चिरकारि-उपाख्यानम् / The Exemplum of Cirakārī: Deliberation Before Irreversible Action
जो अपनी आवश्यकतासे अधिक हो, उन भोगपदार्थोंको दूसरे दीन-दुखियोंके लिये बाँट दे। इसीलिये विधाताने सूदपर धन देनेकी वृत्ति चलायी है ।।
bhīṣma uvāca | yo 'vaśyakatāto 'dhikaṃ bhavet, tān bhogapadārthān anyebhyo dīna-duḥkhitebhyo vibhajeta | tasmād vidhātrā vṛddhyā dhana-pradāna-vṛttiḥ pravartitā || yasmiṃs tu devāḥ samaye saṃtiṣṭheran tathā bhavet | athavā lābha-samaye dharme sthitir api śobhanā ||
Bhishma berkata: “Jika seseorang memiliki kenikmatan dan sumber kekayaan melebihi apa yang benar-benar diperlukannya, hendaklah ia membahagikan barang-barang itu kepada mereka yang miskin dan ditimpa derita. Oleh sebab itu Sang Penentu (Vidhātā) membenarkan amalan meminjamkan harta dengan faedah—agar lebihan itu beredar dan sampai kepada yang memerlukan. Dan apa jua jalan kebenaran atau batas tatasusila yang ditegakkan para dewa pada waktunya yang tepat, manusia juga patut berdiri teguh pada ukuran yang sama. Bahkan pada saat memperoleh laba dan keuntungan sekalipun, tetap berteguh dalam dharma itulah kemuliaan.”
भीष्म उवाच
Surplus enjoyment and wealth should be redirected to relieve the suffering of the poor; and even when profit arises, one must remain steady in dharma, following the same moral boundaries upheld by the gods.
In the Shanti Parva’s instruction on righteous living, Bhishma continues advising on social and economic conduct—urging redistribution of excess, explaining the rationale for wealth-lending practices, and emphasizing steadfastness in dharma especially at moments of gain.