuran.

Rishi: Traditionally attributed within AV 10.8 to a brahmodya-style seer (often treated as anonymous/collective Atharvanic speculation rather than a single named ṛṣi). | Devata: Prajāpati (cosmic creator; also the hidden principle within the garbha). | 44 Mantras

Sukta 9

AV 10.9 adalah kidung kemakmuran dan pemeliharaan, yang mensakralkan sapi, olahan susu, serta air yang manis/berminyak sebagai “kelimpahan yang hidup” untuk “ditarik/diambil keluar” bagi sang patron. Dengan merinci bagian-bagian tubuh sapi dan para pelaku ritus, himne ini sekaligus mendorong hasil susu yang melimpah (susu, dadih, ghee, madu) dan melindungi proses persembahan, agar gizi menjelma menjadi kekayaan yang mantap serta kekuatan.

Rishi: Atharvanic tradition (exact r̥ṣi attribution varies by anukramaṇī for AV 10.9) | Devata: Go/Payas (the Cow and her milk as personified abundance); implicitly Paṣupati/Viśve Devāḥ in prosperity frame | 27 Mantras

Sukta 10

Himne ini melegitimasi hak pihak penuntut atas sapi Vaśā dengan menegakkannya pada pengetahuan esoteris tentang Yajña sebagai tubuh kosmis yang memiliki wilayah-wilayah, anggota-anggota, dan sebuah “kepala”. Dengan mengisahkan preseden ilahi (Indra, para Āditya, para Sādhya, para Vasu) serta meninggikan susu Vaśā sebagai santapan surgawi, himne ini mengubah objek ritual yang dipersengketakan menjadi sumber kemakmuran, martabat, dan daya penopang yang disahkan.

Rishi: Atharvanic tradition (sūkta attributed within AV ritual corpus; specific ṛṣi assignment requires pada-anukramaṇī consultation). | Devata: Yajña (Sacrifice personified) / Vaśā as ritually empowered object | 34 Mantras

Read Atharva Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.

Download on the App StoreGet it on Google Play

Continue reading in the Vedapath app

Open in App
Download on the App StoreGet it on Google Play