Rig Veda Sukta 62
Mandala 7Sukta 626 Mantras

Sukta 62

Sukta 7.62

Rishi

Vasiṣṭha

Devata

Sūrya (with implicit relation to Ādityas’ order)

Chandas

Triṣṭubh (probable)

Himne enam bait karya Vasiṣṭha memuji terbitnya Sūrya setiap hari sebagai tanda yang tampak dari ṛta (tatanan kosmis), yang menatap semua “kelahiran” dan segala kegiatan manusia dengan cahaya yang tidak memihak. Lalu himne ini meluas menjadi doa berorientasi Āditya kepada Aditi, Langit–Bumi, serta para penguasa moral Mitra–Varuṇa–Aryaman, memohon perlindungan dari pelanggaran, kelapangan-kebebasan (varivas), dan jalan-jalan yang aman serta mujur bagi diri sendiri dan keturunan.

Mantras

Mantra 1

उत्सूर्यो बृहदर्चींष्यश्रेत्पुरु विश्वा जनिम मानुषाणाम् । समो दिवा ददृशे रोचमानः क्रत्वा कृतः सुकृतः कर्तृभिर्भूत् ॥

Bangkitlah Sang Surya, menebarkan sinar-sinar-Nya yang luas; Ia memandang banyak kelahiran dan segala proses menjadi pada manusia. Sama dalam siang, Ia tampak bercahaya; dibentuk oleh kehendak kerja (kratu), Ia menjadi karya yang sempurna melalui para pelaku (kartṛ).

Mantra 2

स सूर्य प्रति पुरो न उद्गा एभिः स्तोमेभिरेतशेभिरेवैः । प्र नो मित्राय वरुणाय वोचोऽनागसो अर्यम्णे अग्नये च ॥

Wahai Surya, nyanyikanlah di hadapan kami, di depan, dengan puji-pujian yang melaju cepat ini dan dorongan-dorongan yang menggerakkan. Dan biarlah sabda kami maju kepada Mitra, kepada Varuṇa, kepada Aryaman, dan kepada Agni—agar kami tanpa cela dan berjalan dalam tatanan yang benar (ṛta).

Mantra 3

वि नः सहस्रं शुरुधो रदन्त्वृतावानो वरुणो मित्रो अग्निः । यच्छन्तु चन्द्रा उपमं नो अर्कमा नः कामं पूपुरन्तु स्तवानाः ॥

Biarlah seribu penghalang terbuka bagi kami—oleh Varuṇa, Mitra, dan Agni, para pemilik ṛta. Semoga daya-daya yang bercahaya menganugerahkan kepada kami kidung cahaya yang tertinggi; dan dipuji oleh kami, semoga mereka memenuhi hasrat kami—kehendak sejati kami akan pemenuhan.

Mantra 4

द्यावाभूमी अदिते त्रासीथां नो ये वां जज्ञुः सुजनिमान ऋष्वे । मा हेळे भूम वरुणस्य वायोर्मा मित्रस्य प्रियतमस्य नृणाम् ॥

Wahai Langit dan Bumi, wahai Aditi, lindungilah kami—kami yang telah lahir dalam penjelmaan mulia kalian. Janganlah kami jatuh ke dalam murka Varuṇa, jangan pula ke dalam ketidaksenangan Vāyu; dan jangan ke dalam luka dari Mitra, yang paling dikasihi manusia.

Mantra 5

प्र बाहवा सिसृतं जीवसे न आ नो गव्यूतिमुक्षतं घृतेन । आ नो जने श्रवयतं युवाना श्रुतं मे मित्रावरुणा हवेमा ॥

Ulurkanlah lengan kalian ke depan demi kehidupan kami; curahkanlah kepada kami jalan kawanan bercahaya, dengan kelimpahan yang dimurnikan (ghṛta). Buatlah nama kami terdengar di antara manusia, wahai kuasa-kuasa muda; dengarkanlah seruan panggilanku ini, wahai Mitra dan Varuṇa, dalam pemujaan.

Mantra 6

नू मित्रो वरुणो अर्यमा नस्त्मने तोकाय वरिवो दधन्तु । सुगा नो विश्वा सुपथानि सन्तु यूयं पात स्वस्तिभिः सदा नः ॥

Kini semoga Mitra, Varuṇa, dan Aryaman menegakkan bagi kami keluasan kebebasan—bagi diri kami dan bagi keturunan kami. Semoga segala perjalanan kami mudah, segala jalan kami baik untuk ditempuh; jagalah kami senantiasa dengan daya-daya kesejahteraan kalian.

Frequently Asked Questions

It links the Sun’s daily rising with cosmic order (ṛta) and asks the Ādityas to protect the worshipper from wrongdoing, granting well-being and “good paths” in life.

Because Sūrya’s light is the visible sign of order, and the Ādityas (especially Mitra–Varuṇa–Aryaman) govern truth, covenant, and social-moral harmony; the hymn seeks their guardianship and freedom (varivas).

It is suited for sunrise recitation, especially before duties or travel, as a prayer for clarity, ethical steadiness, protection from error, and safe, auspicious movement on life’s paths.

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App