द्रौणि-पार्षतयोर्युद्धम् | The Duel of Aśvatthāmā
Drauṇi) and Dhṛṣṭadyumna (Pārṣata
स्वलंकृतं क्षिती क्षुण्णं चेष्टमानं यथोरगम्
svalaṅkṛtaṃ kṣitī kṣuṇṇaṃ ceṣṭamānaṃ yathoragam
Sañjaya berkata: “(Dia tampak) berhias perhiasan, namun remuk di bumi—menggeliat seperti ular.” Baris ini menyingkap pertentangan moral perang yang getir: bahkan pahlawan yang serba megah dengan kelengkapan tempur, apabila tumbang, menjadi tidak berdaya dalam derita—mengingatkan akan rapuhnya keangkuhan dan mahalnya harga kekerasan.
संजय उवाच
The verse highlights the impermanence of worldly splendor and the ethical gravity of war: ornamentation and status cannot prevent the vulnerability and suffering that follow violence.
Sañjaya describes a fallen warrior on the battlefield—still adorned, but struck down and writhing on the ground like a serpent—emphasizing the intensity and cruelty of the combat scene.