Rig Veda Sukta 144
Mandala 1Sukta 1447 Mantras

Sukta 144

Sukta 1.144

Rishi

Dīrghatamas Aucathya (traditional attribution for RV 1.144–1.145; Agni hymns of the Dīrghatamas cycle)

Devata

Agni (as Hotṛ; the divine Will and priest of the inner sacrifice)

Chandas

Triṣṭubh

Himne ini memuji Agni sebagai Hotṛ—imam ilahi yang bergerak pertama dalam ritus dan menegakkan yajña dengan mengangkat “dhī”, yakni niat yang murni dan bercahaya. Agni digambarkan melampaui waktu dan senantiasa muda, dilayani oleh daya-daya berpasangan, serta sebagai Kehadiran yang tampak—yang berpaling kepada sabda persembahan dan menjadikan persembahan itu berbuah. Tujuan sukta ini sekaligus lahiriah (menyalakan api dan pelaksanaan yang tepat) dan batiniah (membangunkan kehendak, kejernihan, dan orientasi yang benar kepada Ṛta—tatanan kebenaran).

Mantras

Mantra 1

एति प्र होता व्रतमस्य माययोर्ध्वां दधानः शुचिपेशसं धियम् । अभि स्रुचः क्रमते दक्षिणावृतो या अस्य धाम प्रथमं ह निंसते ॥

Maju melangkah Sang Imam batin; dengan daya pembentuknya (māyā) ia menegakkan tinggi suatu pikiran yang bercahaya dan tersusun sempurna. Ia mendekat kepada sendok-sendok persembahan, berputar ke kanan—menuju kedudukan-kedudukan pertama dari keberadaannya sendiri, tempat ia ditegakkan.

Mantra 2

अभीमृतस्य दोहना अनूषत योनौ देवस्य सदने परीवृताः । अपामुपस्थे विभृतो यदावसदध स्वधा अधयद्याभिरीयते ॥

Di sekelilingnya, pemerahan Ṛta bergema, terkurung dalam rahim, di singgasana Sang Dewa. Ketika, ditopang di pangkuan air, ia datang berdiam, maka ia membuat hukum-diri (svadhā) mengalir—oleh daya-daya itulah ia menempuh perjalanan ke depan.

Mantra 3

युयूषतः सवयसा तदिद्वपुः समानमर्थं वितरित्रता मिथः । आदीं भगो न हव्यः समस्मदा वोळ्हुर्न रश्मीन्त्समयंस्त सारथिः ॥

Dua yang sebaya terpisah dalam rupa—namun mereka memikul satu maksud yang sama, bergerak silih berganti. Lalu ia, bagaikan Bhaga sang pemberi yang ramah menerima persembahan, menarik mereka mendekat kepada kami; bagaikan sais, ia menghimpun tali kekang dan menyatukan daya-daya dalam satu kendali.

Mantra 4

यमीं द्वा सवयसा सपर्यतः समाने योना मिथुना समोकसा । दिवा न नक्तं पलितो युवाजनि पुरू चरन्नजरो मानुषा युगा ॥

Dia dilayani oleh dua daya yang setara, lahir bersama dari satu rahim, sepasang pasangan yang berdiam dalam satu rumah. Seperti Siang dan Malam, ia sekaligus tua dan tetap muda; menempuh banyak jalan, ia tak menua melintasi zaman-zaman manusia.

Mantra 5

तमीं हिन्वन्ति धीतयो दश व्रिशो देवं मर्तास ऊतये हवामहे । धनोरधि प्रवत आ स ऋण्वत्यभिव्रजद्भिर्वयुना नवाधित ॥

Sepuluh daya ilham mendorongnya maju; para fana memanggil Sang Dewa untuk pertolongan. Dari busur lereng yang menurun ia melepaskan dayanya; dengan pembedaan-pembedaan baru, dengan mereka yang menerobos ke luar dan memecah kepungan, ia mencapai tujuan.

Mantra 6

त्वं ह्यग्ने दिव्यस्य राजसि त्वं पार्थिवस्य पशुपा इव त्मना । एनी त एते बृहती अभिश्रिया हिरण्ययी वक्वरी बर्हिराशाते ॥

Engkau, wahai Agni, memerintah di alam bercahaya; dan di alam bumi pun, oleh hakikat-diri-Mu, Engkau laksana penjaga kawanan. Dua ini—luas dan gemilang, keemasan dan teranyam kaya—duduk bagimu sebagai barhis, tempat duduk suci persembahan.

Mantra 7

अग्ने जुषस्व प्रति हर्य तद्वचो मन्द्र स्वधाव ऋतजात सुक्रतो । यो विश्वतः प्रत्यङ्ङसि दर्शतो रण्वः संदृष्टौ पितुमाँ इव क्षयः ॥

Wahai Agni, terimalah dan berkenanlah pada sabda ini; berpalinglah kepadanya, wahai yang merona dalam sukacita, kaya oleh kuasa-mu sendiri, lahir dari Ṛta, berkehendak cemerlang. Engkau yang menghadap kami dari segala arah, tampak dan menggembirakan—laksana kediaman yang sarat santapan, pada pertemuan pandang kita.

Frequently Asked Questions

It praises Agni as the Hotṛ (priest of the sacrifice) who moves first, receives offerings, and establishes the rite by raising a pure and luminous intention (dhī).

Because Agni is the same divine fire-principle present in every age: the form changes (new kindling, new rites), but the cosmic function of fire and priestly will remains timeless.

It can be recited while lighting or tending a sacred fire, or as a meditation before any disciplined action—offering one’s speech and intention into clarity, truth (ṛta), and right order.

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App