Svargārohaṇa-parva, Adhyāya 4 — Yudhiṣṭhira’s Vision of the Celestial Assembly
Recognition and Explanation
अपरस्मिन्नथोद्देशे कर्ण शस्त्रभृतां वरम् द्वादशादित्यसहितं ददर्श कुरुनन्दन:
aparasminn athoddeśe karṇaṃ śastrabhṛtāṃ varam | dvādaśādityasahitaṃ dadarśa kurunandanaḥ ||
Vaiśampāyana berkata: Kemudian, memandang ke suatu wilayah yang lain, Yudhiṣṭhira—kebanggaan kaum Kuru—melihat Karṇa, yang terunggul antara para pemegang senjata, bersinar dalam kemegahan, ditemani dua belas Āditya. Penglihatan itu menempatkan Karṇa bukan sekadar sebagai seteru yang gugur di medan perang, tetapi sebagai insan yang dipulihkan ke dalam tertib kosmik—seakan keberanian, keturunan, dan takdir yang diperuntukkan dapat diakui melampaui luka moral pertempuran.
वैशम्पायन उवाच
The verse suggests that posthumous vision can reveal a larger moral and cosmic accounting than wartime judgments: a warrior’s recognized excellence and destined affiliations may be honored in the divine realm, inviting the listener to distinguish between personal grievance and the broader workings of karma and order.
In the course of Yudhiṣṭhira’s heavenly journey, he looks to another region and sees Karṇa, celebrated as the foremost among armed warriors, seated in radiant glory together with the twelve Ādityas.