उपेन्द्रो वामन: प्रांशुरमोघ: शुचिरूर्जित: । अतीन्द्र: संग्रह: सर्गो धृतात्मा नियमो यम:
upendro vāmanaḥ prāṁśur amoghaḥ śucir ūrjitaḥ | atīndraḥ saṁgrahaḥ sargo dhṛtātmā niyamo yamaḥ ||
Bhīṣma berkata: Ia adalah Upendra, Sang Vāmana; Yang menjulang, melangkah melampaui dunia-dunia; Yang tak pernah gagal dalam tindakan; Yang suci, menyucikan mereka yang mengingat, memuji, dan memuja; Yang perkasa; Yang melampaui Indra karena pengetahuan dan kedaulatan yang melekat pada diri-Nya. Ia adalah Sang Penghimpun yang menarik kembali segala sesuatu pada saat pralaya; Ia adalah sebab penciptaan; Ia adalah Yang menguasai diri, yang mengambil rupa atas kehendak-Nya sendiri meski tetap tak-terlahirkan. Ia adalah prinsip pengekangan yang menempatkan makhluk pada batasnya; dan Ia adalah Yama—pengatur batin yang memerintah dari dalam hati.
भीष्म उवाच
The verse teaches that the divine is not only an object of worship but also the very structure of moral and cosmic regulation: creation and dissolution, strength and purity, and especially niyama/yama—restraint and inner governance—by which beings are held to their proper dharma.
Bhīṣma is reciting a sequence of honorific names (epithets) of Viṣṇu, highlighting his avatāra as Vāmana/Trivikrama and his roles as purifier, supreme lord beyond Indra, creator, withdrawer at pralaya, and inner regulator (yama) who disciplines from within.