
Sukta 10.151
Śraddhā (Faith/Assent) with reference to Agni and Bhaga
Himne singkat ini mempersonifikasikan Śraddhā (Iman/Persetujuan) sebagai daya tersembunyi yang membuat kurban yajña menjadi manjur—menyalakan Agni, mengangkat persembahan, dan memastikan bagian yang mujur melalui Bhaga. Himne ini memohon agar keyakinan teguh yang sama, yang ditegakkan para dewa di tengah kekuatan-kekuatan yang memusuhi, ditegakkan pula dalam tujuan sang pelaksana kurban. Iman diseru sepanjang tiga “persendian” hari—fajar, tengah hari, dan senja—agar niat yang berorientasi pada kebenaran menjadi kukuh di dalam hati.
Mantra 1
श्रद्धयाग्निः समिध्यते श्रद्धया हूयते हविः । श्रद्धां भगस्य मूर्धनि वचसा वेदयामसि ॥
Dengan śraddhā (iman/keteguhan hati) Agni dinyalakan; dengan śraddhā persembahan (havis) dipanggil dan diangkat. Śraddhā kami tempatkan pada puncak Bhaga; dengan sabda kami menyingkapkannya dalam kesadaran.
Mantra 2
प्रियं श्रद्धे ददतः प्रियं श्रद्धे दिदासतः । प्रियं भोजेषु यज्वस्विदं म उदितं कृधि ॥
Wahai Śraddhā, jadikanlah terkasih sang pemberi; jadikanlah terkasih yang dermawan. Jadikanlah terkasih di antara kenikmatan sang yajvan (pelaku yajña). Jadikanlah niatku yang terucap ini terbit, tegak, dan terlaksana.
Mantra 3
यथा देवा असुरेषु श्रद्धामुग्रेषु चक्रिरे । एवं भोजेषु यज्वस्वस्माकमुदितं कृधि ॥
Sebagaimana para dewa menegakkan Śraddhā (iman/kepercayaan suci) di tengah kekuatan Asura yang garang, demikian pula di antara kenikmatan kami dan para yajvan (pelaku yajña) kami, jadikanlah tekad kami yang terangkat itu berdaya dan terpenuhi.
Mantra 4
श्रद्धां देवा यजमाना वायुगोपा उपासते । श्रद्धां हृदय्ययाकूत्या श्रद्धया विन्दते वसु ॥
Para dewa dan para yajamāna (penyelenggara kurban), yang dijaga oleh Vāyu—Sang Nafas, mendekat kepada Śraddhā. Dengan niat yang lahir dari hati mereka berpaling kepada Śraddhā; oleh Śraddhā orang memperoleh Vasu—kekayaan sejati, kepenuhan batin.
Mantra 5
श्रद्धां प्रातर्हवामहे श्रद्धां मध्यंदिनं परि । श्रद्धां सूर्यस्य निम्रुचि श्रद्धे श्रद्धापयेह नः ॥
Kami memanggil Śraddhā pada fajar; kami melingkupi tengah hari dengan Śraddhā. Kami memanggil Śraddhā pada surutnya Surya: wahai Śraddhā, tegakkanlah di sini dalam diri kami persetujuan hati kepada Ṛta (Kebenaran-Tatanan).
The hymn addresses Śraddhā—Faith or inner assent—personified as a divine power. Agni and Bhaga are referenced because faith makes the fire-rite work and brings an auspicious share of results.
That sacrifice and spiritual effort succeed through śraddhā: faith kindles Agni, empowers the offering, and makes one’s intention effective, even when circumstances are difficult.
It is especially fitting at dawn before lighting the fire or beginning worship, and it can also be recited at midday and sunset, following the hymn’s own three daily invocations of Śraddhā.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.