यथा ह्ुपस्थितैश्वर्या: प्रजायन्ते न राजसा: । एवमेवात्मना5७त्मानं पूजयन्तीह धार्मिका:
yathā hy upasthitaiśvaryāḥ prajāyante na rājasāḥ | evam evātmanātmānaṃ pūjayantīha dhārmikāḥ ||
Bhishma berkata: “Sebagaimana mereka yang telah memiliki kedaulatan yang mapan tidak mengejar kelahiran kembali melalui upaya yang rajasic (didorong nafsu dan gelora), demikian pula orang-orang saleh di dunia ini memuliakan Sang Diri oleh Sang Diri. Dengan disiplin laku dharma, melalui usaha mereka sendiri, mereka mengangkat batin menuju keadaan yang lebih luhur—berhati-hati agar tidak jatuh lagi ke dalam putaran lahir dan mati karena dominasi rajas.”
भीष्म उवाच
Righteous people avoid rajasic, desire-driven action that binds one to rebirth; instead, through dharma and inner discipline they honor and uplift the Self by their own effort, aiming at a higher spiritual state.
Bhishma is instructing on dharma, contrasting passion-driven conduct (rajas) that leads to continued birth with the dharmic path of self-cultivation, where one’s own inner effort becomes the means of elevation.