सर्वगः सर्वविद्धानुर्विष्वक्सेनो जनार्दन: । वेदो वेदविदव्यज्जी वेदाड़ो वेदवित् कवि:
sarvagaḥ sarvavid dhānur viṣvakseno janārdanaḥ | vedo vedavid avyajī vedāṅgo vedavit kaviḥ ||
Bhīṣma berkata: Ia meliputi segalanya dan mengetahui segalanya; pemegang busur; Viṣvaksena, yang mencerai-beraikan bala musuh; dan Janārdana, tempat para bhakta memohon kesejahteraan duniawi dan kebaikan tertinggi. Ia adalah Veda itu sendiri, sekaligus pengenal Veda; utuh tanpa cela dan tanpa kekurangan; menjadikan Veda sebagai anggota-anggota-Nya; penelaah Veda; dan Kavi, sang resi-penyair yang mahatahu.
भीष्म उवाच
The verse teaches that the supreme Lord (Viṣṇu/Janārdana) is simultaneously the protector in worldly struggle and the very ground of sacred knowledge. Ethical life (dharma) is anchored in devotion to the all-knowing, all-pervading source of the Veda, who grants both abhyudaya (worldly flourishing) and niḥśreyasa (ultimate liberation).
In Anuśāsana Parva, Bhīṣma continues his instruction through praise of Nārāyaṇa/Viṣṇu using a chain of epithets. This functions as a devotional and doctrinal affirmation within his teachings, presenting the Lord as the refuge and the authority behind Vedic dharma.