Rig Veda Sukta 28
Mandala 8Sukta 285 Mantras

Sukta 28

Sukta 8.28

Devata

Viśve Devāḥ (the Thirty-Three Gods)

Kidung singkat ini memanggil Viśve Devāḥ—yang dipahami sebagai “tiga puluh tiga” daya ilahi—agar duduk pada tempatnya yang tersusun semestinya di atas rumput kurban dan menegakkan tatanan yang benar dari ritus. Ia memohon para dewa-semuanya ini menjadi penjaga yang menyeluruh di setiap sisi (depan, belakang, atas, bawah), dan berpuncak pada suatu visi heptadik (tujuh lipat) tentang kekuatan-kekuatan ilahi, yang cahaya, senjata, dan kemilau kemuliaannya ditegakkan dengan sempurna.

Mantras

Mantra 1

ये त्रिंशति त्रयस्परो देवासो बर्हिरासदन् । विदन्नह द्वितासनन् ॥

Para dewa yang tiga puluh dan tiga itu duduk di atas rumput suci (barhis). Sungguh mengetahui, mereka mengambil tempat duduknya dalam tatanan yang dua-lapis—menegakkan susunan yang tepat dari kuasa-kuasa ilahi di medan persembahan.

Mantra 2

वरुणो मित्रो अर्यमा स्मद्रातिषाचो अग्नयः । पत्नीवन्तो वषट्कृताः ॥

Varuṇa, Mitra, dan Aryaman—mereka yang bergerak bersama persembahan kami yang menganugerahkan ṛta—bersama Api-api (Agni). Dengan Śakti mereka (para pendamping), mereka menjadi daya-daya yang mengantarkan seruan kehendak kami, vaṣaṭ, menuju pemenuhan.

Mantra 3

ते नो गोपा अपाच्यास्त उदक्त इत्था न्यक् । पुरस्तात्सर्वया विशा ॥

Semoga mereka menjadi para penjaga kita atas Sinar-sinar (raśmi)—melindungi kami dari belakang dan dari setiap pembelokan yang menyimpang; dari atas dan dari bawah; dan dari depan, bersama segenap keutuhan diri kami.

Mantra 4

यथा वशन्ति देवास्तथेदसत्तदेषां नकिरा मिनत् । अरावा चन मर्त्यः ॥

Sebagaimana para dewa menghendaki dan memerintah, demikianlah sungguh hal itu terjadi; tiada seorang pun mengurangi titah mereka—tak seorang fana, bahkan yang kaya berlimpah sekalipun.

Mantra 5

सप्तानां सप्त ऋष्टयः सप्त द्युम्नान्येषाम् । सप्तो अधि श्रियो धिरे ॥

Dari Yang Tujuh, tujuhlah ujung tombak mereka, tujuh pula daya-daya bercahaya mereka; dan tujuh kali lipat kemilau kemuliaan ditetapkan atas mereka—tegak sebagai kesempurnaan yang utuh.

Frequently Asked Questions

They are the Viśve Devāḥ, the collective host of divine powers often counted as thirty-three (Vasus, Rudras, Ādityas, and related forms). The hymn calls them together as one coordinated presence.

Barhis is the sacred grass spread on the ritual ground as a seat for the gods. Saying they “sit” means they are successfully invited, present, and properly arranged to receive offerings and support the rite.

Sevenfold language in the Veda often signals completeness and stable order. Here it portrays the divine powers as perfectly equipped (seven spear-points), luminous (seven lights), and fully endowed (seven splendors).

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App