Rig Veda Sukta 6
Mandala 8Sukta 643 Mantras

Sukta 6

Sukta 8.6

Rishi

Kaṇva (Kaṇva family; RV 8.6 attributed to Kaṇvas)

Devata

Indra

Chandas

Anuṣṭubh (likely; compact praise verse)

RV 8.6 adalah himne Kaṇva kepada Indra yang membesarkan ojas (daya kemenangan) serta kedermawanannya yang laksana hujan, memohon agar ia bertumbuh melalui pujian dan segera datang melindungi kaum-kaum pemuja. Himne ini bergerak antara citra kosmis (Indra sebagai daya yang melebarkan jalan dan melepaskan kelimpahan) dan kedekatan ritual (persembahan Soma dan seruan bersama komunitas), lalu berpuncak pada sebuah teladan bergaya dānastuti yang merayakan pengangkatan martabat melalui pemberian dan kemasyhuran

Mantras

Mantra 1

महाँ इन्द्रो य ओजसा पर्जन्यो वृष्टिमाँ इव । स्तोमैर्वत्सस्य वावृधे ॥

Agunglah Indra oleh kekuatannya, laksana Parjanya yang sarat hujan; oleh stotra (pujian) kami ia bertambah, sebagaimana anak lembu tumbuh subur—demikian daya pencerahan mengembang dalam sang pencari.

Mantra 2

प्रजामृतस्य पिप्रतः प्र यद्भरन्त वह्नयः । विप्रा ऋतस्य वाहसा ॥

Ketika para ṛṣi, para pembawa ṛta, mengedepankan pemeliharaan keturunan jiwa dalam ṛta, mereka mengangkutnya maju dengan wahana sejati tatanan kosmis—demikian menjadi-batin ditegakkan oleh hukum yang benar dan daya ilham.

Mantra 3

कण्वा इन्द्रं यदक्रत स्तोमैर्यज्ञस्य साधनम् । जामि ब्रुवत आयुधम् ॥

Ketika para Kaṇva membentuk Indra dengan stotra sebagai daya yang menuntaskan yajña, mereka berbicara sebagai kerabat, menempa senjata—ucapan-mantra yang ditajamkan bagi pertempuran cahaya.

Mantra 4

समस्य मन्यवे विशो विश्वा नमन्त कृष्टयः । समुद्रायेव सिन्धवः ॥

Kepada bara ilahi-Nya, semua bangsa menunduk; seperti sungai-sungai condong menuju samudra.

Mantra 5

ओजस्तदस्य तित्विष उभे यत्समवर्तयत् । इन्द्रश्चर्मेव रोदसी ॥

Inilah daya dari tenaga yang menyala itu: ia membuat dua dunia berputar dan bertemu; Indra merangkum Langit dan Bumi seakan-akan menjadi satu kulit.

Mantra 6

वि चिद्वृत्रस्य दोधतो वज्रेण शतपर्वणा । शिरो बिभेद वृष्णिना ॥

Bahkan ketika Vṛtra menggeliat dan melawan, Indra dengan vajra bersendi seratus membelah kepalanya oleh daya yang perkasa.

Mantra 7

इमा अभि प्र णोनुमो विपामग्रेषु धीतयः । अग्नेः शोचिर्न दिद्युतः ॥

Inspirasi-inspirasi ini kami dorong maju dan kami gerakkan, di barisan terdepan para resi; ia memancar laksana nyala Agni—laksana kilat pencerahan batin.

Mantra 8

गुहा सतीरुप त्मना प्र यच्छोचन्त धीतयः । कण्वा ऋतस्य धारया ॥

Meski bersemayam di guha, gua rahasia, inspirasi-inspirasi itu, oleh hakikat-diri batinnya sendiri, mendesak maju dan mulai menyala; para Kaṇva (membawanya) melalui arus mengalir dari Ṛta, Tatanan-Kebenaran.

Mantra 9

प्र तमिन्द्र नशीमहि रयिं गोमन्तमश्विनम् । प्र ब्रह्म पूर्वचित्तये ॥

Maju kepada Indra itu kami hendak meraih: rayi, kelimpahan yang kaya akan sinar-sinar Cahaya dan daya-daya kekuatan yang cepat; majulah kata-mantra, demi kebangkitan kesadaran purba.

Mantra 10

अहमिद्धि पितुष्परि मेधामृतस्य जग्रभ । अहं सूर्य इवाजनि ॥

Aku sungguh, dari sekitar Sang Bapa, telah menggenggam kebijaksanaan Ṛta; aku lahir laksana Surya—terbit menuju cahaya yang jernih dan berdaulat.

