उद्योगपर्व — अध्याय 33: धृतराष्ट्र-विदुर संवादः (विदुरनीतिः)
सेय॑ बुद्धि: परीता ते पुत्राणां भरतर्षभ । पाण्डवानां विरोधेन न चैनानवबुध्यसे,भरतश्रेष्ठ) आपके पुत्रोंकी वह बुद्धि पाण्डवोंके प्रति विरोधसे व्याप्त हो गयी है; आप इन्हें पहचान नहीं रहे हैं
seyam buddhiḥ parītā te putrāṇāṃ bharatarṣabha | pāṇḍavānāṃ virodhena na cainān avabudhyase ||
Vidura berkata: Wahai banteng keturunan Bharata, pertimbangan anak-anakmu telah diselubungi sepenuhnya oleh permusuhan terhadap para Pāṇḍava; kerana itu engkau tidak lagi melihat dengan jelas apa yang sedang mereka jadi. Ini amaran yang bersifat moral dan politik: kebencian memesongkan daya menilai, dan seorang raja yang tidak mampu melihat kaum kerabatnya dengan jernih akan dituntun menuju adharma dan kebinasaan.
विदुर उवाच
Hostility (virodha) corrupts buddhi (discernment). When a leader allows hatred to shape his family’s thinking, he loses the ability to judge character and consequences, and this moral blindness becomes a cause of adharma and destruction.
In the Udyoga Parva, as war negotiations and counsel intensify, Vidura admonishes Dhṛtarāṣṭra. He points out that the Kaurava princes’ minds are overtaken by opposition to the Pāṇḍavas, and that the king, due to attachment and delusion, fails to see the true state and trajectory of his sons.