गुरुर्गुरुतमो धाम सत्य: सत्यपराक्रम: । निमिषो5निमिष: सत्रग्वी वाचस्पतिरुदारथी:
gurur gurutamo dhāma satyaḥ satyaparākramaḥ | nimiṣo'nimiṣaḥ sragvī vācaspatir udāradhīḥ ||
Bhishma berkata: Ia adalah Guru, sang mahapengajar; yang paling luhur di antara para pembimbing; tempat bernaung seluruh jagat. Ia adalah Kebenaran itu sendiri, dengan keberanian yang tak pernah meleset. Ia adalah Yang memejam dalam tidur-yoga, dan juga Yang tak berkedip, yang mengambil rupa Ikan. Ia mengenakan kalung kemenangan, dan sebagai penguasa ujaran serta pengetahuan, Ia berakal mulia yang menerangi segala sesuatu hingga hakikat menjadi nyata.
भीष्म उवाच
The verse teaches reverence for the Divine as the ultimate source of guidance and knowledge (guru, vācaspati), the ground of reality (dhāma, satya), and the protector whose power is effective and righteous (satyaparākrama). It frames devotion as recognizing many complementary attributes—stillness (yogic slumber) and vigilant protection (unblinking), transcendence and incarnation.
Bhīṣma is describing and praising the Supreme Being through a chain of epithets. The passage functions as a devotional catalogue of divine qualities, linking cosmic roles (refuge, truth) with mythic manifestation (Matsya) and symbolic marks (victory garland), within the Anuśāsana Parva’s broader instruction on dharma and worship.