Mantra 12

ये त्वामिन्द्र न तुष्टुवुॠषयो ये च तुष्टुवुः । ममेद्वर्धस्व सुष्टुतः ॥

Baik para ṛṣi belum memujimu, wahai Indra, maupun telah memujimu—bertumbuhlah bagiku sungguh, ketika engkau dipuji dengan baik; tambahkanlah dayamu di dalam diriku sebagai jawaban atas ucapan yang benar.

Mantra 13

यदस्य मन्युरध्वनीद्वि वृत्रं पर्वशो रुजन् । अपः समुद्रमैरयत् ॥

Ketika amarah-kekuatannya melaju di jalan, meremukkan Vṛtra sepotong demi sepotong, ia menggerakkan air-air; ia mengguncang kepenuhan samudra.

Mantra 14

नि शुष्ण इन्द्र धर्णसिं वज्रं जघन्थ दस्यवि । वृषा ह्युग्र शृण्विषे ॥

Atas Śuṣṇa, wahai Indra, engkau menghunjamkan vajra, menewaskan Dasyu; sebab engkaulah Sang Banteng, yang dahsyat, yang didengar dan dijawab—tak tertahan dalam daya-Mu.

Mantra 15

न द्याव इन्द्रमोजसा नान्तरिक्षाणि वज्रिणम् । न विव्यचन्त भूमयः ॥

Langit-langit dengan kedahsyatan mereka, juga ruang-antara, juga landasan bumi, tak mampu meliputi Indra sang pemegang vajra; dayanya melampaui ukuran dunia-dunia.

Mantra 17

य इमे रोदसी मही समीची समजग्रभीत् । तमोभिरिन्द्र तं गुहः ॥

Dia yang merangkul bersama dua Dunia yang agung ini—Langit dan Bumi—menjadikan keduanya saling berhadapan dengan tepat; dia itu, wahai Indra, engkau sembunyikan dengan kegelapan-kegelapan: daya yang tersembunyi, menanti dilepaskan ke dalam cahaya.

Mantra 18

य इन्द्र यतयस्त्वा भृगवो ये च तुष्टुवुः । ममेदुग्र श्रुधी हवम् ॥

Wahai Indra, para yatayaḥ—para pengupaya—para Bhṛgu, dan mereka yang telah memujimu: dengarlah sungguh seruanku, wahai Yang Perkasa; jadikanlah hasrat purba mereka hidup dan bekerja di dalam diriku kini.

Mantra 20

या इन्द्र प्रस्वस्त्वासा गर्भमचक्रिरन् । परि धर्मेव सूर्यम् ॥

Wahai Indra, kekuatan-kekuatan yang maju ke depan itu membentuk engkau sebagai suatu wujud yang berrahim (garbha), seakan-akan melingkupi Surya (Matahari) di dalam dharma—tatanan benar—agar Cahaya ditahan, dilindungi, dan disiapkan untuk menampak di dalam diri kami.

Mantra 22

तवेदिन्द्र प्रणीतिषूत प्रशस्तिरद्रिवः । यज्ञो वितन्तसाय्यः ॥

Wahai Indra, dalam tuntunan-tuntunanmu sungguh ada pujian dan arah yang benar, wahai pemegang batu; dan yajña terbentang dalam bentang penuhnya—agar persembahan batin dapat menempuh jalan dengan selamat menuju tujuannya.

Mantra 23

आ न इन्द्र महीमिषं पुरं न दर्षि गोमतीम् । उत प्रजां सुवीर्यम् ॥

Datanglah kepada kami, wahai Indra, dengan daya pemelihara yang maha-luas—laksana benteng kukuh yang kaya sinar—dan anugerahkan pula keturunan sejati jiwa serta kepenuhan tenaga kepahlawanan.

Mantra 24

उत त्यदाश्वश्व्यं यदिन्द्र नाहुषीष्वा । अग्रे विक्षु प्रदीदयत् ॥

Dan daya yang cepat, lahir dari kuda itu—ketika, wahai Indra, di antara kaum Nahusha—engkau membuatnya menyala di depan, di tengah suku-suku; engkau menyalakan cahaya penuntun kemajuan dalam perhimpunan manusia.

Mantra 26

यदङ्ग तविषीयस इन्द्र प्रराजसि क्षितीः । महाँ अपार ओजसा ॥

Ketika, wahai Indra, engkau makin dahsyat dalam kekuatan dan memerintah meluas atas permukiman, engkau adalah Yang Mahabesar—tanpa batas dalam daya; dengan kuasa keberadaan semata engkau melapangkan medan penguasaan jiwa.

