Vipulopākhyāna—Ruci-rakṣā and Śakra’s Māyā (विपुलोपाख्यानम्—रुचिरक्षणं शक्रमाया च)
ऋणमुन्मुच्य देवानामृषीणां च तथैव च । 8 ॥ विप्राणामतिथीनां च पठचमम्
ṛṇam unmucya devānām ṛṣīṇāṁ ca tathaiva ca | viprāṇām atithīnāṁ ca ||
Bhīṣma menjelaskan bahwa seorang perumah tangga hendaknya dengan sadar menunaikan ‘utang-utang’ dalam tatanan hidup suci: kepada para dewa melalui yajña dan pemujaan, kepada para resi melalui swādhyāya Weda, kepada para leluhur melalui keturunan yang utama dan upacara śrāddha, kepada para Brāhmaṇa melalui dana (pemberian), dan kepada para tamu melalui penghormatan serta jamuan. Barangsiapa memenuhi kewajiban ini dan menjalankan laku yang diperintahkan śāstra dengan kemurnian dan kerendahan hati, tidak akan menyimpang dari dharma dalam tahap hidup berumah tangga.
भीष्म उवाच
A householder preserves dharma by repaying fundamental obligations—through worship/sacrifice, Vedic study, generosity, and hospitality—performed with purity and humility.
In Bhīṣma’s instruction on dharma (Anuśāsana Parva), he outlines the householder’s ethical-religious responsibilities, framing them as ‘debts’ that must be discharged to sustain social and cosmic order.