
Sukta 5.69
Atri (Ātreya)
Mitra-Varuṇa
Triṣṭubh (likely; long verse with multiple pādas—verify)
Himne Atri yang singkat ini memuji Mitra dan Varuṇa sebagai para Āditya yang menopang tiga alam bercahaya dan menegakkan titah kosmis yang teguh tak tergoyahkan (vratāni). Himne ini memohon agar keduanya melindungi Hukum ilahi, menyingkirkan nasihat yang bengkok atau menyesatkan dari pemerintahan dan masyarakat, serta menganugerahkan kesejahteraan, kemakmuran (rāyí), dan kedamaian bagi keluarga dan keturunan.
Mantra 1
त्री रोचना वरुण त्रीँरुत द्यून्त्रीणि मित्र धारयथो रजांसि । वावृधानावमतिं क्षत्रियस्यानु व्रतं रक्षमाणावजुर्यम् ॥
Engkau menegakkan tiga alam bercahaya, wahai Varuṇa; dan tiga hari; dan tiga ruang, wahai Mitra. Kian bertumbuh, kalian menjaga Vrata (Hukum/Sumpah) yang tak binasa; dan kalian menghalau pikiran yang menyimpang dari sang penguasa di dalam diri kami, agar kedaulatan mengikuti tata-ilahi.
Mantra 2
इरावतीर्वरुण धेनवो वां मधुमद्वां सिन्धवो मित्र दुह्रे । त्रयस्तस्थुर्वृषभासस्तिसृणां धिषणानां रेतोधा वि द्युमन्तः ॥
Wahai Varuṇa, sapi-sapi pemelihara (dhenú) milik kekuatanmu, sarat kelimpahan, memancarkan hasil; wahai Mitra, sungai-sungai bermadu dari keberadaanmu mengalir deras. Tiga banteng perkasa berdiri sebagai pembawa benih bagi tiga Dhīṣaṇā (ilham/ketajaman batin), memancar dalam daya yang bercahaya.
Mantra 3
प्रातर्देवीमदितिं जोहवीमि मध्यंदिन उदिता सूर्यस्य । राये मित्रावरुणा सर्वतातेळे तोकाय तनयाय शं योः ॥
Saat fajar aku menyeru Dewi Aditi; pada tengah hari, ketika Sūrya telah terbit. Demi rāyí (kelimpahan jiwa), aku memuja Mitra dan Varuṇa, kuasa yang merangkul segalanya, bagi kesejahteraan dan damai-sukacita bagi anak batin kami dan bagi keturunan yang bertumbuh dari keberadaan.
Mantra 4
या धर्तारा रजसो रोचनस्योतादित्या दिव्या पार्थिवस्य । न वां देवा अमृता आ मिनन्ति व्रतानि मित्रावरुणा ध्रुवाणि ॥
Wahai Mitra dan Varuṇa, kalian yang menopang ranah bercahaya dan hamparan luas—wahai para Āditya yang ilahi—baik dari langit maupun dari bumi; tiada dewa yang abadi dapat menggoyahkan ketetapan-ketetapan kalian yang teguh.
They are paired Āditya deities who protect cosmic and moral order (ṛta). Mitra emphasizes harmony and right relations, while Varuṇa emphasizes truth, conscience, and binding law.
It refers to the stable laws that keep the world and society in order—truthfulness, right conduct, and the dependable rhythms of nature. The sukta says these ordinances are so strong that even other gods do not overturn them.
It reflects a daily rhythm of worship: calling on Aditi and the Ādityas at key times of light. Symbolically, it also suggests renewing one’s commitment to truth and right action as the day begins and as it reaches fullness.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free Google sign-in keeps your chat saved across web and the app.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.