तस्मिन् व्रजति दुर्धर्षे प्रास्खलद् रुक्मिणी पथि । तन्नामर्षयत श्रीमांस्ततस्तूर्णमचोदयत्
tasmin vrajati durdharṣe prāskhalad rukmiṇī pathi | tan nāmarṣayata śrīmāṁs tatas tūṛṇam acodayat ||
Ketika resi Durvāsā yang digeruni itu meneruskan perjalanan, Rukmiṇī tersadung di jalan lalu terjatuh. Sang resi yang termasyhur itu tidak dapat menahan apa yang disangkanya sebagai suatu penghinaan atau kelalaian; dalam amarah, baginda segera menghalau dan mendesaknya dengan keras, menyuruhnya maju tanpa belas kasihan.
वायुदेव उवाच
The verse warns that lack of forbearance (kṣamā) and self-control can corrupt even a revered ascetic’s conduct; true dharma requires compassion and restraint, especially toward someone who is weak or distressed.
During travel, Rukmiṇī slips and falls on the road. Durvāsā, described as formidable, takes offense and immediately drives/urges her on harshly, showing impatience and anger rather than care.