अध्याय २२ — अमर्याद-युद्धवर्णन
Unrestrained Battle Description and Śakuni’s Rear Assault
दुर्योधनो धनुश्कछित्त्वा धृष्टद्युम्नस्य संयुगे
duryodhano dhanuṣkaṃ chittvā dhṛṣṭadyumnasya saṃyuge
Sañjaya berkata: Di tengah pertempuran, Duryodhana menetak putus busur Dhṛṣṭadyumna, berniat melumpuhkan keupayaan lawannya dan menegakkan keunggulan melalui kemahiran persenjataan. Saat itu menegaskan bahawa dalam perang, melucutkan alat tempur musuh menjadi taktik yang menentukan—namun ia juga mencerminkan etika medan laga yang kelam, apabila kemenangan dikejar melalui kelebihan kekuatan, bukan melalui perdamaian.
संजय उवाच
The verse highlights a battlefield ethic where tactical superiority—such as disabling an opponent’s weapon—can decide outcomes. It invites reflection on how war prioritizes victory and survival over gentler moral ideals, even while operating within the accepted codes of kṣatriya combat.
Sañjaya reports that Duryodhana, engaged with Dhṛṣṭadyumna in combat, cuts Dhṛṣṭadyumna’s bow, momentarily disarming him and shifting the advantage in the duel.