Mantra 27

तं त्वा हविष्मतीर्विश उप ब्रुवत ऊतये । उरुज्रयसमिन्दुभिः ॥

Wahai Engkau, pembawa daya yang mengalir luas, bangsa-bangsa pembawa persembahan memanggil-Mu mendekat demi perlindungan, sambil membawa tetes-tetes Soma; mereka menyeru kekuatan yang melapangkan dan mempercepat jalan bagi maju jiwa.

Mantra 28

उपह्वरे गिरीणां संगथे च नदीनाम् । धिया विप्रो अजायत ॥

Di lipatan-dekat pegunungan dan di pertemuan sungai-sungai, sang resi lahir oleh daya penglihatan batin; ilham bangkit di tempat ketinggian dan arus yang mengalir bertemu dalam jiwa.

Mantra 29

अतः समुद्रमुद्वतश्चिकित्वाँ अव पश्यति । यतो विपान एजति ॥

Dari sini sang mengetahui memandang ke bawah lautan dan ketinggian yang menjulang; dari sana sang peminum bergetar lalu bergerak: kesadaran yang terjaga menatap keluasan dan pendakian, serta mengenali sumber kegembiraan jiwa yang tergerak.

Mantra 30

आदित्प्रत्नस्य रेतसो ज्योतिष्पश्यन्ति वासरम् । परो यदिध्यते दिवा ॥

Lalu sungguh mereka memandang siang oleh cahaya benih purba (retas) itu, ketika ia dinyalakan jauh di atas, di langit: daya asal menyalakan sinar yang lebih tinggi, dan jiwa mengenali fajar sejati kesadaran.

Mantra 31

कण्वास इन्द्र ते मतिं विश्वे वर्धन्ति पौंस्यम् । उतो शविष्ठ वृष्ण्यम् ॥

Wahai Indra, para Kaṇva semuanya meneguhkan matimu—daya kelelakianmu; dan juga, wahai yang terkuat, kegagahan virilmu: dengan kami menambah niat ilahi, tenaga kemenangan bertumbuh di dalam kami.

Mantra 32

इमां म इन्द्र सुष्टुतिं जुषस्व प्र सु मामव । उत प्र वर्धया मतिम् ॥

Wahai Indra, terimalah pujian yang tersusun indah ini dariku; kuatkanlah aku dengan teguh. Dan juga, kembangkanlah matiku (mati), agar ia mampu menampung dan mengungkap daya-kebenaran.

Mantra 33

उत ब्रह्मण्या वयं तुभ्यं प्रवृद्ध वज्रिवः । विप्रा अतक्ष्म जीवसे ॥

Dan kami, para pecinta brahman (sabda pembentuk jiwa), wahai Vajrin, telah menatah bagi-Mu—wahai Yang senantiasa bertambah—sebuah ujaran bercahaya, demi kehidupan kami: demi pertumbuhan daya-hidup batin dalam kebenaran.

Mantra 34

अभि कण्वा अनूषतापो न प्रवता यतीः । इन्द्रं वनन्वती मतिः ॥

Para Kaṇva telah berseru kepadanya, seperti air yang mengalir menuruni lereng; pikiran ilham mereka, hendak memenangkan Indra, mengalir lurus menuju kuasa-Nya—laksana arus kesadaran menuju sumber cahayanya.

Mantra 35

इन्द्रमुक्थानि वावृधुः समुद्रमिव सिन्धवः । अनुत्तमन्युमजरम् ॥

Ukhtha-ukhtha yang kuat telah menambah Indra, sebagaimana sungai-sungai mengembungkan samudra. Dialah yang gairahnya tiada terlampaui, kuasa yang tak menua—senantiasa menang dalam pertempuran demi cahaya.

Mantra 36

आ नो याहि परावतो हरिभ्यां हर्यताभ्याम् । इममिन्द्र सुतं पिब ॥

Datanglah kepada kami dari tempat-tempat yang jauh, wahai Indra, bersama dua Harimu yang cemerlang dan keemasan. Minumlah Soma yang diperas ini.

Mantra 37

त्वामिद्वृत्रहन्तम जनासो वृक्तबर्हिषः । हवन्ते वाजसातये ॥

Engkaulah sungguh, pembunuh Vṛtra yang terperkasa; bangsa-bangsa yang telah membentangkan barhis (alas suci) memanggil-Mu, agar kami meraih vā́ja—kelimpahan daya dan keberhasilan kemenangan.

