तथैव द्रौणिनिर्मुक्तिर्भीम: संनतपर्वभि:
tathaiva drauṇinir-muktir bhīmaḥ saṃnata-parvabhiḥ
Sanjaya berkata: Demikian pula, senjata yang dilepaskan oleh Drauṇi terhadap Bhima tertahan; daya hantamnya melengkung, ditundukkan, lalu jatuh. Maka Bhima seakan terlepas dari bahaya itu. Di tengah amuk perang, serangan paling mengerikan pun kadang dapat dibendung—dan hidup seorang ksatria tidak hanya bergantung pada tenaga, melainkan juga pada putaran takdir serta kendali atas kekerasan.
संजय उवाच
Even in war, outcomes are not determined by sheer aggression alone; force can be checked, and survival may come through restraint, counteraction, and the larger moral and fated currents that govern the battlefield.
Sañjaya reports that Bhīma is likewise delivered from danger, with the attack or weapon released by Drauṇi (Aśvatthāman) being brought under control—its momentum effectively bent down or subdued.