Rig Veda Sukta 39
Mandala 4Sukta 396 Mantras

Sukta 39

Sukta 4.39

Rishi

Vāmadeva Gautama (traditional for many hymns in Maṇḍala 4; this Dadhikrā praise belongs to the same family collection)

Devata

Dadhikrā with support of Uṣas (Dawns) as awakeners

Chandas

Triṣṭubh

Himne enam bait ini memuji Dadhikrāvan, daya-kuda yang cepat dan menaklukkan, memohon agar kecepatannya dan momentum kemenangannya membawa penyanyi melampaui bahaya serta lintasan-lintasan yang sukar. Uṣas (Fajar) dipanggil sebagai para pembangkit yang membangunkan pemuja menuju gerak yang benar; lalu himne berkembang menjadi doa perlindungan dan kesejahteraan, yang sejenak menyebut para dewa sekutu (Maruts, Mitra–Varuṇa, Agni, Indra) untuk meneguhkan svasti (keutuhan/selamat sejahtera). Penutupnya bersifat transformatif: Dadhikrāvan dimohon menjadikan “bagian depan” kesadaran harum/terang dan menuntun daya-daya hidup maju melintasi penyeberangan-penyeberangan yang membatasi.

Mantras

Mantra 1

आशुं दधिक्रां तमु नु ष्टवाम दिवस्पृथिव्या उत चर्किराम । उच्छन्तीर्मामुषसः सूदयन्त्वति विश्वानि दुरितानि पर्षन् ॥

Dadhikrā yang tangkas—dialah kini kami puji, dan kami maklumkan dari Langit dan dari Bumi. Semoga Fajar-fajar yang terbit membangunkanku, dan semoga mereka membawaku melampaui segala lintasan sukar dan gerak yang sesat.

Mantra 2

महश्चर्कर्म्यर्वतः क्रतुप्रा दधिक्राव्णः पुरुवारस्य वृष्णः । यं पूरुभ्यो दीदिवांसं नाग्निं ददथुर्मित्रावरुणा ततुरिम् ॥

Aku memaklumkan kebesaran kuda Dadhikrāvan, sang banteng yang kaya harta, yang memenuhi tekad dengan daya. Dia—berkilau laksana Agni—engkau, Mitra dan Varuṇa, telah menganugerahkannya kepada banyak bangsa sebagai penakluk yang tangkas.

Mantra 3

यो अश्वस्य दधिक्राव्णो अकारीत्समिद्धे अग्ना उषसो व्युष्टौ । अनागसं तमदितिः कृणोतु स मित्रेण वरुणेना सजोषाः ॥

Dia yang telah menata persembahan bagi Dadhikrāvan, Sang Daya-Kuda, ketika Agni dinyalakan pada fajar yang terbuka luas—semoga Aditi menjadikannya tanpa cela batin; semoga ia hidup seia-sekata, selaras, bersama Mitra dan Varuṇa.

Mantra 4

दधिक्राव्ण इष ऊर्जो महो यदमन्महि मरुतां नाम भद्रम् । स्वस्तये वरुणं मित्रमग्निं हवामह इन्द्रं वज्रबाहुम् ॥

Karena kami telah menggenggam Dadhikrāvan sebagai kelimpahan agung dari gizi dan daya, dan telah meneguhkan dalam kesadaran Nama Marut yang mujur; demi kesejahteraan batin kami memanggil Varuṇa dan Mitra, Agni, serta Indra yang berlengan wajra (petir).

Mantra 5

इन्द्रमिवेदुभये वि ह्वयन्त उदीराणा यज्ञमुपप्रयन्तः । दधिक्रामु सूदनं मर्त्याय ददथुर्मित्रावरुणा नो अश्वम् ॥

Seakan memanggil Indra, kedua pihak berseru, bangkit dan maju menuju yajña (kurban). Mitra dan Varuṇa telah menganugerahkan kepada kami, bagi perjalanan fana, Dadhikrāvan—kuda pendorong yang menuntun kami kepada kemenangan.

Mantra 6

दधिक्राव्णो अकारिषं जिष्णोरश्वस्य वाजिनः । सुरभि नो मुखा करत्प्र ण आयूंषि तारिषत् ॥

Aku telah menggubah kidung ini bagi Dadhikrāvan, kuda penakluk yang penuh daya dan kelimpahan. Semoga ia menjadikan wajah-depan kami harum dan bercahaya; semoga ia mengantar daya-hidup kami melampaui penyeberangan yang membatasi.

Frequently Asked Questions

Dadhikrāvan is a divine “steed-power” praised for swift, conquering movement. In this hymn he represents victorious momentum that protects the worshipper and carries them safely beyond obstacles.

Uṣas are asked to “awaken” the singer as they rise. Dawn symbolizes the start of right action and clear perception, helping the worshipper move beyond wrong turns and difficult passages.

The hymn repeatedly seeks safe passage beyond duritāni (hard crossings, errors, dangers) and asks for svasti (well-being). It concludes by praying that the leading edge of life and consciousness be made auspicious and that the life-forces move forward.

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App