कार्त्तिकेयाभिषेकः — Consecration of Kārttikeya and the Enumeration of His Retinue
स तस्मिन् काउ्चने दिव्ये शरस्तम्बे श्रिया वृत: । स्तूयमान: सदा शेते गन्धर्वैर्मुनिभिस्तथा
sa tasmin kāñcane divye śarastambe śriyā vṛtaḥ | stūyamānaḥ sadā śete gandharvair munibhis tathā ||
Di sana, di atas hamparan anak panah yang ilahi, keemasan dan bercahaya, diselubungi kemuliaan, dia berbaring senantiasa; sentiasa dipuji oleh para Gandharva dan juga para resi. Pemandangan itu menjelmakan pengakhiran seorang pahlawan menjadi suatu tableau moral: keteguhan pada dharma yang dipilih, serta penghormatan yang diberikan kepada hidup yang berdisiplin dan berpegang pada kebenaran, walau di tengah kehancuran perang.
वैशम्पायन उवाच
Even in the aftermath of violence, moral stature is measured by steadfastness, discipline, and truth; such integrity draws reverence from the wise and the celestial, suggesting that dharma can confer dignity even upon suffering.
The narrator describes a revered figure lying upon a divine, golden bed of arrows, surrounded by splendor, while Gandharvas and sages continually praise him—portraying a solemn, exalted moment amid the war’s consequences.