Mantra 38

अनु त्वा रोदसी उभे चक्रं न वर्त्येतशम् । अनु सुवानास इन्दवः ॥

Mengikutimu bergerak kedua-duanya, Langit dan Bumi, bagaikan roda yang berputar dengan kuda yang tangkas; mengikutimu pula titisan-titisan Soma yang diperas—daya-daya kenikmatan yang berlari dalam iring-iringanmu dan menyuburkan kemenanganmu.

Mantra 39

मन्दस्वा सु स्वर्णर उतेन्द्र शर्यणावति । मत्स्वा विवस्वतो मती ॥

Bergembiralah, wahai Indra, pahlawan langit yang bercahaya; dan dalam kelimpahan śaryaṇā, bersukacitalah. Mabukilah oleh mati (ilham-wawasan) Vivasvat, Sang Bercahaya; biarlah penglihatan yang lahir dari cahaya itu menggerakkan Engkau di dalam diri kami.

Mantra 40

वावृधान उप द्यवि वृषा वज्र्यरोरवीत् । वृत्रहा सोमपातमः ॥

Kian bertambah besar, Sang Banteng pemilik vajra telah mengaum naik menuju langit. Pembunuh Vṛtra, peminum Soma yang paling unggul—ia bangkit dalam daya untuk memecah sumbatan batin.

Mantra 41

ऋषिर्हि पूर्वजा अस्येक ईशान ओजसा । इन्द्र चोष्कूयसे वसु ॥

Sebab engkaulah sungguh ṛṣi, yang lahir sebelum segala yang lain, satu-satunya penguasa oleh kekuatanmu. Wahai Indra, engkau menggerakkan dan mendekatkan para Vasu—daya-daya hakikat dan kelimpahan yang benar—demi menegakkan keberadaan yang lebih kaya.

Mantra 42

अस्माकं त्वा सुताँ उप वीतपृष्ठा अभि प्रयः । शतं वहन्तु हरयः ॥

Kepada sukacita Soma kami yang diperas, kami memanggil engkau mendekat; wahai yang berpunggung-cemerlang, biarlah kuda-kuda kuning keemasan itu mengangkutmu seratus kali lipat menuju persembahan.

Mantra 43

इमां सु पूर्व्यां धियं मधोर्घृतस्य पिप्युषीम् । कण्वा उक्थेन वावृधुः ॥

Ilham purba ini—yang dipenuhi manisnya madhu dan cahaya ghee yang disucikan—telah ditumbuhkan oleh para Kaṇva dengan uktha, sabda wahyu.

Mantra 44

इन्द्रमिद्विमहीनां मेधे वृणीत मर्त्यः । इन्द्रं सनिष्युरूतये ॥

Indra sajalah yang dipilih sang fana dalam perjuangan agung pemahaman; sebab Indralah yang hendak diraihnya demi pertolongan yang membebaskan.

Mantra 45

अर्वाञ्चं त्वा पुरुष्टुत प्रियमेधस्तुता हरी । सोमपेयाय वक्षतः ॥

Wahai yang banyak dipuji, biarlah dua kuda kuningmu—yang dipuji oleh Medhas yang tercinta—membawamu menghadap kami, agar engkau meminum Soma yang membahagiakan di sini, dalam bejana manusia.

Mantra 46

शतमहं तिरिन्दिरे सहस्रं पर्शावा ददे । राधांसि याद्वानाम् ॥

Seratus telah kuberikan di Tirindira, seribu di Parśāva—anugerah kelimpahan bagi kaum Yādva: daya pertumbuhan yang dianugerahkan ketika kemenangan batin ditegakkan.

Mantra 47

त्रीणि शतान्यर्वतां सहस्रा दश गोनाम् । ददुष्पज्राय साम्ने ॥

Tiga ratus kuda, sepuluh ribu sinar—(sapi-sapi cahaya)—mereka berikan kepada Pajra bagi nyanyian suci: anugerah lahir mencerminkan pelepasan daya dan terang batin.

Mantra 48

उदानट् ककुहो दिवमुष्ट्राञ्चतुर्युजो ददत् । श्रवसा याद्वं जनम् ॥

Kakuha bangkit menuju langit, menganugerahkan unta-unta yang dipasang pada kuk empat; oleh daya kemasyhuran ia mengangkat kaum Yādva.

Frequently Asked Questions

The hymn is primarily addressed to Indra, invoked as the mighty protector who comes to the sacrifice drawn by Soma and praise.

It teaches that Indra’s power is awakened and drawn near through hymns and Soma, bringing protection, victory, abundance, and a ‘widened path’ for the community’s progress.

That section works like a dānastuti (praise of generosity), showing that divine favor is mirrored in human giving—uplifting people through prosperity and lasting renown (śravas).

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App