धन-राजधर्म संवादः
Discourse on Wealth and Royal Duty
इति देवा व्यवसिता वेदवादाश्न शाश्वता: । अधीयते<थध्यापयन्ते यजन्ते याजयन्ति च
iti devā vyavasitā vedavādāś ca śāśvatāḥ | adhīyate 'tha adhyāpayante yajante yājayanti ca |
Arjuna berkata: “Demikianlah para dewa telah menetapkan, dan demikianlah berdiri ajaran abadi yang diisytiharkan oleh Veda: dengan kekayaan, golongan dwija mempelajari dan mengajarkan ilmu Veda; dengan kekayaan, mereka melaksanakan korban suci dan menyebabkan korban suci dilaksanakan. Begitu juga para raja—setelah menewaskan pihak lain dalam peperangan dan membawa pulang harta mereka—menggunakan kekayaan itu untuk melaksanakan segala upacara yang membawa keberkatan. Sesungguhnya, kami tidak melihat seorang raja pun memiliki kekayaan yang tidak diperoleh dengan mencederakan orang lain.”
अर्जुन उवाच
The verse highlights a tension in dharma: Vedic-ritual life (study, teaching, sacrifice) depends on wealth, yet royal wealth is often acquired through conquest and harm. It raises an ethical problem about the sources of prosperity used for ‘auspicious’ acts.
Arjuna speaks, citing what is presented as an established, Veda-backed principle: wealth enables religious and social duties. He then points to the practical reality of kingship—wealth commonly comes from defeating others—thereby questioning the moral purity of royal resources used for righteous works.