
Rishi: Atharvanic tradition (often treated as anonymous/atharvanic for such kāmya hymns)
Devata: Smara (Kāma) empowered through Apsarases; Gods as dispatchers
Chandas: Mixed/Anuṣṭubh-like cadence (edition-dependent; many AV love-spells are treated as anuṣṭubh)
AV 6.130 adalah mantra asmara Atharvanik yang ringkas, yang “mengutus” Smara (Kāma) melalui para Apsaras dan para dewa agar orang yang dituju menjadi sakit asmara, gelisah, dan terbakar rindu kepada pelaku. Himne ini memadukan pemikat/penundukan (vaśīkaraṇa) dengan penyingkiran para pesaing—memerintahkan sasaran untuk hanya mengingat pelaku dan melupakan semua yang lain. Daya mantranya dibingkai sebagai pengutusan ilahi: para dewa mendorong Smara maju, sementara Marut dan Agni memperhebat kegilaan batin sang sasaran.
Mantra 1
स्मरः। र॒थ॒जितां॑ राथजिते॒यीना॑मप्स॒रसा॑म॒यं स्म॒रः । देवाः॒ प्र हि॑णुत स्म॒रम॒सौ मामनु॑ शोचतु
Smara. Inilah Smara milik para Apsaras, milik para Rathajitā, milik para Rathajiteyī. Wahai para Dewa, doronglah Smara ke depan; biarlah dia yang di sana merana karena aku dan terbakar oleh rindu.
Mantra 2
अ॒सौ मे॑ स्मरता॒दिति॑ प्रि॒यो मे॑ स्मरता॒दिति॑ । देवाः॒ प्र हि॑णुत स्म॒रम॒सौ मामनु॑ शोचतु
“Biarlah dia yang di sana mengingat aku,” demikian; “biarlah kekasihku mengingat aku,” demikian. Wahai para Dewa, doronglah Smara ke depan; biarlah dia yang di sana merana karena aku.
Mantra 3
यथा॒ मम॒ स्मरा॑द॒सौ नामुष्या॒हं क॒दा च॒न। देवाः॒ प्र हि॑णुत स्म॒रम॒सौ मामनु॑ शोचतु
Semoga dia yang di sana mengingat aku—dan jangan pernah mengingat yang lain itu—pada waktu apa pun. Wahai para Dewa, halaukan Smara; biarlah dia yang di sana terbakar rindu mengejarku.
Mantra 4
उन्मा॑दयत मरुत॒ उद॑न्तरिक्ष मादय । अग्न॒ उन्मा॑दया॒ त्वम॒सौ मामनु॑ शोचतु
Gila-kanlah dia, wahai Marut; mabukkanlah ruang antara (antariksa). Wahai Agni, engkau pun gila-kanlah dia: biarlah dia yang di sana terbakar rindu mengejarku.
It is used to intensify attraction and compel a specific person to pine after the performer, with an emphasis on exclusive remembrance and longing.
Apsarases embody enchantment and irresistible allure; the hymn treats Smara as their empowered force, making desire a summoned and directed potency.
In the received text of this sukta, no specific substances are prescribed; it functions primarily as a spoken/recited ‘sending’ of Smara, though later practice may add customary purifications.
Answers come straight from the texts, with the shlokas they draw on. Ask in your own words.
A free sign-in with Google or Apple keeps your chat saved across web and the app.
Read Atharva Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with word-by-word meanings, Sanskrit recitation where available, and more.