नारायणास्त्र-शमनं द्रौणि-प्रहारश्च
Pacification of the Nārāyaṇāstra and Drauni’s Renewed Assault
अवधीत् समरे पुत्र पिता भरतसत्तम
avadhīt samare putraḥ pitā bharatasattama
Sañjaya berkata: Di tengah pertempuran yang sengit, si anak membunuh si bapa, wahai yang terbaik antara kaum Bharata—suatu pembalikan yang menyalahi dharma fitrah, memperlihatkan bagaimana perang mampu memaksa kaum kerabat melakukan perbuatan yang melanggar tertib moral yang lazim.
संजय उवाच
The verse highlights the moral collapse that prolonged war can cause: even the most fundamental bonds—between father and son—can be overturned, warning that violence corrodes dharma and natural human obligations.
Sañjaya reports to Dhṛtarāṣṭra that, during the fighting, a son killed his own father—an episode presented as a shocking sign of the battle’s extremity and the breakdown of familial restraint.