कृपकृपी-जननम्
The Birth of Kṛpa and Kṛpī; Kṛpa’s Attainment of Astras
स्वयंजात: प्रणीतश्न तत्सम: पुत्रिकासुत: । पौनर्भवश्ल कानीन: भगिन्यां यश्ष॒ जायते
svayaṃjātaḥ praṇītaś ca tat-samaḥ putrikā-sutaḥ | paunarbhavaś ca kānīno bhaginyāṃ yaś ca jāyate ||
Waiśampāyana berkata: “Putra yang diperanakkan sendiri oleh seorang lelaki dari istri yang dinikahi menurut dharma disebut ‘Svayaṃjāta’. Putra yang disebut ‘Praṇīta’ ialah yang lahir dalam rahim istri melalui penunjukan/karunia seorang pria yang mulia. Putra dari seorang putri (putrikā-suta) juga dipandang setara. Putra yang lahir dari perempuan yang menikah kembali disebut ‘Paunarbhava’. Putra yang dikenal sebagai ‘Kānīna’ ialah yang lahir dari seorang gadis (dengan perjanjian bahwa anak itu dihitung sebagai putra pihak pemberi). Dan putra yang lahir dari saudari—yakni keponakan—juga dihitung di antara mereka.”
वैशम्पायन उवाच
The verse classifies several socially recognized categories of ‘sons’ and kin treated as sons, indicating how dharma-textual society extended lineage, ritual, and inheritance continuity beyond biological paternity when needed.
Vaiśampāyana is explaining to the listener a traditional enumeration of son-types—biological, appointed/arranged, daughter’s son, son of a remarried woman, maiden-born son under stipulation, and sister’s son—clarifying their recognized status within family and dharma frameworks.